← Beranda
Marak Perilaku Gaslighting yang Cukup Meresahkan, Kenali 8 Frasa yang Suka Mereka Gunakan Menurut Psikolog
Leni Setya WatiSenin, 20 Januari 2025 | 21.23 WIB
Ilustrasi gaslighting (freepik)

JawaPos.com - Jika Anda pernah menjadi korban gaslighting, Anda tahu betapa membingungkan dan meresahkannya hal itu. Gaslighting, suatu bentuk manipulasi psikologis, dapat membuat Anda mempertanyakan realitas dan kewarasan Anda sendiri.

Pelaku gaslighting tingkat tinggi sering menggunakan frasa tertentu untuk mendistorsi persepsi Anda dan memperoleh kendali. Mereka mungkin membuat Anda merasa bereaksi berlebihan, tidak mengingat sesuatu dengan benar, atau bahkan kehilangan akal.

Gaslighting bukan sekadar kebiasaan yang menyebalkan. Ini adalah bentuk serius dari kekerasan emosional. Namun, memahami frasa yang digunakan pelakunya dapat menjadi langkah pertama Anda dalam mengenali dan mengatasi perilaku berbahaya ini.

Dalam artikel ini, JawaPos.com telah melansir dari laman Hack Spirit, Senin (20/1), frasa-frasa tingkat tinggi yang seringkali digunakan oleh para pelaku gaslighting untuk mengungkap taktik manipulatif mereka.

1. "Kamu terlalu sensitif"

Pernyataan ini merupakan tindakan gaslighting klasik. Ini dirancang untuk membuat Anda mempertanyakan perasaan dan reaksi Anda sendiri, menggambarkannya sebagai berlebihan atau tidak rasional.

Misalnya, Anda mengungkapkan rasa sakit hati atas komentar sinis yang mereka buat. Alih-alih mengakui perasaan Anda dan meminta maaf, mereka mungkin akan menanggapi dengan, "Kamu terlalu sensitif".

Ini adalah taktik manipulatif yang dirancang untuk membuat Anda meragukan diri sendiri dan mempertanyakan realitas Anda sendiri. Mengenali frasa ini sebagaimana adanya dapat menjadi langkah krusial dalam menangani gaslighting secara efektif.

2. "Saya tidak ingat itu"

Frasa ini adalah alat yang halus tetapi sangat efektif yang seringkali dilakukan oleh para pelaku gaslighting. Mungkin tampak tidak berbahaya, tetapi sering digunakan untuk menciptakan keraguan tentang ingatan dan pengalaman Anda.

Misalnya Anda menyinggung kejadian masa lalu di mana tindakan pelaku gaslighting menyebabkan Anda tertekan. Alih-alih menanggapi kekhawatiran Anda, mereka mungkin hanya mengatakan bahwa mereka tidak ingat kejadian itu.

Tujuan pelaku gaslighting di sini bukan hanya untuk menghindari tanggung jawab, tetapi juga untuk mengacaukan persepsi Anda tentang realitas. Dengan melakukan ini, mereka dapat lebih mengendalikan persepsi dan perasaan Anda.

3. "Kamu bereaksi berlebihan"

Frasa umum lain yang digunakan pelaku gaslighting adalah "Kamu bereaksi berlebihan". Ini adalah cara mereka mengabaikan perasaan Anda, membuat Anda merasa seolah-olah respons emosional Anda tidak beralasan atau berlebihan.

Bayangkan Anda kesal karena pelaku gaslighting mengingkari janji. Alih-alih mengakui kekecewaan Anda, mereka mungkin berkata, "Anda bereaksi berlebihan". Frasa ini dirancang untuk meremehkan emosi Anda dan membuat Anda merasa tidak masuk akal.

Menariknya, saat seseorang mengatakan kita bereaksi berlebihan, respons stres otak kita justru dapat meningkat, sehingga mengakibatkan kita merasa lebih kesal dan defensif. Hal ini dapat semakin memperkuat keyakinan bahwa kita sebenarnya bereaksi berlebihan.

Tujuan gaslighter dengan frasa ini adalah membuat Anda mempertanyakan respons emosional Anda sendiri. Dengan pengulangan yang cukup, Anda mungkin mulai menekan perasaan Anda dan menghindari konfrontasi sama sekali.

4. "Saya hanya bercanda"

Frasa "Saya hanya bercanda" adalah alat lain dalam perangkat gaslighter. Tampaknya tidak berbahaya di permukaan, hampir seperti candaan. Namun, ini dapat digunakan untuk menyamarkan komentar yang menyakitkan dan meremehkan perasaan Anda.

Misalnya, pelaku gaslighting melontarkan komentar yang merendahkan Anda. Saat Anda mengungkapkan rasa sakit hati, mereka mungkin akan langsung menarik kembali ucapannya dan berkata, "Saya hanya bercanda".

Penting untuk diingat bahwa humor tidak boleh mengorbankan perasaan seseorang. Tidaklah baik jika seseorang menjadikan Anda bahan leluconnya dan kemudian mengabaikan rasa sakit hati Anda dengan mengatakan bahwa mereka hanya bercanda.

5. "Itu tidak pernah terjadi"

Salah satu frasa yang paling membingungkan yang dapat digunakan oleh pelaku gaslighting adalah, "Itu tidak pernah terjadi". Frasa ini langsung, gamblang, dan dirancang untuk mengguncang keyakinan Anda dalam ingatan Anda sendiri.

Bayangkan ketika Anda sedang mendiskusikan suatu peristiwa atau argumen yang penting bagi Anda. Anda yakin akan apa yang terjadi. Namun, pelaku gaslighting dengan tegas menyangkalnya. Mereka bersikeras bahwa hal itu tidak pernah terjadi.

Ini bukan tentang perbedaan perspektif, ini adalah penolakan untuk mengakui kenyataan. Frasa ini sering digunakan untuk menulis ulang sejarah, membuat Anda merasa kehilangan kendali atas kenyataan. Kuncinya di sini adalah percaya pada diri sendiri.

6. "Kamu sedang membayangkan sesuatu"

Frasa ini adalah cara gaslighter untuk membuat Anda mempertanyakan persepsi dan kewarasan Anda sendiri. Ini adalah metode untuk membuat Anda meragukan pengalaman dan ingatan Anda sendiri.

Saat seseorang mengatakan bahwa Anda sedang membayangkan sesuatu, hal itu dapat membuat Anda mempertanyakan penilaian Anda sendiri. Ingat, persepsi Anda valid, dan jika ada yang terasa aneh, kemungkinan besar memang demikian.

7. "Kamu mengada-ada"

Jika ada yang berkata, "Kamu mengada-ada", itu tanda jelas adanya gaslighting. Itu adalah frasa yang digunakan untuk meremehkan perasaan dan pengalaman Anda, dan itu bukan sesuatu yang bisa dianggap enteng.

Bayangkan Anda sedang menyampaikan kekhawatiran atau mengungkapkan perasaan Anda, tetapi yang Anda dapatkan adalah, "Anda mengada-ada". Hal ini tidak hanya mendiskreditkan pengalaman Anda tetapi juga merusak kredibilitas Anda.

8. "Kamu gila"

Mungkin salah satu frasa paling merusak yang dapat digunakan oleh pelaku gaslighting adalah, "Kamu gila". Frasa ini dirancang untuk membuat Anda meragukan kewarasan Anda sendiri dan merupakan alat manipulasi yang ampuh.

Katakanlah Anda telah mengetahui permainan gaslighter. Anda menegur mereka atas perilaku manipulatif mereka. Respons mereka? "Kamu gila". Itu adalah upaya untuk mendiskreditkanmu sepenuhnya dan merusak rasa percaya dirimu.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho