JawaPos.com – Sarapan kerap dianggap sebagai salah satu bagian penting dari rutinitas pagi. Namun, tidak semua orang terbiasa makan setelah bangun tidur.
Sebagian orang memilih langsung memulai aktivitas karena terburu-buru, sementara lainnya lebih memilih menambah waktu tidur atau memang belum merasa lapar pada pagi hari.
Kebiasaan melewatkan sarapan sendiri dapat berkaitan dengan berbagai faktor, mulai dari pola hidup hingga kebiasaan makan seseorang. Sejumlah penelitian juga menemukan adanya hubungan antara pola makan pagi dengan suasana hati, konsentrasi, serta kondisi psikologis.
Meski demikian, hubungan tersebut tidak berarti bahwa setiap orang yang tidak sarapan pasti mengalami persoalan mental tertentu. Ada banyak faktor lain yang turut memengaruhi kondisi psikologis seseorang.
Baca Juga: Bukan Soal Usia, 7 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Tanda Kedewasaan Emosional Belum Terbentuk
Dilansir dari YourTango, berikut empat kecenderungan yang disebut dapat berkaitan dengan kebiasaan melewatkan sarapan.
1. Lebih Sulit Mengendalikan Impuls
Rasa lapar yang muncul setelah tidak makan dalam waktu cukup lama dapat membuat seseorang merasa lebih mudah terganggu atau tidak nyaman.
Ketika tubuh membutuhkan asupan makanan, hormon ghrelin turut berperan dalam munculnya rasa lapar. Kondisi lapar yang intens pada sebagian orang dapat membuat pengendalian emosi dan dorongan sesaat menjadi lebih sulit.
Akibatnya, seseorang mungkin lebih mudah mengambil keputusan secara spontan atau bereaksi terhadap persoalan kecil tanpa mempertimbangkannya secara matang.
Karena itu, rasa lapar bukan hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga dapat memengaruhi bagaimana seseorang merespons situasi tertentu.
2. Suasana Hati Bisa Lebih Mudah Terganggu
Beberapa penelitian menemukan adanya hubungan antara kebiasaan melewatkan sarapan dengan gejala depresi dan kecemasan.
Salah satu penjelasan yang dibahas adalah kemungkinan adanya hubungan antara pola makan, kemampuan mengatur perhatian, dan kondisi emosional seseorang.
Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan setelah berjam-jam berpuasa saat tidur, sebagian orang dapat merasa lebih lemas, mudah tersinggung, atau kurang bersemangat menjalani aktivitas.
Namun, penting untuk dipahami bahwa melewatkan sarapan bukan satu-satunya penyebab munculnya depresi atau kecemasan. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor biologis, psikologis, dan lingkungan.
3. Konsentrasi dan Produktivitas Bisa Menurun
Perut kosong dapat membuat sebagian orang kesulitan memusatkan perhatian pada pekerjaan atau aktivitas yang sedang dilakukan.
Alih-alih fokus menyelesaikan tugas, pikiran justru dapat terus tertuju pada rasa lapar. Kondisi tersebut berpotensi membuat aktivitas menjadi kurang efektif, terutama bagi orang yang membutuhkan konsentrasi tinggi sejak pagi.
Jika keadaan ini terjadi berulang kali, rasa lelah dan tekanan akibat pekerjaan yang tertunda juga dapat membuat seseorang merasa semakin terbebani.
Karena itu, bagi orang yang merasa tubuhnya membutuhkan sarapan, menyediakan makanan dengan kandungan gizi yang cukup dapat membantu mendukung energi untuk menjalani aktivitas pagi.
4. Bisa Lebih Enggan Bersosialisasi
Rasa lapar dan tubuh yang kekurangan energi juga dapat memengaruhi keinginan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungan.
Ketika merasa lemas atau suasana hati sedang buruk, sebagian orang mungkin memilih mengurangi percakapan dan menghabiskan waktu sendirian.
Jika berlangsung terus-menerus, berkurangnya interaksi sosial dapat membuat seseorang semakin merasa terisolasi. Padahal, hubungan dengan keluarga, teman, maupun lingkungan sekitar merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga kesejahteraan emosional.
Meski demikian, tidak sarapan tidak otomatis membuat seseorang menjadi antisosial. Preferensi makan setiap orang berbeda dan sebagian orang memang terbiasa menjalani pola makan tanpa sarapan.
Pada akhirnya, yang paling penting adalah memperhatikan kondisi tubuh dan pola hidup secara keseluruhan. Jika sering merasa lemas, sulit berkonsentrasi, atau mengalami perubahan suasana hati yang mengganggu aktivitas, sebaiknya jangan langsung menyimpulkan penyebabnya hanya karena tidak sarapan.