JawaPos.com - Protein merupakan salah satu zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan dan menjalankan berbagai fungsi vital. Nutrisi ini berperan dalam membangun serta memperbaiki jaringan tubuh, termasuk otot, kulit, dan organ. Selain itu, protein juga dapat digunakan sebagai sumber energi ketika tubuh tidak memperoleh energi yang cukup dari sumber lainnya.
Meski memiliki peran penting, kebutuhan protein terkadang tidak terpenuhi akibat pola makan yang kurang seimbang, pembatasan jenis makanan tertentu, maupun kondisi kesehatan yang memengaruhi penyerapan nutrisi. Jika berlangsung dalam waktu lama, kekurangan protein dapat berdampak pada berbagai fungsi tubuh dan menimbulkan gejala yang sebaiknya tidak diabaikan.
Dilansir dari NDTV, terdapat sejumlah tanda yang dapat muncul ketika tubuh tidak memperoleh protein dalam jumlah yang cukup. Gejalanya bisa terlihat dari perubahan kondisi fisik hingga terganggunya proses pemulihan tubuh. Berikut tujuh gejala kekurangan protein yang perlu diketahui.
Baca Juga: 11 Tanda Seseorang Akan Melakukan Ghosting, Salah Satunya Mengaku Terlalu Sibuk
1. Pembengkakan pada kaki dan perut
Pembengkakan atau edema dapat menjadi salah satu tanda kekurangan protein yang serius. Kondisi ini biasanya ditandai dengan penumpukan cairan pada jaringan tubuh, terutama di bagian kaki dan perut. Protein dalam darah, khususnya albumin, membantu menjaga keseimbangan cairan agar tetap berada di dalam pembuluh darah. Ketika kadarnya terlalu rendah, cairan dapat berpindah ke jaringan sekitarnya dan menimbulkan pembengkakan. Jika mengalami gejala ini, segera periksakan diri ke tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya.
2. Massa dan kekuatan otot berkurang
Tubuh membutuhkan protein untuk mempertahankan sekaligus memperbaiki jaringan otot. Apabila asupannya tidak mencukupi, tubuh dapat menggunakan protein dari otot untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Akibatnya, massa dan kekuatan otot berangsur menurun sehingga aktivitas sehari-hari terasa lebih berat. Risiko ini juga perlu diperhatikan pada kelompok lansia yang rentan mengalami penyusutan massa otot.
3. Sistem kekebalan tubuh melemah
Asupan protein yang memadai diperlukan untuk mendukung pembentukan berbagai komponen sistem imun, termasuk antibodi. Jika tubuh kekurangan nutrisi ini, kemampuan untuk mempertahankan diri dari infeksi dapat terganggu. Seseorang pun berpotensi menjadi lebih rentan terhadap penyakit, terutama jika kekurangan protein disertai kekurangan zat gizi lainnya.
4. Rambut, kulit, dan kuku mengalami perubahan
Kondisi rambut, kulit, dan kuku juga dapat dipengaruhi oleh kecukupan protein. Rambut bisa menjadi lebih mudah rontok, kuku terasa rapuh, sedangkan kulit tampak kering atau kurang sehat. Hal tersebut berkaitan dengan peran protein dalam membentuk dan memelihara jaringan tubuh. Meski demikian, perubahan pada rambut, kulit, dan kuku tidak selalu disebabkan oleh kekurangan protein karena faktor lain juga dapat memicunya.
5. Lebih mudah lapar
Protein membantu memberikan rasa kenyang yang bertahan lebih lama setelah makan. Ketika asupannya kurang, seseorang mungkin lebih cepat merasa lapar dan terdorong untuk makan atau mengemil lebih sering. Keinginan mengonsumsi makanan tertentu, termasuk makanan manis, juga dapat muncul akibat berbagai faktor, seperti perubahan kadar gula darah dan komposisi makanan sehari-hari. Karena itu, menjaga keseimbangan asupan protein, karbohidrat, lemak, dan serat penting untuk membantu mengendalikan rasa lapar.
6. Proses penyembuhan luka melambat
Pemulihan luka membutuhkan protein untuk membentuk jaringan baru dan memperbaiki bagian tubuh yang mengalami kerusakan. Jika kebutuhan protein tidak terpenuhi, proses regenerasi jaringan dapat berjalan kurang optimal sehingga luka berpotensi membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh. Kondisi ini terutama perlu diperhatikan pada orang yang sedang dalam masa pemulihan setelah cedera, operasi, atau mengalami luka yang sulit sembuh.
7. Pertumbuhan dan perkembangan anak terganggu
Pada masa pertumbuhan, protein berperan penting dalam pembentukan jaringan dan perkembangan tubuh anak. Kekurangan protein dalam jangka panjang dapat menghambat pertumbuhan serta memengaruhi perkembangan secara keseluruhan. Oleh sebab itu, anak perlu mendapatkan asupan makanan bergizi seimbang yang mencukupi kebutuhan proteinnya sesuai usia.
Kebutuhan protein setiap orang berbeda-beda, bergantung pada usia, berat badan, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan. Untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut, konsumsi makanan sumber protein seperti telur, ikan, daging, susu, tahu, tempe, serta kacang-kacangan dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Apabila mengalami gejala yang menetap atau mengkhawatirkan, konsultasikan dengan tenaga kesehatan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani secara tepat.