JawaPos.com – Di era digital saat ini, perubahan dalam pola tidur telah diamati dengan semakin banyaknya individu yang berubah menjadi orang yang suka begadang.
Banyak orang menggunakan smartphone, tablet, dan komputer untuk menonton, menggulir media sosial, dan menjelajah internet.
Akibatnya, mereka semakin sulit untuk beristirahat dan tertidur pada waktu yang tepat.
Sebaliknya, mereka begadang bahkan hingga dini hari dan kemudian kesulitan untuk bangun pagi.
Nyatanya tidur larut malam atau begadang dapat berdampak negatif bagi tubuh atau kesehatan Anda secara keseluruhan.
Dilansir English jagran, berikut lima perubahan yang terjadi pada tubuh saat Anda tidur larut malam.
1. Penambahan berat badan
Tidur larut malam dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Pola tidur yang tidak teratur mengganggu hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang, menyebabkan makan berlebihan dan pilihan makanan yang buruk.
Selain itu, kurang tidur mengurangi motivasi untuk beraktivitas fisik, yang menyebabkan gaya hidup kurang gerak dan peningkatan penyimpanan kalori sehingga mengakibatkan kenaikan berat badan.
2. Fungsi kekebalan tubuh yang melemah
Kebiasaan ini juga dapat mengganggu fungsi kekebalan tubuh, membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit.
Kurang tidur yang terus-menerus melemahkan sistem kekebalan tubuh dengan mengurangi produksi sitokin yang melawan infeksi.
Gangguan ini dapat menyebabkan seringnya pilek, flu, dan infeksi lainnya sehingga penting untuk prioritaskan jadwal tidur yang konsisten.
3. Gangguan fungsi kognitif
Hal ini dapat mengganggu fungsi kognitif sekaligus memengaruhi kemampuan Anda untuk berpikir jernih dan membuat keputusan yang tepat.
Kurang tidur dapat mengaburkan penilaian dan memperlambat waktu reaksi serta mengurangi fokus, yang menyebabkan penurunan produktivitas.
4. Menguras energi
Tertidur larut malam dapat membuat Anda merasa lelah dan lesu. Kurang tidur yang berkelanjutan menguras cadangan energi sehingga menyulitkan Anda untuk menjalani tugas dan aktivitas sehari-hari.
Bangun dalam keadaan lelah dan lesu dapat berdampak negatif pada hari itu, memengaruhi motivasi dan kesejahteraan secara keseluruhan.
5. Ketidakseimbangan hormon
Hal ini dapat semakin mengganggu keseimbangan hormon sekaligus memengaruhi fungsi tubuh yang penting.
Hormon seperti melatonin yang mengatur tidur dan kortisol, hormon stres, menjadi tidak seimbang.
Selain itu, hormon yang mengendalikan pertumbuhan dan reproduksi juga terpengaruh, yang berpotensi menimbulkan masalah kesuburan, metabolisme, dan kesejahteraan secara keseluruhan.