← Beranda
Komdigi Telusuri Jejak Sinyal untuk Bantu Cari Jurnalis dan Warga yang Hilang di Selat Sunda
Nanda PrayogaMinggu, 13 September 2026 | 04.37 WIB
Wamenkomdigi Nezar Patria saat meninjau Posko SAR Gabungan di Carita, Pandeglang, Banten, Sabtu (12/9). (Dok. Komdigi)

JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ikut mendukung operasi pencarian delapan warga yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda dengan memanfaatkan infrastruktur telekomunikasi dan pemantauan spektrum frekuensi radio.

Upaya tersebut dilakukan dengan menelusuri kemungkinan adanya sinyal komunikasi yang masih dapat terdeteksi dari area yang menjadi dugaan titik terakhir keberadaan rombongan.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan tiga operator seluler untuk memeriksa keberadaan dan aktivitas jaringan base transceiver station (BTS) di kawasan Selat Sunda, termasuk wilayah Banten dan Lampung.

Baca Juga: Lagi Diet? Coba Resep Sawi Gulung Ayam yang Gurih, Sehat, dan Mengenyangkan

“Komdigi sendiri sudah berkoordinasi dengan operator seluler, tiga operator seluler itu sudah mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda, baik yang ada di Banten maupun yang ada di Lampung,” ujar Wamen Nezar saat meninjau Posko SAR Gabungan di Carita, Pandeglang, Banten, Sabtu (12/9).

Selain mengandalkan informasi dari operator seluler, Kemkomdigi mengerahkan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio yang berada di Banten dan Lampung untuk mendukung proses pemantauan.

Menurut Nezar, fasilitas tersebut digunakan untuk memeriksa kemungkinan adanya sinyal komunikasi yang tertangkap dari kawasan yang sedang menjadi sasaran pencarian.

“Melalui balai monitoring frekuensi yang ada di Banten dan Lampung, kita terus melakukan pengecekan kalau ada sinyal-sinyal yang tertangkap,” katanya.

Baca Juga: BGN Siapkan Marketplace Bahan Baku MBG, Begini Konsepnya

Data mengenai aktivitas jaringan yang diperoleh dari operator seluler kemudian disampaikan kepada tim SAR. Informasi tersebut diproses untuk membantu menentukan lokasi yang berkaitan dengan keberadaan delapan warga yang masih dalam pencarian.

Nezar mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima dari operator seluler, kontak terakhir terdeteksi pada 7 September 2026 di Pulau Sebesi. Pulau tersebut berada di antara gugusan pulau yang dekat dengan kawasan Gunung Anak Krakatau.

“Dari operator seluler kita sudah mendapatkan informasi dan informasi itu sudah diteruskan kepada SAR dan sudah diproses berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi,” ujar Wamen Nezar.

Pelacakan melalui jaringan komunikasi ini dilakukan setelah Kemkomdigi memperoleh laporan mengenai hilangnya kontak dengan rombongan yang berjumlah delapan orang.

Rombongan tersebut terdiri dari lima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), serta satu orang pemandu. Mereka berada di kawasan perairan Selat Sunda untuk menjalankan kegiatan jurnalistik terkait pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Memasuki hari kelima pencarian pada Sabtu (12/9), Nezar mengatakan area operasi SAR terus diperluas untuk menemukan keberadaan rombongan tersebut.

Baca Juga: Rezeki Tak Disangka-sangka, 3 Shio Ini Disebut Bakal Ketiban Cuan Besar

Dalam perkembangan pencarian, tim SAR Banten bersama TNI Angkatan Laut dan Polairud mengerahkan 14 kapal serta satu helikopter. Armada tersebut digunakan untuk menyisir sejumlah wilayah yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan para korban.

Kemkomdigi juga memastikan dukungan terhadap operasi pencarian tetap dilakukan melalui infrastruktur yang berada di bawah kewenangan kementerian. Pemantauan spektrum frekuensi serta koordinasi dengan operator seluler dan tim SAR akan terus dilakukan selama proses pencarian berlangsung.

“Kita terus memantau, terus mencari dan sama-sama kita berdoa. Kami minta seluruh rakyat Indonesia juga mendoakan agar proses pencarian ini kita semua diberikan kekuatan dan kita bisa menemukan delapan warga kita yang sekarang berada di perairan Selat Sunda,” tuturnya.

Di luar dukungan terhadap operasi SAR, Kemkomdigi turut memantau perkembangan informasi mengenai insiden tersebut di ruang digital. Langkah ini dilakukan karena muncul sejumlah informasi yang belum dipastikan kebenarannya terkait hilangnya delapan warga tersebut.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Lazio vs AC Milan: Luka Modric dan Adrien Rabiot Jadi Kartu AS

Nezar mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia meminta masyarakat mengutamakan informasi resmi yang disampaikan oleh pihak-pihak yang terlibat langsung dalam operasi pencarian sebagai rujukan.

EDITOR: Bintang Pradewo