Alhasil, banyak orang tidak sadar bahwa mereka sedang menjadi “korban permainan halus” dari orang-orang manipulatif ini.
Orang manipulatif, bisa muncul dalam lingkaran terdekat, baik pasangan, teman, rekan kerja, maupun keluarga sendiri.
Jika dibiarkan, manipulasi dapat membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri, terjebak dalam hubungan yang toxic, hingga sulit membuat keputusan secara mandiri.
Untuk menghindari tindak manipulatif dari orang di sekitar, Jawa Pos akan membahas 8 perilaku yang biasanya ditunjukkan oleh orang manipulatif sebagaimana dilansir dari Geediting.com.
Mulai dari membuat Anda merasa selalu bersalah, memutarbalikkan fakta, hingga menggunakan rasa takut untuk menguasai Anda, inilah tanda-tanda untuk dipahami agar bisa lebih waspada dan melindungi diri agar tidak terus-menerus dikendalikan oleh orang lain.
1. Manipulator selalu berperan sebagai korbanSeorang manipulator tidak hanya berusaha mendapatkan simpati Anda, tetapi juga ingin mengalihkan kesalahan kepada orang lain.
Ingat, bukan hanya apa yang terjadi pada kita yang menentukan karakter kita, tetapi bagaimana kita meresponsnya.
Jadi, waspadalah terhadap mereka yang terus-menerus terjebak dalam mode "korban". Ini mungkin cara halus untuk memanipulasi persepsi Anda.
2. Mereka ahli dalam menimbulkan rasa bersalah
Membuat orang merasa bersalah adalah taktik umum yang digunakan para manipulator.
Ini cara mereka membuat Anda merasa bersalah karena tidak melakukan apa yang mereka inginkan, memicu rasa kewajiban dalam diri Anda.
Cara ini halus, tetapi sangat ampuh. Jadi, jika Anda sering merasa bersalah setelah berinteraksi dengan seseorang, luangkan waktu untuk merenung.
Mungkin bukan Anda yang salah, bisa jadi mereka diam-diam memanipulasi emosi Anda.
3. Mereka punya bakat untuk memberikan pujian tidak langsung
Manipulator sering kali menggunakan pujian sebagai alat licik untuk menurunkan harga diri Anda.
Mereka mungkin mengatakan sesuatu seperti, "Kamu sangat pintar untuk seseorang yang tidak kuliah," atau "Gaun itu terlihat bagus untukmu, benar-benar menyembunyikan kelebihan berat badanmu."
Ini disebut pujian terselubung, dan dirancang untuk membuat Anda merasa senang dan sedih secara bersamaan.
Ini adalah cara halus untuk merusak kepercayaan diri Anda sambil tetap terlihat baik.
Menariknya, Oscar Wilde pernah berkata, "Sahabat sejati menusukmu dari depan."
Sementara manipulator cenderung menusukmu dari belakang sambil tersenyum padamu dari depan.
4. Mereka menggunakan kata-katamu untuk melawanmuManipulator diam-diam ahli dalam mengambil ucapan Anda dan memutarbalikkannya demi keuntungan mereka.
Awalnya, Anda mengungkapkan pikiran atau perasaan Anda, dan berikutnya, mereka mengubah kata-kata Anda menjadi senjata untuk membuat Anda merasa bersalah atau ragu.
Misalnya, jika Anda mengungkapkan bahwa Anda merasa kewalahan dengan pekerjaan, mereka mungkin menanggapi dengan sesuatu seperti, “Mungkin Anda tidak cocok untuk pekerjaan ini.”
Ini cara cerdas untuk meruntuhkan kepercayaan diri dan membuat Anda mempertanyakan penilaian Anda sendiri.
Memang tidak selalu mudah dikenali, tetapi begitu Anda menyadarinya, itu tanda jelas adanya manipulasi diam-diam.
Ingat, percakapan yang tulus seharusnya terasa seperti pertandingan tenis, bukan pertandingan tinju.
Jika Anda sering merasa berada di pihak yang defensif, mungkin sudah saatnya untuk mengevaluasi kembali hubungan Anda.
Baca Juga: 9 Tanggal Lahir Ini Ditakdirkan Kaya Raya, Diyakini Membawa Hoki, Rezeki, dan Kesuksesan Abadi
Dalam hubungan, baik itu persahabatan, percintaan, atau bahkan pekerjaan, seharusnya selalu ada keseimbangan antara memberi dan menerima.
Namun, manipulator yang pendiam cenderung menguntungkan diri sendiri.
Kamu mungkin menyadari bahwa setiap bantuan, setiap tindakan kebaikan dari mereka selalu disertai imbalan.
Mereka mungkin membantumu hari ini, tetapi mengingatkanmu besok ketika mereka membutuhkan sesuatu darimu.
Ini bukan tentang pengingat sesekali atau lelucon tentang berutang budi kepada seseorang.
Ini adalah strategi yang terencana untuk membuat Anda terus berutang budi kepada mereka, siklus rasa wajib yang terus-menerus untuk membalas budi.
Kebaikan sejati tidak datang dengan ekspektasi. Kebaikan diberikan dengan sukarela dan tanpa pamrih.
Jika seseorang selalu mencatat, ada baiknya bertanya – apakah mereka benar-benar membantu, atau mereka diam-diam memanipulasi Anda?
6. Mereka selalu 'hanya bercanda'Pernahkah Anda mendengar seseorang mengatakan sesuatu yang menyakitkan hati, lalu menganggapnya sebagai lelucon?
Taktik ini sering digunakan oleh para manipulator untuk meremehkan atau merendahkan Anda dengan dalih humor.
Hal ini memungkinkan mereka untuk mengungkapkan kritik atau ketidaksetujuan tanpa menghadapi konsekuensi dari kata-kata mereka.
Humor seharusnya membawa kegembiraan dan tawa, bukan keraguan dan kegelisahan.
Jika seseorang terus-menerus menjadikan Anda bahan leluconnya, itu mungkin pertanda bahwa mereka diam-diam memanipulasi Anda.
7. Mereka tidak pernah salah
Kita semua pernah berbuat salah, itu bagian dari kemanusiaan. Namun, bagi para manipulator yang pendiam, mengakui kesalahan bukanlah strategi mereka.
Mereka selalu punya alasan atau cara untuk mengalihkan kesalahan kepada orang lain. Bahkan ketika dihadapkan dengan fakta yang tak terbantahkan, mereka akan menemukan cara untuk mengelak dari tanggung jawab.
Misalnya, jika Anda menunjukkan kesalahan yang mereka buat, mereka mungkin akan berkata, “Yah, kalau kamu tidak mengalihkan perhatianku, aku tidak akan melakukan kesalahan itu.”
Keengganan untuk mengakui kesalahan ini adalah taktik manipulasi. Ini adalah cara untuk menjaga citra mereka tetap utuh sambil membuat Anda mempertanyakan penilaian Anda sendiri.
Jadi ingat, tidak apa-apa membuat kesalahan, dan lebih baik lagi jika mengakuinya. Namun, jika seseorang selalu melempar tanggung jawab, mungkin ia mencoba memanipulasi situasi secara halus.
8. Mereka melakukan gaslighting pada Anda
Gaslighting merupakan bentuk manipulasi diam-diam yang paling berbahaya. Ini adalah taktik di mana seseorang membuat Anda meragukan ingatan, persepsi, atau kewarasan Anda.
Mereka mungkin menyangkal hal-hal yang telah terjadi atau mengabaikan perasaan Anda sebagai bentuk kepekaan yang berlebihan.
Misalnya, jika Anda mengkonfrontasi mereka tentang komentar menyakitkan yang mereka buat, mereka mungkin berkata, “Aku tidak pernah mengatakan itu,” atau “Kamu terlalu sensitif, aku hanya bercanda.”
Seiring berjalannya waktu, hal ini dapat menyebabkan Anda mempertanyakan realitas Anda sendiri dan lebih mempercayai versi kejadian mereka daripada versi kejadian Anda sendiri.
Jika Anda pernah berada dalam situasi di mana perasaan Anda terus-menerus diabaikan dan realitas Anda terdistorsi, penting untuk mengenalinya apa adanya – gaslighting.
Dan ingat, ini bukan sekadar manipulasi, melainkan kekerasan psikologis. Jangan ragu untuk mencari bantuan jika Anda membutuhkannya.
***