← Beranda
Iran Terancam Mundur, Begini Peluang Indonesia Tembus Play-off Piala Dunia 2026!
Andre Rizal HanafiRabu, 15 April 2026 | 17.55 WIB
Timnas Indonesia. (Istimewa)

JawaPos.com - Peluang Timnas Indonesia untuk tampil di Piala Dunia 2026 memang masih terbilang berat. Namun, skenario terbaru yang tengah disiapkan FIFA membuka sedikit celah yang patut diperhitungkan.

FIFA saat ini sedang mempertimbangkan opsi menggelar play-off tambahan sebagai langkah antisipasi jika Iran benar-benar mundur dari turnamen.

Jika skenario ini terealisasi, akan ada satu slot tambahan yang diperebutkan melalui mini turnamen yang melibatkan empat negara dua dari Asia dan dua dari Eropa.

Baca Juga: John Herdman Diuji di Piala AFF 2026, Mampukah Akhiri Kutukan Runner-up Timnas Indonesia?

Lantas, bagaimana peluang Indonesia?

Secara realistis, posisi Indonesia belum berada di jajaran teratas Asia. Dalam peta kekuatan kawasan, negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Iran, hingga Arab Saudi masih menjadi langganan wakil utama. Bahkan untuk jalur play-off reguler saja, persaingan di zona Asia tergolong ketat.

Namun, peluang Indonesia bukan berarti tertutup.

Dalam skenario play-off tambahan ini, FIFA belum menentukan kriteria pasti peserta. Jika merujuk pada logika kompetisi, kemungkinan besar tim yang dipilih adalah negara dengan performa cukup baik di kualifikasi, tetapi gagal lolos langsung.

Artinya, Indonesia harus setidaknya mampu tampil kompetitif di fase kualifikasi agar masuk radar.

Performa Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Peringkat FIFA yang perlahan naik serta peningkatan kualitas permainan menjadi modal penting. Selain itu, pengalaman menghadapi tim-tim kuat Asia juga mulai terbentuk.

Baca Juga: Krisis Pemain Hantui PSIM Yogyakarta Jelang Lawan Bhayangkara FC, Jean Paul Van Gastel Minta Tim Kerja Keras

Meski demikian, Indonesia tetap harus bersaing dengan tim-tim Asia lain yang secara peringkat dan pengalaman masih lebih unggul.

Negara seperti Uni Emirat Arab, Oman, Irak, atau Uzbekistan berpotensi menjadi kandidat kuat jika FIFA mengambil dua wakil Asia dari jalur ini.

Faktor lain yang bisa memengaruhi adalah aspek komersial dan daya tarik global.

Tidak bisa dipungkiri, FIFA juga mempertimbangkan nilai pasar dan antusiasme suporter. Dalam hal ini, Indonesia memiliki keunggulan dengan basis penggemar yang besar dan pasar sepak bola yang berkembang pesat.

Namun tetap saja, faktor utama tetap performa di lapangan.

Jika Indonesia mampu tampil konsisten dan membuat kejutan di kualifikasi, peluang untuk dilirik sebagai peserta play-off tambahan bisa terbuka.

Terlebih jika FIFA ingin menghadirkan variasi peserta dari kawasan Asia Tenggara yang selama ini jarang tampil di Piala Dunia.

Di sisi lain, peluang ini juga sangat bergantung pada kepastian status Iran. Jika Iran tetap tampil, maka skenario play-off tambahan kemungkinan besar tidak akan digunakan. Artinya, harapan Indonesia melalui jalur ini otomatis tertutup.

Sebaliknya, jika Iran benar-benar mundur, maka persaingan untuk satu tiket tambahan akan menjadi sangat sengit.

Bukan hanya dari Asia, tetapi juga dari Eropa yang kemungkinan diwakili tim kuat seperti Timnas Italia.

Melihat kondisi tersebut, peluang Indonesia bisa dibilang masih kecil, tetapi bukan mustahil. Syarat utamanya jelas: tampil maksimal di kualifikasi dan menjaga konsistensi performa.

Skenario play-off tambahan ini setidaknya memberi harapan baru bagi tim-tim yang sebelumnya tidak diunggulkan. Termasuk Indonesia, yang kini punya peluang, meski tipis, untuk mencatat sejarah tampil di Piala Dunia.

Kini, semua kembali pada performa di lapangan dan keputusan akhir FIFA. Jika pintu itu benar-benar terbuka, Indonesia harus siap untuk mengambil kesempatan sekecil apa pun.

EDITOR: Hendra