← Beranda
11 Perilaku Awal Secara Psikologi Mengungkap Seseorang akan Kaya dan Sukses Finansial
Mohammad Maulana IqbalKamis, 4 Juni 2026 | 02.15 WIB
Kesalahan parenting yang dihindari orang tua cerdas demi masa depan anak kata psikologi (Magnific/ prostooleh)

 

JawaPos.com – Kekayaan dan sukses finansial jarang terjadi secara tiba-tiba karena hampir selalu diawali oleh perilaku kecil yang bisa diamati sejak dini.

Secara psikologi, cara seseorang mengelola waktu, tantangan, dan hubungannya dengan orang lain adalah indikator kuat tentang ke mana hidupnya akan melangkah.

Orang-orang yang akhirnya berhasil membangun kekayaan nyata hampir selalu bertindak berbeda jauh sebelum ada hasil konkret yang bisa mereka tunjukkan.

Dilansir dari laman YourTango pada Rabu (3/6), berikut sebelas perilaku awal yang secara konsisten membedakan mereka yang akan menjadi kaya dari mereka yang akan terus berjuang di tempat yang sama.

1. Percaya bahwa mereka mampu membangun kehidupan yang lebih baik

Kepercayaan diri yang tulus bukan soal pengakuan dari luar, melainkan tentang memahami kekuatan sendiri dan menggunakannya secara konsisten setiap hari.

Orang yang benar-benar percaya pada kemampuannya tahu nilai dirinya bahkan ketika belum ada yang memuji atau mengakui pencapaiannya.

Mereka selalu berusaha meningkatkan diri dan membiarkan rasa harga diri yang kuat memandu setiap keputusan yang mereka ambil dalam hidup.

2. Memperlakukan tantangan sebagai kesempatan untuk belajar

Riset dari Nature menemukan bahwa pola pikir berkembang membantu seseorang menghadapi tantangan yang lebih sulit dan terus bergerak meski keadaan terasa berat.

Orang yang akan membangun kekayaan tidak melihat kesulitan sebagai hambatan, melainkan sebagai undangan untuk berkembang dan menjadi lebih tangguh dari sebelumnya.

Kemampuan merasakan tekanan, beradaptasi, dan terus melangkah dengan ketangguhan yang lebih besar adalah fondasi dari kesuksesan jangka panjang yang nyata.

3. Meminta umpan balik alih-alih berpura-pura sudah tahu segalanya

Psikolog Nigel Barber, PhD, menunjukkan bahwa kegagalan bisa membantu seseorang menjadi lebih tangguh, lebih kreatif, dan lebih paham tentang apa yang tidak boleh diulang.

Riset dalam jurnal Neuron menemukan bahwa perilaku berubah sebagai respons terhadap umpan balik, yang menjelaskan mengapa kesalahan bisa sangat berguna jika diperhatikan dengan serius.

Orang yang menerima masukan dengan lapang dada dan menggunakannya untuk tumbuh justru sedang mempersiapkan diri untuk menerima kesuksesan yang mengikutinya.

4. Membangun hubungan dengan orang-orang yang mendorong pertumbuhan

Studi dalam jurnal Science menemukan bahwa koneksi profesional yang lebih luas bisa membantu seseorang menemukan peluang kerja baru yang tidak terduga.

Orang yang akan sukses secara finansial secara aktif mencari mentor di berbagai bidang kehidupan dan tidak ragu meminta bantuan ketika membutuhkannya.

Mereka memahami bahwa tidak ada orang yang berhasil sendirian dan bahwa komunitas yang tepat adalah salah satu aset terbesar yang bisa dimiliki.

5. Tahu kapan harus berkata tidak pada hal yang membuang waktu

Meta-analisis dalam PLOS One menemukan bahwa manajemen waktu yang baik berkaitan dengan kinerja yang lebih kuat dan tingkat stres yang lebih rendah.

Mengatakan tidak pada hal-hal yang tidak memberikan nilai membuat seseorang bisa mengarahkan energinya pada apa yang benar-benar penting dan bermakna.

Orang yang tahu batas kemampuannya juga tahu persis ke mana mereka ingin mengalirkan perhatian dan usaha mereka setiap harinya.

6. Beristirahat sebelum kelelahan

Tidur tujuh hingga delapan jam tanpa gangguan memberi tubuh kesempatan untuk memulihkan diri dan meningkatkan produktivitas, suasana hati, serta kejernihan berpikir.

Orang yang akan membangun kekayaan memahami bahwa sukses adalah maraton bukan sprint, sehingga mereka tahu kapan harus berhenti dan mengisi ulang energi.

Istirahat bukan waktu yang terbuang karena memberi kesempatan untuk pulih, merefleksikan diri, dan kembali dengan energi yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

7. Menyesuaikan diri ketika situasi berubah

Studi dalam Journal of Vocational Behavior menemukan bahwa kemampuan adaptasi karier membantu seseorang menikmati pekerjaan lebih besar dan menghasilkan performa yang lebih baik.

Orang yang kaku dengan cara lama akan tertinggal, sementara mereka yang fleksibel selalu siap mencari solusi baru dari berbagai sudut pandang yang berbeda.

Mereka memahami bahwa cara yang berhasil di masa lalu belum tentu akan berhasil di konteks baru yang terus berubah.

8. Mengambil inisiatif tanpa menunggu disuruh

Menurut Deborah J. Cohan, PhD, orang yang berani bertindak bahkan saat tidak nyaman adalah mereka yang tumbuh menjadi pemimpin, anggota tim, dan teman yang paling bisa diandalkan.

Mereka tidak meminta izin untuk berbagi pendapat atau mengambil langkah maju, bahkan ketika itu berarti melawan arus yang ada di sekitar mereka.

Semangat ambisius dan sikap proaktif mereka menunjukkan bahwa mereka selalu siap membuat langkah berikutnya tanpa harus menunggu momentum dari luar.

9. Menggunakan waktu secara efisien daripada mencoba melakukan semua hal sekaligus

Riset dari Proceedings of the National Academy of Sciences menemukan bahwa orang yang banyak melakukan multitasking cenderung memiliki daya ingat yang lebih lemah.

Fokus pada satu tugas pada satu waktu dan menyelesaikannya sepenuhnya jauh lebih efektif daripada mencoba mengerjakan banyak hal secara bersamaan.

Mereka juga tahu bahwa mendelegasikan tugas kepada orang lain bukan kelemahan, melainkan bagian penting dari strategi membangun kesuksesan jangka panjang.

10. Merefleksikan pilihan dan belajar darinya

Riset dari Harvard Business Review menemukan bahwa eksekutif bisnis paling banyak belajar dari momen ketika mereka merasa frustrasi, terkejut, atau gagal dalam sesuatu.

Orang yang secara rutin merenungkan apa yang berjalan salah dan mengapa hal itu memengaruhi mereka bisa merespons dengan cara yang lebih baik ke depannya.

Kesadaran diri yang tinggi yang lahir dari refleksi adalah fondasi langsung dari pertumbuhan emosional yang pada akhirnya membuka jalan menuju pertumbuhan finansial.

11. Fokus pada apa yang bisa dibangun bukan apa yang kurang

Studi dalam Psychological Science menemukan bahwa rasa syukur membuat seseorang lebih sabar dalam urusan uang dan mendorong keputusan finansial yang lebih bijak.

Pola pikir kelimpahan mendorong seseorang untuk mengenali kekayaan yang sudah ada dalam hidupnya dan membangun di atasnya daripada terus merasa kekurangan.

Bersyukur atas hal-hal kecil yang sudah dimiliki adalah titik awal dari mentalitas yang secara konsisten menarik lebih banyak kesempatan dan keberhasilan ke dalam hidup.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti