JawaPos.com - Perkampungan betawi yang sudah mulai tergusur akibat pembangunan akan diteliti oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Karena kasus tersebut harus ditela'ah satu per satu agar bisa menemukan titik terang.
Anies Baswedan mengatakan ingin melihat satu per satu kasus yang menimpa penduduk di kawasan perkampungan. Khususnya, mereka yang selama ini tergerus karena pembangunan gedung-gedung tinggi.
Penelusuran JawaPos.com, ditemukan beberapa kasus terjadi pengurangan signifikan terhadap jumlah kepala keluarga (KK) dalam perkampungan di ibu kota. Terutama di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan yang kini gencar membangun apartemen, perkantoran dan sejumlah gedung lainnya.
"Kita lihat kasus per kasus ya. Nanti kita lihat satu per satu, itu kan nggak bisa generik ya kalau gitu," ujar Anies kepada JawaPos.com saat ditemui di Balai Kota, Selasa (6/3).
Ketika ditanya terkait perizinan pembangunan gedung pencakar langit yang semakin marak, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu tak ingin berkomentar lebih lanjut.
"Jangan (dulu disimpulkan) lah. Saya kan bilang tadi kaji satu-satu. Kasus per kasus. Jangan anda simpulin gitu," tandasnya.
Berbeda dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang tetap mengizinkan pembangunan meski menggerus perkampungan. Menurutnya, pembangunan gedung-gedung di ibu kota harus tetap dilaksanakan. Sebab hal itu sebagai tanda kemajuan dan penciptaan lapangan kerja untuk masyarakat.
"Gedung harus dibangun, karena Jakarta kan harus terus menciptakan lapangan kerja buat masyarakat," kata Sandi saat ditemui terpisah.