JawaPos.com - Peralihan menuju kendaraan listrik kini mulai menyentuh sektor logistik nasional. Setelah lebih dulu berkembang di pasar kendaraan penumpang, penggunaan truk listrik atau EV Truck perlahan menjadi pilihan baru bagi perusahaan distribusi untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi emisi karbon.
“Pengadaan armada truk listrik menjadi bagian penting dalam strategi operasional kami ke depan,” ujar Direktur Utama PT Jasa Berdikari Logistics Tbk, James Budiarto, di Tangerang Selatan, Senin (25/5).
Langkah tersebut dilakukan seiring dukungan pembiayaan strategis dari PT Bank Negara Indonesia Tbk yang mencakup fasilitas pembiayaan armada dan modal kerja untuk pengembangan operasional berbasis ramah lingkungan.
Melalui dukungan itu, JBL mulai mempercepat pengembangan konsep Green Logistics dengan rencana pengoperasian armada EV Truck secara bertahap hingga 2030. Fokus utama perusahaan berada pada efisiensi distribusi FMCG yang dinilai akan semakin bergantung pada kendaraan rendah emisi dan biaya operasional yang lebih stabil.
James mengatakan penggunaan truk listrik dinilai mampu menghadirkan efisiensi energi sekaligus mendukung kebutuhan distribusi modern yang menuntut ketepatan waktu dan pengendalian biaya logistik.
“Armada modern akan membantu meningkatkan efisiensi operasional dan pelayanan kepada pelanggan,” katanya.
Di sektor logistik, kehadiran truk listrik mulai mendapat perhatian karena menawarkan sejumlah keunggulan dibanding kendaraan berbasis diesel. Selain biaya energi yang lebih rendah, EV Truck juga memiliki tingkat kebisingan lebih minim dan perawatan yang relatif lebih sederhana karena jumlah komponen mekanikal lebih sedikit.
Bagi perusahaan distribusi nasional, penggunaan armada listrik juga menjadi strategi untuk menjaga stabilitas biaya operasional di tengah fluktuasi harga bahan bakar. Dengan pola distribusi yang semakin padat, efisiensi konsumsi energi menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing industri logistik.
JBL melihat perkembangan kendaraan komersial listrik akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, perusahaan mulai menyiapkan integrasi armada hijau sebagai bagian dari pengembangan jaringan distribusi nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Sementara itu, pihak BNI menilai transformasi menuju ekosistem logistik hijau membuka peluang baru bagi industri transportasi dan distribusi di Indonesia. Dukungan pembiayaan diarahkan untuk membantu perusahaan yang mulai mengadopsi inovasi berbasis sustainability dalam operasional bisnisnya. (*)