← Beranda
Kantong Tetap Aman Saat Rupiah Melemah? Kenali Tren Soft Saving Ala Gen Z Supaya Bisa Nabung untuk Menjaga Kondisi Finansial Anda
Shania Vivi Armylia PutriJumat, 10 Juli 2026 | 20.14 WIB
Ilustrasi orang yang rajin menabung. (Magnific)

JawaPos.com - Tekanan kehidupan ekonomi modern di mana tingginya biaya hidup, budaya hustle culture, sampai properti yang semakin sulit dijangkau, membuat banyak gen Z mencari cara baru dalam mengelola keuangan.

Di sisi lain juga metode menabung dengan mengharuskan penghematan secara ketat sering kali terasa berat untuk dijalankan oleh kalangan muda saat ini.

Soft saving adalah tren baru yang dilakukan oleh anak muda, agar tetap bisa menabung namun dengan cara yang lebih fleksibel.

Soft saving mengajarkan untuk tetap menyisihkan uang secara sedikit demi sedikit namun secara konsisten untuk mencapai tujuan keuangan tertentu. Mulai dari membeli tiket konser, membeli gadget baru, travelling, sampai mempersiapkan kebutuhan masa depan.

Cara ini dipandang lebih realistis untuk saat ini karena bisa menyesuaikan dengan kondisi keuangan setiap orang. Selain itu biaya hidup yang terus meningkat, semantara banyak kebutuhan yang harus tetap terpenuhi.

Mengutip informasi dari laman banksinarmas dan pnmim.com pada (10/7),   Berbeda dengan konsep hard saving yang lebih fokus terhadap penghematan super ketat dan menabung dalam jumlah besar, soft saving lebih mengajarkan kita untuk menabung dalam jumlah kecil namun tetap memberikan ruang untuk menikmati pengalaman, hiburan, lifestyle, serta kondisi keuangan yang lebih terkendalikan.

Penasaran bagaimana tren soft saving ini mulai dilakukan oleh Gen Z? Berikut beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk memulai tren soft saving  ini. 

  1. Tentukan target keuangan 

Sebelum mulai menabung sebaiknya anda menentukan tujuan finansial yang ingin dicapai terlebih dahulu. Misalnya untuk nonton konser, healing, liburan, membeli benda elektronik, sampai rencana masa depan.

Saat tujuan sudah ditentukan, target menabung akan semakin jelas, dan anda akan lebih termotivasi untuk menabung secara konsisten. 

  1. Sisihkan uang dalam jumlah kecil secara rutin

Berbeda dengan metode hard saving, soft saving ala gen Z cenderung lebih fleksibel di mana menabung dilakukan dengan perlahan namun konsisten.

Fokus utamanya adalah menabung sedikit demi sedikit sesuai kemampuan namun rutin. Misalnya dengan mengumpulkan uang receh setiap hari, menyisihkan uang belanja, atau mengumpulkan sisa kembalian.

  1. Atur porsi gaji yang fleksibel 

Soft saving tidak menggunakan cara menyiksa dengan hustle culture untuk memiliki tabungan. Sebaliknya, penghasilan dibagi secara realistis supaya kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi tanpa mengabaikan gaya hidup.

Anda dapat membagi gaji dengan persentase 50% dialokasikan untuk kebutuhan pokok, 30% untuk lifestyle, 20% untuk investasi.

  1. Sesuaikan secara fleksibel untuk dana darurat 

Prinsip soft saving dapat juga dapat diterapkan untuk membangun dana darurat. Anda bisa mengalokasikan sisa uang kembalian belanja, cashback, atau uang receh secara otomatis ke rekening atau dompet digital khusus untuk dana darurat.

Dengan car ini, dana cadangan bisa tetap terkumpul sedikit demi sedikit tanpa terasa membebani kehidupan sehari-hari. 

  1. Manfaatkan cashback

Saat anda memperoleh cashback belanja, hindari untuk menggunakannya kembali. Setiap kali cashback masuk ke saldo dompet digital, segera pindahkan nominal tersebut ke dalam rekening tabungan atau dompet digital yang anda gunakan untuk menabung.

Cashback dapat menjadi tambahan untuk nominal soft saving anda, sehingga dana dapat segera terkumpul.

  1. Pakai fitur auto debit

Anda perlu menggunakan fitur auto debit dari bank dan dompet digital. Fitur ini sangat berguna karena secara otomatis memindahkan nominal pendapatan anda secara otomatis pada tabungan tertentu.

Kebiasaan ini dapat memudahkan anda karena menabung akan lebih konsisten tanpa harus mengingatnya atau melakukan secara manual.

  1. Pakai aplikasi kantong digital

Beberapa aplikasi dari bank memiliki fitur saving pocket dan kantong digital. Fitur ini perlu anda gunakan untuk memisahkan uang sesuai dengan tujuan keuangan tertentu.

Anda dapat membuat beberapa kantong digital misalnya untuk dana darurat, liburan, travelling, nonton konser, beli baju, atau kebutuhan lainnya. 

EDITOR: Hanny Suwindari