JawaPos.com - Hongqi, merek premium milik FAW Group, dipastikan menjadi merek pertama di luar BYD yang menggunakan Blade Battery generasi kedua atau Blade Battery 2.0, setelah proyek patungan FAW-FinDreams memasuki fase produksi massal stabil.
Carnewschina pada Kamis (20/8), melaporkan informasi dari Jilin TV, menginformasikan bahwa perusahaan tengah mendorong integrasi teknologi Blade Battery generasi kedua ke kendaraan Hongqi.
Langkah ini, menjadi tonggak penting karena selama ini Blade Battery 2.0 dan teknologi pengisian cepat Megawatt masih eksklusif digunakan pada kendaraan BYD.
Artinya, Hongqi berpotensi menjadi merek pertama yang mendapat akses terhadap dua teknologi tersebut di luar jajaran produk BYD.
Kolaborasi tersebut, telah mendapatkan nominasi untuk proyek inti platform kendaraan listrik murni generasi berikutnya milik Hongqi.
Proyek FAW-FinDreams sendiri merupakan usaha patungan FAW Group dan BYD dengan total investasi 180 miliar yuan. Pabrik tersebut dirancang dalam tiga tahap dengan kapasitas total mencapai 45 GWh, dengan masing-masing 15 GWh.
Tahap pertama dari proyek ini dikabarkan menelan investasi sebesar 70 miliar yuan dan mulai beroperasi pada Februari 2024.
Sementara tahap kedua, telah memasuki proses percepatan, termasuk penandatanganan kontrak dan peletakan batu pertama.
Jika seluruh tahapan beroperasi penuh, fasilitas ini diproyeksikan mampu memasok baterai untuk hampir 600.000 kendaraan per tahun dengan nilai produksi tahunan sekitar 200 miliar yuan.
Bagi FAW, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi mempercepat transisi menuju kendaraan energi baru ketika pasar mobil bermesin pembakaran internal mulai menyusut.
FAW tidak hanya menggandeng BYD, tetapi juga CATL dalam pengembangan baterai, berinvestasi di Leapmotor, serta menggunakan baterai dari BYD dan CATL pada Hongqi E-QM5.
Baca Juga: Resmi Masuk Indonesia, Hongqi Bawa Warisan 68 Tahun Lewat E-HS9
Dengan masuknya Blade Battery 2.0 ke Hongqi, kerja sama FAW dan BYD kini berpotensi mengubah peta persaingan teknologi baterai Tiongkok, dari sekadar senjata BYD menjadi teknologi yang mulai diperebutkan produsen lain. (*)