JawaPos.com - Sebagai makhluk sosial, manusia tentu memiliki banyak jenis kepribadian yang berbeda satu sama lain. Perbedaan kepribadian ini bisa dibentuk dari bagaimana cara mereka dibesarkan, konteks budaya, bahkan cerminan kepribadian orangtua.
Kamu tentu pernah melihat orang dengan berbagai kepribadian dalam hidup kamu. Mulai dari orang yang ceria dalam kesehariannya, orang tegas yang memimpin rapat perusahaan, sampai orang tenang yang hidup menjadi penulis yang duduk di ujung sebuah kafe.
Adanya berbagai kepribadian dan sifat inilah yang menjadikan manusia unik antara satu dengan lainnya. Dari berbagai sifat dan ragam perilaku yang ada, kamu mungkin pernah melihat atau mungkin merasa menjadi sosok yang people pleaser.
Seperti namanya, sosok people pleaser adalah orang yang terlalu mengakomodasi orang lain. Baik itu secara mental maupun fisik, sosok people pleaser akan mengutamakna ornag lain alih-alih dirinya.
Salah satu hal yang paling sering dilakukan sosok people pleaser adalah terlalu banyak minta maaf. Dilansir dari LinkedIn dan Therapy In a Nutshell, berikut ini merupakan 6 cara untuk berhenti meminta maaf terlalu banyak:
1. Telusuri dan Sadari Penyebab
Cara pertama untuk berhenti meminta maaf terlalu banyak adalah dengan menelusuri dan menyadari sifat terlalu banyak meminta maaf tersebut. Kamu bisa mencatat seberapa banyak kamu meminta maaf dalam dialog dengan orang lain.
Selain itu, kamu juga bisa menelusuri penyebab dari sifat terlalu banyak meminta maaf kamu ini. Misalnya, kamu memiliki keprcayaan diri rendah atau dibesarkan dengan kecil hati. Dengan kesadaran ini, akan lebih mudah untuk menangani hal tersebut.
2. Berhenti Sebelum Minta Maaf
Cara kedua untuk berhenti meminta maaf adalah dengan berhenti sejenak sebelum meminta maaf. Sebelum tergesa-gesa mengucapkan maaf, berilah jeda waktu beberapa saat.
Kamu bisa menghela napas sejenak dan memberikan pertanyaan pada dirimu sendiri apakah hal tersebut benar-benar memerlukan permintaan maaf. Jeda tersebut bisa membuatmu mempertimbangkan dan bahkan lambat laun mengurangi frekuensi permintaan maaf tersebut.
3. Ganti Kata Permintaan Maaf
Cara ketiga untuk berhenti meminta maaf adalah dengan ganti permintaan maaf tersebut. Ketimbang permintaan maaf, ada banyak alternatif kata yang bisa kamu gunakan.
Misalnya, berterimakasih atas bantuan orang lain alih-alih mintaa maaf karena merasa tidak enak. Atau, menghapus kata maaf apabila kamu ingin mengatakan sesuatu yang normal seperti permintaan tolong atau pertanyaan.
4. Perbaiki Komunikasi Verbal
Cara keempat untuk berhenti meminta maaf adalah perbaiki komunikasi verbal. ALih-alih menggunakan bahasa merendah yang diikuti dengan permintaan maaf, cobalak bekromunikasi dengan bahasa yang tegas, lugas dan langsung pada intinya.
Kamu bisa berlatih untuk bicara seperlunya dan juga menyampaikan pesan dengan baik. Kamu juga harus tahu kapan saat yang tepat untuk berhenti bicara dankapan saat yang tepat untuk bicara.
5. Tingkatkan Kepercayaan Diri
Cara kelima untuk berhenti meminta maaf adalah dengan meningkatkan kepercayaan diri. Ketika kamu banyak meminta maaf, hal ini bisa membuatmu kecil hati dan banyak merasakan perasaan bahwa kamu tidak pantas beropini atau berada di ruang tersebut.
Kamu pelru mengubah pemikiran tersebbut dan meningkatkan kepercayaan diri. Misalnya, dalam rapat perusahaan atau dalam diskusi kelas, jangan takut untuk mengemukakan pendapat karena kamu sama berhaknya dengan ornag lain yang duduk di ruangan tersebut.
6. Lakukan Afirmasi Diri
Cara keenam untuk berhenti meminta maaf adalah dengan lakukan afirmasi diri. Setiap hari kamu bisa meyakini diri dengan kalimat bahwa kamu berharga dan berhak untuk angkat bicara.
Dalam berkomunikasi, tegakkan kepala dan angkat bicara ketika kamu merasa ada di pihak yang benar. Jangan gentar untuk berpendapat dan jangan ragu mengucapkan tidak bila diperlukan.
Keenam poin diatas merupakan beberapa cara yang bsia dilakukan untuk berhenti meminta maaf terlalu banyak. Dengan mengubah kebiasaan ini, kamu bisa menjalani hari dengan lebih lega dan percaya diri nantinya.