← Beranda
Fabio Quartararo Ungkap Kekecewaan Atas Kecepatan Balap Yamaha Usai GP Jerman 2025 di Sachsenring
Risma Azzah FatinSelasa, 15 Juli 2025 | 02.33 WIB
Fabio Quartararo (Dok. Instagram @fabioquartararo20)

JawaPos.com  Fabio Quartararo menyampaikan kekecewaannya secara terbuka setelah finis di posisi keempat dalam MotoGP Jerman 2025. 

Meski menjadi pembalap non-Ducati terbaik dalam balapan itu, jarak waktu yang terpaut jauh dari para pemuncak membuatnya merasa frustrasi.

Dilansir dari laman Crash pada Senin (14/7), juara dunia 2021 tersebut finis hampir 19 detik di belakang pemenang balapan Marc Marquez, serta lebih dari 10 detik dari Francesco Bagnaia yang naik podium ketiga.

Baca Juga: Kemenangan ke-69 Marc Marquez di MotoGP Tercapai di Sachsenring, Cetak Sejarah dalam Balapan ke-200

Quartararo pun turut mengungkapkan bagaimana akan kurangnya kecepatan balapan dari motor Yamaha yang dikendarainya.

Quartararo memulai balapan dari posisi keenam, namun langsung merosot ke urutan kesembilan pada putaran awal.

Sepanjang balapan, ia kesulitan melakukan manuver menyalip, dan hanya naik ke posisi keempat berkat insiden kecelakaan yang melibatkan Fabio Di Giannantonio, Johann Zarco, dan Marco Bezzecchi.

Meskipun hasil ini merupakan pencapaian terbaiknya pada hari Minggu sejak finis kedua di Jerez, pembalap Prancis itu mengaku jauh dari puas. Ia menyebut performa Yamaha saat ini tidak layak untuk bersaing di level tertinggi.

Fabio Quartararo menyebut bahwa motornya terasa lambat dan kurang stabil. Ia menegaskan bahwa selisih waktu yang sangat besar dari para pesaing utama menunjukkan bahwa Yamaha tengah berada dalam krisis performa.

Quartararo menyatakan bahwa timnya harus segera menemukan solusi, terutama dalam hal kecepatan balapan, bukan hanya kecepatan satu putaran.

Quartararo merasa performa saat balapan benar-benar mengecewakan meskipun sesekali mampu tampil baik dalam sesi kualifikasi.

Sachsenring sebenarnya pernah menjadi lintasan yang memberikan kebahagiaan tersendiri bagi Quartararo, termasuk kemenangan Yamaha terakhir di MotoGP pada musim 2022.

Namun kini, situasinya sangat berbeda. Waktu finis Quartararo di GP Jerman tahun ini justru lebih lambat dari saat ia finis ke-11 tahun lalu, padahal kondisi lintasan relatif mirip. Ini menandakan penurunan signifikan dalam performa balapan Yamaha selama dua musim terakhir.

Empat kali pole position yang diraih Quartararo musim ini belum mampu mengangkat hasil balap Yamaha secara menyeluruh. Ia menyatakan bahwa keberhasilan di sesi kualifikasi kini terasa hampa jika tidak diikuti dengan performa balapan yang kompetitif.

Quartararo mengaku bahwa meski meraih pole memberi motivasi, pada akhirnya tim sadar bahwa peluang mempertahankan posisi itu sangat kecil.

Selain hasil di Jerez, satu-satunya pengecualian positif bagi Quartararo di musim ini adalah GP Inggris.

Namun, kesempatan menang di sana pupus akibat kegagalan sistem ketinggian motor. Ia juga menyinggung bahwa kondisi balapan di Sachsenring sangat menantang, terutama di Tikungan 1 yang diwarnai hembusan angin dari belakang.

Hal ini membuat pengendalian motor menjadi lebih sulit, dan semakin memperparah masalah cengkeraman ban yang sudah buruk sejak awal.

Baca Juga: Fabio Quartararo Akui Terkejut Raih Podium Sprint MotoGP Jerman 2025 Setelah Start dari Posisi Ketujuh

EDITOR: Candra Mega Sari