JawaPos.com - BYD Motor Indonesia semakin memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik Jawa Timur. Hingga 2026, BYD mencatat pangsa pasar 36 persen dengan penjualan lebih dari 5.000 unit.
Hal tersebut disampaikan President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao dalam pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 di Grand City Convex, Jumat (28/8).
"Capaian ini mencerminkan semakin luasnya penerimaan masyarakat terhadap pilihan mobilitas berbasis elektrifikasi dan mendorong BYD untuk terus memperluas akses terhadap teknologi EV dan DM," tuturnya.
Secara nasional, BYD terus mencatatkan perkembangan positif sepanjang 2026. Bersama DENZA, penjualan pada Januari hingga Juli mencapai 32.800 unit dengan pangsa pasar kendaraan listrik lebih dari 35 persen.
Sementara di Jawa Timur, kebutuhan kendaraan energi baru juga terus berkembang, mencakup mobilitas harian hingga perjalanan jarak jauh bersama keluarga. BYD mencatat lebih dari 5.000 unit telah terjual sejak 2024.
“Jawa Timur merupakan salah satu wilayah penting dalam perjalanan BYD di Indonesia, dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang dan semakin beragam," tuturnya.
Melalui pengembangan teknologi EV (Electric Vehicle) dan DM (Dual Mode), BYD Motor Indonesia ingin menghadirkan pilihan kendaraan energi baru yang dapat menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat.
"BYD M6 menjadi salah satu representasi dari pendekatan ini dengan menghadirkan dua pilihan teknologi dalam satu lini, yakni M6 EV dan M6 DM, sehingga menyesuaikan kebutuhan mobilitas konsumen," imbuhnya.
Teknologi EV mengandalkan tenaga listrik sepenuhnya, sedangkan DM menggunakan konsep electric-first dengan motor listrik sebagai penggerak utama dan mesin berbahan bakar aktif secara otomatis saat dibutuhkan.
Menurut Eagle, keberadaan dua teknologi ini memberikan keleluasaan bagi konsumen dalam menentukan kendaraan sesuai kebutuhan. Konsumen dapat memilih mobil listrik penuh atau teknologi gabungan melalui sistem DM.
Respons positif yang diterima BYD turut memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik Jawa Timur. Pada 2026, BYD Motor Indonesia mencatatkan pangsa pasar sebesar 36 persen di Jawa Timur.
"Melalui kehadiran kami di GIIAS Surabaya, BYD Indonesia ingin membawa pilihan dan pengalaman kendaraan energi baru tersebut semakin dekat dengan keluarga di Jawa Timur,” pungkas Eagle.
Sebagai informasi, pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 resmi digelar di Grand City Convex, Surabaya, mulai dari 26 Agustus hingga 31 Agustus 2027.
Ada 37 merek kendaraan yang memeriahkan GIIAS Surabaya 2026, di antaranya 26 merek roda empat pada kategori kendaraan penumpang, yakni BAIC, BYD, Changan, Chery, Citroen.
Kemudian Daihatsu, GAC AION, Geely, GWM, Honda, Hyundai, iCAR, Jaecoo, JEEP, JETOUR, KIA, Leap Motor, Lepas, Mazda, Mitsubishi Motors, Polytron, Suzuki, Toyota, Vinfast, Wuling, dan X-PENG.
Baca Juga: Bidik Pasar Jawa Timur, GAC Andalkan SUV dan Hatchback Listrik di GIIAS Surabaya 2026
Sementara itu, kategori kendaraan komersial hanya diikuti Foton, serta kategori roda dua menghadirkan 10 merek, yakni Aprilia, Kuprum, Moto Guzzi, Piaggio, Polytron, QJ Motor, Royal Enfield, Scomadi, Triumph, dan Vespa. (*)