JawaPos.com – Pecco Bagnaia mengungkapkan penyebab kegagalannya lolos langsung ke Q2 atau Kualifikasi 2 pada MotoGP Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring.
Dilansir dari laman Crash pada Sabtu (11/7), Pembalap Ducati Lenovo itu mengaku mengalami masalah serius terhadap cengkeraman ban belakang sepanjang sesi latihan.
Kondisi tersebut membuatnya harus memulai perjuangan dari Kualifikasi 1.
Baca Juga: Juli 2026 Jadi Titik Balik? Menurut Tarot, 4 Shio Ini Berpeluang Mengubah Harapan Menjadi Kenyataan
Bagnaia menjelaskan bahwa karakter Sirkuit Sachsenring yang memiliki sejumlah tikungan datar sangat bergantung pada daya cengkeram ban belakang. Ia mengaku motornya kehilangan traksi sehingga terasa seperti melaju di atas permukaan es.
Menurut Bagnaia, kondisi tersebut membuat performanya menurun terutama di sektor kedua dan ketiga lintasan.
Pembalap asal Italia itu mengatakan timnya telah mencoba berbagai perubahan pengaturan motor untuk mengatasi persoalan tersebut. Namun, empat konfigurasi berbeda yang diuji belum mampu memberikan peningkatan pada cengkeraman ban belakang.
Bagnaia menilai sumber masalah bukan berasal dari pengaturan motor, melainkan pada sistem elektronik yang belum bekerja secara optimal.
Meski gagal menembus sepuluh besar dengan selisih waktu yang sangat tipis, Bagnaia tetap optimistis Ducati dapat menemukan solusi sebelum sesi kualifikasi berlangsung. Ia berharap timnya dapat mempelajari data dari pembalap Ducati lain yang tampil lebih kompetitif, termasuk Alex Marquez.
Dengan perbaikan tersebut, Bagnaia menargetkan mampu tampil lebih baik dan kembali bersaing memperebutkan posisi terdepan di MotoGP Jerman 2026.