JawaPos.com - Insiden ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, mengakibatkan 63 santri meninggal dunia dan 5 santri lainnya cacat fisik seumur hidup. Kini, pemerintah bersiap kembali membangun ponpes itu dengan dana APBN.
Kesiapan itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, saat insiden tersebut proses hukumnya tengah bergulir di ranah hukum karena diduga terjadi kelalaian.
Purbaya menyatakan secara tegas bahwa pemerintah siap menganggarkan dana dari APBN untuk membangun kembali Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny yang ambruk.
Menurut Purbaya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sudah setuju untuk melakukan pembangunan ulang Pesantren Al Khoziny yang ambruk.
Pembangunannya diduga tidak sesuai spesifikasi karena desain awal bangunan untuk satu lantai tiba-tiba disulap jadi 3 lantai, bahkan terakhir dicor untuk lantai 4.
Pembangunan ulang Pesantren Al Khoziny kini tinggal menunggu persetujuan dari Menteri Bidang Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar.
Jika Muhaimin memberikan lampu hijau, maka pesantren yang berada di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur itu dipastikan akan dapat dibangun ulang.
"Persetujuannya bukan ada di saya, tapi di Pak Muhaimin. Yang jelas Menteri Pekerjaan Umum (PU) sanggup, saya sanggup, tinggal persetujuan dari Pak Muhaimin," ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/10).
Purbaya menegaskan bahwa Kementerian Keuangan siap menganggarkan dana untuk pembangunan ulang Pesantren Al Khoziny asalkan mendapat persetujuan dari Muhaimin Iskandar.
"Kalau saya lampunya hijau terus, modenya mode belanja asal belanjanya pas, tepat sasaran, tepat waktu. Kalau dari sisi saya tidak masalah asalkan Menko Muhaimin setuju," tegas Purbaya.