← Beranda
KA Argo Bromo Anggrek vs KRL, KAI Pastikan 14 Penumpang Meninggal, 84 Luka Dirawat di 9 Rumah Sakit
Rian AlfiantoSelasa, 28 April 2026 | 17.33 WIB
Tim Basarnas melakukan evakuasi korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi TImur. (Basarnas)

 

JawaPos.com - Peristiwa kecelakaan kereta api yang terjadi di wilayah Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam menyisakan duka mendalam.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan seluruh korban telah dievakuasi, dengan fokus utama saat ini pada penanganan penumpang yang mengalami luka.

PT KAI menyebutkan korban meninggal dunia atas insiden tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam, bertambah menjadi 14 orang.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin. Dia menyebut, berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia.

Baca Juga: Kondisi Terkini di RSUD Bekasi Usai Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL Mulai Kondusif

Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.

"Update pukul 08.45 WIB, 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung," kata Bobby dalam pernyataan diterima di Jakarta, Selasa (28/4).

Sebelumnya, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba juga mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam mewakili PT KAI.

Baca Juga: 1.800 Perlintasan Kereta Tanpa Palang Pintu, Prabowo: Perbaikan Butuh Rp 4 Triliun

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam dan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan kami atas kejadian ini,” ujar Anne, Selasa (28/4).

KAI juga menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung, baik melalui asuransi maupun oleh perusahaan.

Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab terhadap para penumpang yang terdampak.

Para korban luka kini dirawat di sembilan rumah sakit yang tersebar di kawasan Bekasi Timur.

Beberapa di antaranya adalah RS Keluarga Primaya Bekasi Timur dan RSUD Bekasi Timur, serta sejumlah fasilitas kesehatan lain yang ditunjuk untuk mempercepat penanganan medis.

Menurut Anne, kondisi para korban yang dirawat terus dipantau dan hingga kini penanganannya berjalan dengan baik.

Baca Juga: Presiden Prabowo Datangi RSUD Kota Bekasi, Sampaikan Belasungkawa pada Korban Kecelakaan

“Seluruh pasien yang membutuhkan observasi dapat dilayani dengan cepat,” katanya.

Di sisi lain, KAI memastikan seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Penanganan saat ini lebih difokuskan kepada penumpang KRL Commuter Line yang terdampak langsung dalam insiden tersebut.

Insiden kecelakaan ini bermula sekitar pukul 20.40 WIB, ketika KRL Commuter Line menabrak sebuah taksi di perlintasan. Benturan tersebut membuat posisi KRL terhenti di jalur rel.

Tak lama berselang, KA Argo Bromo Anggrek dengan rute Gambir–Surabaya yang melaju di jalur yang sama menabrak bagian belakang KRL tersebut, sehingga memicu kecelakaan beruntun.

Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses investigasi. KAI bersama pihak terkait berjanji akan mengusut tuntas insiden ini guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

EDITOR: Banu Adikara