← Beranda
Susah Tidur karena Overthinking? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Menurut Ahli dan Konten Edukasi
Lavinia Tiara Malika• Selasa, 9 September 2025 | 03.09 WIB
Ilustrasi seseorang yang overthinking

JawaPos.com – Pernah rebahan di kasur, mata sudah terpejam, tapi pikiran malah sibuk memutar ulang semua hal yang terjadi seharian? Mulai dari pekerjaan, tugas kuliah, sampai drama kehidupan pribadi yang belum selesai.

Alhasil, bukannya tidur nyenyak, malah gelisah hingga larut malam. Fenomena ini sering disebut sebagai susah tidur akibat beban pikiran.

Menurut edukasi dari akun TikTok @sundarindah, kondisi tersebut muncul karena otak masih berada dalam mode waspada. Alih-alih beristirahat, otak justru terus menganalisis masalah yang belum terselesaikan. Itulah sebabnya meskipun badan lelah, mata tetap sulit terpejam.

Baca Juga: Overthinking Sebelum Tidur hingga Main Sosmed Berlebihan, Inilah Kebiasaan Pemicu Cemas yang Wajib Kamu Tahu

Video lain dari akun @newronedu menambahkan, beban pikiran yang menumpuk bisa memicu stres kronis. Hormon kortisol yang meningkat akibat stres membuat tubuh sulit rileks. Akibatnya, tidur menjadi tidak berkualitas, bahkan bisa memicu gangguan tidur seperti insomnia jika terus berlangsung.

Hal yang sama juga diungkapkan dalam konten @tatanasmit. Ia menjelaskan bahwa overthinking sebelum tidur adalah salah satu penyebab utama sulitnya seseorang untuk masuk ke fase tidur dalam. Otak yang terus aktif akan membuat tubuh seperti terjebak dalam “mode darurat”, sehingga tidur terasa dangkal dan mudah terbangun.

Sementara itu, kanal edukasi kesehatan Kata Dokter di YouTube menyebutkan bahwa kualitas tidur yang buruk bisa berdampak serius terhadap kesehatan. Mulai dari menurunnya daya konsentrasi, mudah emosi, hingga risiko penyakit jantung dalam jangka panjang. Artinya, susah tidur bukan sekadar masalah sepele, tapi bisa merembet ke berbagai aspek kehidupan.

Baca Juga: Mengapa Leo Selalu Ingin Jadi Pusat Perhatian? Antara Percaya Diri atau Overthinking, Begini Faktanya!

Mengapa beban pikiran bisa mengganggu tidur?
Secara psikologis, tidur seharusnya jadi waktu tubuh dan pikiran beristirahat. Namun, ketika seseorang membawa beban pikiran berlebihan ke tempat tidur, otak akan tetap bekerja aktif. Inilah yang membuat pikiran terasa penuh, tubuh jadi gelisah, dan tidur terganggu.

Beberapa faktor pemicunya antara lain:

  • Stres kerja atau akademik: Target tinggi, deadline, atau tugas yang menumpuk membuat otak sulit tenang.

  • Masalah personal: Konflik dengan pasangan, keluarga, atau teman bisa terbawa hingga waktu tidur.

  • Kecemasan berlebih: Kekhawatiran tentang masa depan atau keputusan penting membuat otak tak berhenti berpikir.

  • Kebiasaan buruk sebelum tidur: Terlalu lama bermain gadget atau menonton konten berat bisa memperparah aktivitas otak.

Bagaimana cara mengatasinya?
Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan agar tidur kembali nyenyak meski pikiran sedang penuh.

  1. Terapkan rutinitas tidur sehat
    Menurut edukasi dari akun @sundarindah, tubuh akan lebih cepat tenang jika memiliki rutinitas tidur yang konsisten. Misalnya, tidur di jam yang sama setiap hari dan menghindari konsumsi kafein di malam hari.

  2. Kurangi stimulasi sebelum tidur
    Akun @newronedu menyarankan untuk menghindari paparan layar gadget setidaknya 1 jam sebelum tidur. Cahaya biru dari layar bisa menekan produksi melatonin, hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur.

  3. Lakukan teknik relaksasi
    Menurut @tatanasmit, latihan pernapasan dalam atau meditasi singkat bisa membantu menenangkan sistem saraf. Teknik ini membuat otot lebih rileks dan pikiran lebih siap untuk beristirahat.

  4. Tulis pikiran dalam jurnal
    Konten dari Kata Dokter di YouTube juga menekankan pentingnya menyalurkan pikiran ke media lain. Dengan menulis jurnal sebelum tidur, beban pikiran yang menumpuk bisa “dipindahkan” ke kertas sehingga otak lebih lega.

  5. Cari bantuan profesional bila perlu
    Jika susah tidur sudah berlangsung lebih dari beberapa minggu, konsultasi dengan psikolog atau dokter bisa jadi pilihan. Dengan begitu, penyebab mendasar bisa ditemukan dan ditangani secara tepat.

Susah tidur akibat beban pikiran adalah masalah nyata yang dialami banyak orang di era serba cepat seperti sekarang. Jika dibiarkan, kondisi ini bukan hanya mengurangi energi, tapi juga berdampak pada kesehatan fisik dan mental.

Mengelola stres, membatasi penggunaan gadget, serta membiasakan rutinitas tidur yang sehat bisa menjadi solusi sederhana. Ingat, tidur yang berkualitas adalah kunci untuk tubuh dan pikiran yang lebih segar. Jadi, jangan biarkan beban pikiran mencuri waktu istirahatmu setiap malam.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho