JawaPos.com - PT BYD Motor Indonesia mengklaim meraih lebih dari 40 persen pangsa pasar kendaraan listrik (EV) di Jawa Timur. Hingga kuartal I 2026, sebanyak 4.400 kendaraan sudah beroperasi di provinsi paling timur di Pulau Jawa tersebut.
Public Relations Manager PT BYD Motor Indonesia, Nathasya Natalia mengatakan, capaian ini mencerminkan pertumbuhan adopsi EV yang terus meningkat sejak BYD memasuki pasar otomotif Indonesia pada 2024.
"Di Jawa Timur, sudah ada lebih dari 4.400 kendaraan BYD yang beroperasi di jalan, artinya menguasai lebih dari 40 persen pangsa pasar di provinsi ini," ujarnya dalam acara Media Challenge BYD DM Technology, Jumat (3/7).
Nathasya menilai meningkatnya penggunaan kendaraan listrik menunjukkan penerimaan masyarakat terhadap teknologi EV. Kondisi ini selaras dengan pangsa pasar EV nasional pada kuartal I 2026 yang tumbuh 20 persen.
"Kalau teman-teman bisa ingat, sebelumnya pangsa pasar nasional untuk kendaraan listrik itu di bawah satu persen. Namun, pada kuartal pertama 2026, pangsa pasar EV nasional meningkat hingga 20 persen," ujar Nathasya.
"Ini tidak hanya angka saja, tetapi bukti nyata bahwa teknologi kendaraan listrik sudah menjadi bagian dari mobilitas masyarakat Indonesia. Ini lompatan besar bagi BYD Motor Indonesia," lanjutnya.
Namun di balik pertumbuhan tersebut, BYD mengakui adopsi kendaraan listrik (EV) di Indonesia, termasuk di Jawa Timur, masih dihadapkan pada tantangan infrastruktur pendukung.
Selain itu, kekhawatiran terhadap jarak tempuh kendaraan dan konsumsi energi kendaraan juga masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk beralih ke mobil listrik.
Untuk menjawab tantangan tersebut, BYD menghadirkan teknologi Dual Mode (DM) pada series BYD M6 DM. Model MPV berkapasitas tujuh penumpang tersebut resmi diluncurkan di Indonesia pada Mei 2026.
Teknologi DM menggabungkan sistem EV dan mesin konvensional, sehingga menghadirkan sensasi berkendara yang senyap dan responsif layaknya mobil listrik, namun tetap menawarkan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.
"Performance yang optimal untuk kesenyapan juga lebih baik dari kendaraan konvensional namun ditopang dengan adanya mesin sebagai penunjuk untuk bisa memiliki jarak tempuh yang lebih jauh," terang Nathasya.
Baca Juga: Head to Head Geely EX2 vs BYD Atto 3: Duel SUV Listrik Kompak Tiongkok di Pasar Otomotif Indonesia
Dengan teknologi Dual Mode pada series M6, BYD Motor Indonesia optimistis tren penggunaan kendaraan ramah lingkungan di Jawa Timur akan terus meningkat hingga akhir tahun 2026. (*)