Jawapo.com - Perayaan Natal yang diperingati setiap tanggal 25 Desember bagi masyarakat Kristiani selalu dirayakan bersama keluarga.
Akan tetapi, ada juga beberapa orang dan daerah lainnya yang mempunyai cara tersendiri dalam merayakan Natal.
Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki caranya dalam merayakan bahkan bisa disebut unik oleh sebagian orang.
Berikut ini ada 7 tradisi unik perayaan natal di Negara Indonesia, dikutip (11/12) dari postingan akun instagram @jatimpemprov dan @toleransi.id
Baca Juga: Hangat dan Creamy! Resep Pastel Tutup Inggris yang Cocok Disajikan Saat Makan Malam Natal
- Jawa/Yogyakarta
Di daerah Jawa khususnya Yogyakarta untuk merayakan Natal biasanya mengadakan pagelaran “Wayang Wahyu.”
Pagelaran ini sudah ada sejak tahun 1960-an sehingga menggabungkan antara budaya dan ajaran agama.
Pertunjukkan ini biasanya diawali dengan Misa dalam bahasa Jawa dengan dipimpin pastor yang mengenakan pakaian adat.
Kemudian, dilanjutkan dengan pagelaran wayang yang menceritakan kelahiran Yesus berdasarkan kisah Alkitab dalam agama Kristen dan Katolik.
Baca Juga: Macam-Macam Hidangan Natal dari Berbagai Negara, Mulai dari Kalkun Panggang hingga Stollen
- Bali
Di Bali dalam merayakan Natal masyarakat biasanya mengadakan tradisi “Ngejot dan Penjor.”
Tradisi diadakan untuk meningkatkan toleransi antarumat beragama dan melambangkan rasa syukur.
Ngejot dan Penjor dilakukan dengan cara warga memasak berbagai makanan khas Bali yang kemudian dibagikan ke masyarakat sekitar, tanpa pandang agama atau latar belakangnya.
- Sumatera Utara
Pada masyarakat Batak merayakan Natal dengan melakukan tradisi “Marbinda” yang melambangkan kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur.
Marbinda adalah tradisi dengan melakukan penyembelihan hewan, seperti sapi, babi, dan kerbau.
Semakin banyak iuran yang terkumpul untuk tradisi ini, semakin besar pula hewan yang akan disembelih.
- Manado, Sulawesi Utara
Dalam merayakan Natal masyarakat daerah ini melaksanakan tradisi “Kunci Taon” di Manado,Sulawesi Utara.
Di daerah Manado perayaan Natal sudah dimulai sejak 1 Desember dengan sebutan “Pra-Natal”
Tradisi Kunci Taon dilakukan dengan masyarakat berziarah atau berkunjung ke makam dan makan bersama.
Pada saat Natal tiba tanggal 24-25 Desember para pemuda akan berdandan, seperti Sinterklas atau Santa Claus yang mengunjungi rumah-rumah untuk membagikan hadiah.
- Jakarta
Perayaan Natal di Jakarta adalah dengan adanya tradisi “Rabo-Rabo” yang biasa dilakukan sebagai peringatan.
Tradisi ini dilakukan dengan berkeeliling kampong diiringi music keroncong. Setiap rumah yang telah dikunjungi keluarga pemilik rumah tersebut ikut bergabung mengunjungi rumah lainnya.
Hal itu dilakukan terus hingga memanjang dan tradisi ditutup dengan pesta makan bersama.
- Nusa Tenggara Timur (NTT)
Hari raya Natal di NTT biasa dilakukan dengan tradisi “Meriam Bambu” khusus masyarakat Flores.
Tradisi ini sudah ada sejak tahun 1980-an dengan membunyikan meriam bambu sebagai simbol kebahagiaan dan menyambut kelahiran Yesus.
- Papua
Di Papua masyarakatnya merayakan Natal dengan melakukan tradisi “Bakar Batu” sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.
Tradisi ini dilakukan dengan cara memasak bersama menggunakanbatu panas dalam lubang yang telah dilapisi daun pisang.