← Beranda
7 Perilaku Orang Tua yang Membuat Anak Merasa Diperhatikan Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahMinggu, 15 Maret 2026 | 21.14 WIB
seseorang yang membuat anaknya merasa diperhatikan. (Freepik/Wavebreak Media)

 

 

JawaPos.com - Hubungan antara orang tua dan anak tidak berhenti ketika anak sudah dewasa. Dalam perspektif psikologi perkembangan, hubungan ini justru memasuki fase baru yang lebih setara, penuh pengertian, dan saling menghargai.

Banyak orang tua lanjut usia ingin tetap dekat dengan anak-anak mereka yang sudah dewasa. Namun, kedekatan emosional tidak hanya ditentukan oleh niat baik. Cara berinteraksi, sikap sehari-hari, dan bentuk perhatian yang diberikan memiliki pengaruh besar terhadap bagaimana anak dewasa merasakan hubungan tersebut.

Penelitian dalam psikologi keluarga menunjukkan bahwa ada beberapa perilaku sederhana namun bermakna yang dapat membuat anak dewasa merasa benar-benar diperhatikan oleh orang tua mereka.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh perilaku yang sering ditemukan dalam hubungan orang tua-anak yang sehat dan hangat.

1. Mendengarkan Tanpa Menghakimi

Salah satu kebutuhan emosional terbesar manusia adalah didengarkan. Hal ini tetap berlaku bahkan ketika seseorang sudah dewasa.

Orang tua yang mampu mendengarkan cerita anak mereka—tentang pekerjaan, hubungan, atau masalah hidup—tanpa langsung mengkritik atau menggurui, memberikan ruang aman bagi anak untuk terbuka.

Menurut psikologi komunikasi, mendengarkan secara aktif membuat seseorang merasa dihargai dan dipahami. Bagi anak dewasa, ini menunjukkan bahwa orang tua mereka tidak hanya ingin berbicara, tetapi juga benar-benar peduli pada pengalaman hidup mereka.

2. Menghormati Kemandirian Anak

Anak yang sudah dewasa memiliki kehidupan sendiri: keputusan karier, pasangan, cara mengasuh anak, hingga pilihan gaya hidup.

Orang tua yang terus mencoba mengontrol keputusan anak sering kali justru menciptakan jarak emosional. Sebaliknya, orang tua yang menghormati kemandirian anak menunjukkan kepercayaan.

Psikologi hubungan keluarga menyebut ini sebagai dukungan otonomi. Ketika orang tua mendukung keputusan anak tanpa memaksakan kehendak, anak merasa dihargai sebagai individu yang matang.

3. Menunjukkan Rasa Bangga Secara Terbuka

Walaupun anak sudah dewasa, mereka tetap ingin diakui oleh orang tua mereka.

Ucapan sederhana seperti:

“Ayah bangga dengan kamu.”

“Ibu lihat kamu bekerja keras.”

dapat memberikan dampak emosional yang kuat.

Dalam psikologi motivasi, pengakuan dari figur yang penting secara emosional—seperti orang tua—dapat meningkatkan rasa percaya diri dan memperkuat ikatan keluarga.

4. Tetap Tertarik pada Kehidupan Anak

Perilaku lain yang membuat anak dewasa merasa diperhatikan adalah ketika orang tua tetap tertarik pada kehidupan mereka.

Ini bisa terlihat dari hal-hal kecil seperti:

Menanyakan bagaimana pekerjaan mereka

Mengingat nama teman atau pasangan anak

Mengetahui hobi atau kegiatan terbaru mereka

Ketertarikan yang tulus menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak hanya bersifat formal sebagai keluarga, tetapi benar-benar penuh perhatian.

5. Bersedia Belajar dari Anak

Hubungan yang sehat antara orang tua dan anak dewasa bersifat dua arah.

Orang tua yang bersedia belajar dari anak—misalnya tentang teknologi, cara berpikir generasi baru, atau pandangan hidup modern—menunjukkan sikap rendah hati dan terbuka.

Dalam psikologi sosial, sikap ini disebut mutual respect atau saling menghormati. Ketika orang tua tidak selalu memposisikan diri sebagai pihak yang “selalu benar”, anak merasa hubungan mereka lebih setara dan nyaman.

6. Menunjukkan Kasih Sayang Secara Konsisten

Kasih sayang tidak harus selalu berupa tindakan besar. Justru sering kali hal-hal kecil yang konsisten memiliki dampak paling kuat.

Contohnya:

Mengirim pesan menanyakan kabar

Mengingat ulang tahun atau momen penting

Memasakkan makanan favorit ketika anak berkunjung

Menurut psikologi hubungan interpersonal, perhatian kecil yang dilakukan secara konsisten membantu memperkuat rasa keterhubungan emosional dalam keluarga.

7. Menghargai Waktu Kebersamaan

Seiring bertambahnya usia, waktu menjadi semakin berharga.

Orang tua yang menghargai waktu bersama anak—baik itu makan bersama, berbincang santai, atau sekadar berjalan-jalan—menunjukkan bahwa hubungan keluarga tetap menjadi prioritas.

Psikologi kebahagiaan menunjukkan bahwa pengalaman bersama sering kali lebih bermakna daripada pemberian materi. Momen kebersamaan menciptakan kenangan yang memperkuat ikatan keluarga dalam jangka panjang.

Penutup

Hubungan antara orang tua lanjut usia dan anak dewasa adalah hubungan yang terus berkembang sepanjang hidup.

Perhatian tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk nasihat besar atau pengorbanan besar. Justru melalui perilaku sederhana—mendengarkan, menghormati, menunjukkan kebanggaan, dan menghargai kebersamaan—orang tua dapat membuat anak dewasa mereka merasa benar-benar diperhatikan.

Pada akhirnya, yang paling diingat oleh anak bukan hanya apa yang dilakukan orang tua, tetapi bagaimana mereka membuat anak merasa: dihargai, dipahami, dan dicintai.

Dan sering kali, perhatian yang paling bermakna datang dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan tulus setiap hari.***

 

EDITOR: Novia Tri Astuti