← Beranda
Bukan Cuma Mobil, Truk Listrik Juga Diminta Segera Masuk Indonesia
Dony Lesmana Eko Putra• Senin, 28 September 2026 | 04.56 WIB
Mitsubishi Fuso eCanter turut tampil di panggung KTB lewat ajang GIIAS 2025.

JawaPos.com - Isu polusi udara Jakarta kembali disorot melalui kampanye “Ngebeats Bukan Ngebul” yang digelar koalisi komunitas anak muda dan pegiat lingkungan di area Car Free Day (CFD) Jakarta, bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional.

Dikemas dalam aksi silent disco, kampanye ini mendorong percepatan elektrifikasi kendaraan menengah dan berat atau medium- to heavy-duty vehicles (MHDV), khususnya truk.

Berdasarkan data Institute for Essential Services Reform (IESR) yang dikutip dalam kampanye tersebut, kendaraan MHDV hanya sekitar 4 persen dari total kendaraan di jalan raya.

Namun, kontribusinya disebut mencapai 30 persen dari total emisi sektor transportasi.

Aksi kampanye kreatif bertajuk “Ngebeats Bukan Ngebul” di area Car Free Day (CFD) Jakarta. (Istimewa)
Aksi kampanye kreatif bertajuk “Ngebeats Bukan Ngebul” di area Car Free Day (CFD) Jakarta. (Istimewa)

Campaign Lead Janji Jangan Ngebul, Rafaela Xaviera, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan pentingnya percepatan penggunaan teknologi kendaraan bebas emisi pada sektor kendaraan berat.

“Masyarakat dan komuter di Indonesia setiap hari menghadapi risiko kesehatan akibat asap pekat kendaraan berat, sementara teknologi truk listrik sebenarnya sudah tersedia dan diadopsi dengan baik di pasar global, tapi mengapa tidak di Indonesia,” ujar Rafaela, Minggu (28/9).

Ia juga mendorong produsen otomotif untuk memperluas pilihan truk listrik sekaligus mendukung ekosistemnya, termasuk infrastruktur dan layanan pendukung.

Koordinator Enter Nusantara, Reka Maharwati, menambahkan bahwa pemerintah dan industri perlu berperan dalam mempercepat transisi tersebut melalui regulasi dan kesiapan produk.

Menurutnya, meski jumlah truk dan kendaraan berat tidak sebesar kendaraan penumpang, kontribusi emisinya tetap perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas udara perkotaan.

Sementara itu, musisi dan rapper Yacko menilai masyarakat juga memiliki peran dalam menyuarakan pentingnya udara bersih.

“Polusi udara adalah ancaman nyata bagi kesehatan, kualitas hidup, dan aktivitas luar ruangan kita sehari-hari. Hak atas udara bersih adalah hak dasar setiap orang,” kata Yacko.

Selain silent disco, kegiatan tersebut diisi pembagian zine edukatif, merchandise, serta diskusi publik mengenai emisi kendaraan berat.

Kampanye ini menyoroti bahwa elektrifikasi sektor transportasi tidak hanya berkaitan dengan mobil dan motor listrik.

Truk dan kendaraan komersial juga menjadi bagian penting dalam upaya menekan emisi transportasi di kawasan perkotaan.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra