← Beranda
Ngidam Manis Setelah Makan Malam? 6 Penyebab Rahasia yang Jarang Terungkap, Nomor 3 Sering Terjadi
Aulia Nur IsfahaniMinggu, 14 September 2025 | 03.42 WIB
Ilustrasi makanan manis (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Pernah baru selesai makan malam, tapi tiba-tiba langsung pengen nyari cokelat, es krim, atau kue manis?

Padahal perut udah kenyang, tapi mulut seakan nggak bisa berhenti mikirin dessert. Fenomena ini ternyata bukan hal yang aneh, justru banyak orang mengalaminya setiap hari.

Ngidam manis setelah makan malam bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan, kondisi tubuh, hingga sinyal dari otak yang tanpa sadar kita ikuti.

Bahkan, ada juga alasan psikologis yang bikin kita merasa “butuh” makanan manis meski sebenarnya sudah cukup makan.

Baca Juga: Pecinta Makanan Manis Harus Tahu! Ini Dia 3 Spot Dessert Paling Hits di Jakarta

Dirangkum dari laman Very Well Health dan Times of India, berikut enam penyebab kamu ngidam manis setelah makan malam.

  1. Kebiasaan membatasi gula terlalu keras

Kalau kamu terlalu sering “diet ketat” yang hampir menghilangkan gula sama sekali, otak bisa merasa “kekurangan” (walau tubuh nggak kekurangan secara nutrisi). Ini memicu keinginan yang kuat terhadap makanan manis.

  1. Paparan iklan, media sosial dan rangsangan lingkungan

Melihat gambar atau iklan soal makanan manis di sosmed, TV, toko, atau kemasan bisa memicu “cue craving” yaitu otak mu langsung “tertarik” sama makanan tersebut karena sinyal eksternal.

Baca Juga: Mengenal Tradisi Perayaan Hari Raya Idul Fitri di Berbagai Negara, Mulai dari Makan Makanan Manis hingga Mengikuti Festival

  1. Sistem reward otak dan emosi

Gula dapat memicu pelepasan hormon “perasaan enak” seperti dopamin dan serotonin.

Saat stres, sedih, bosan, atau mood turun, makan manis bisa terasa sangat memuaskan karena cara ini “mengganjal” kebutuhan emosional.

  1. Ketidakseimbangan gula darah setelah makan

Makan makanan tinggi karbohidrat sederhana tanpa cukup protein, serat, atau lemak sehat bisa bikin lonjakan gula darah, insulin meningkat, kemudian gula darah turun drastic,  otak memicu craving manis sebagai ‘solusi cepat’.

  1. Rasa bosan dengan rasa

Setelah menyantap makanan yang rasa-nya “sama” (biasanya rasa savory atau asin, umami.), indera perasa kita jadi jenuh.

Otak dan lidah minta variasi, seperti rasa manis sering jadi pilihan karena kontrasnya.

  1. Craving (keinginan) makin kuat di malam hari karena ritme tubuh dan kelelahan mental

Menjelang malam hari, kontrol diri kita bisa melemah karena faktor kelelahan fisik dan mental, ditambah pengaruh ritme sirkadian yang membuat keinginan terhadap makanan manis atau camilan asin makin meningkat.

Ngidam manis setelah makan malam ternyata bukan sekadar kebiasaan iseng, tapi ada banyak faktor yang memicunya mulai dari pola makan, kondisi emosional, hingga cara kerja otak dan tubuh kita.

Menyadari penyebabnya bisa membantu kamu lebih bijak mengontrol craving, tanpa harus benar-benar menghilangkan makanan manis dari hidupmu.

Ingat, kuncinya ada pada keseimbangan, nikmati dessert sesekali, tapi tetap utamakan pola makan sehat agar tubuh dan pikiran tetap terjaga.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho