← Beranda
Ketum Pasbata Sebut Narasi Pemerintah Tidak Bekerja itu Bukan Kritik, tapi Provokasi Berbahaya
Bintang Pradewo• Selasa, 7 April 2026 | 20.20 WIB
Ketua Umum PASBATA Prabowo, David Febrian. (Istimewa)

JawaPos.com — Ketua Umum Pasukan Bawah Tanah Prabowo (Pasbata) David Febrian melontarkan pernyataan sangat tegas terkait berkembangnya narasi yang dinilai tidak lagi sebatas kritik. Melainkan mengarah pada upaya delegitimasi terhadap pemerintahan yang sah. 

Dia menyinggung pernyataan yang beredar di ruang publik, termasuk yang dikaitkan dengan pengamat seperti Saiful Mujani dan Islah Bahrawi. Menurutnya, pola komunikasi yang dibangun telah melewati batas kewajaran kritik dan cenderung mendorong opini publik untuk meragukan legitimasi negara.

“Kalau kritik itu berbasis data dan solusi, itu sehat. Tapi kalau yang dibangun adalah narasi seolah pemerintah tidak bekerja, seolah rakyat diabaikan, itu bukan lagi kritik tapi itu provokasi yang berbahaya,” tegasnya.

Baca Juga: 4 Shio Diramalkan Raih Rezeki Besar pada Akhir Pekan Ini

David bahkan menyebut pendekatan tersebut sebagai cara-cara yang tidak bertanggung jawab dan berpotensi merusak tatanan demokrasi.

“Ini cara pengecut. Ingin menjatuhkan kepercayaan publik tanpa berhadapan secara terbuka melalui mekanisme demokrasi,” ujarnya.

Ketua Umum Pasbata menegaskan bahwa berbagai program prioritas pemerintah, seperti makan bergizi gratis (MBG) dan penguatan pendidikan melalui sekolah rakyat, merupakan bukti konkret kerja negara yang tidak bisa diabaikan begitu saja dalam narasi publik.

“Program nyata ada, kerja nyata berjalan. Tapi itu sengaja tidak dibahas. Yang diangkat justru narasi negatif. Ini tidak objektif,” lanjutnya.

Baca Juga: Simak, Jadwal Waktu Shalat untuk Wilayah Purwakarta Selasa 07 April 2026

Dia juga menilai serangan yang terus diarahkan kepada pemerintah, TNI, Polri, hingga Presiden menunjukkan pola yang tidak sporadis.

“Kita melihat ada pola. Serangan ini masif, berulang, dan terarah. Publik tidak boleh lengah membaca situasi ini,” katanya.

Di tengah meningkatnya tensi global, ia mengingatkan bahwa bangsa Indonesia tidak boleh terpecah oleh narasi yang memperkeruh keadaan.

“Negara ini rumah kita bersama. Jangan biarkan kepentingan tertentu memecah belah kita dari dalam,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu dan tidak mudah terprovokasi oleh opini yang menyesatkan.

“Kritik itu perlu, tapi harus bertanggung jawab. Jangan adu domba. Rakyat yang paling dirugikan,” ujarnya.

EDITOR: Bintang Pradewo