JawaPos.com – Ada perbedaan besar antara membiarkan pernikahan berantakan dan berusaha menyelamatkannya. Kuncinya sering kali terletak pada kebiasaan-kebiasaan kita.
Pasalnya ada beberapa kebiasaan yang merugikan dapat mendorong hubungan ke tepi jurang sementara kebiasaan yang positif dapat mengembalikannya dari tepi jurang.
Para ahli mengatakan bahwa kebiasaan ini dapat menyelamatkan 90 persen pernikahan yang bermasalah sebagaimana dilansir dari laman The Expert Editor, Senin (19/8) sebagai berikut:
- Komunikasi terbuka
Salah satu pilar mendasar bagi pernikahan yang sukses sebagaimana dikatakan oleh setiap ahli adalah komunikasi yang terbuka. Mudah sekali membiarkan kesibukan hidup mengalahkan tindakan penting untuk berbicara dan lebih penting mendengarkan pasangan Anda.
Komunikasi yang terbuka dan jujur tidak hanya membantu kita memahami pasangan kita lebih baik tetapi juga memungkinkan kita untuk mengekspresikan perasaan, ketakutan dan keinginan kita.
Hal ini mampu menjembatani kesenjangan antara dua individu, menumbuhkan rasa persatuan dan pemahaman bersama.
- Kencan malam rutin
Kebiasaan kencan malam memang tampak seperti hal kecil tetapi sebenarnya mampu membuat perubahan yang besar dalam hubungan. Pasalnya kencan malam membawa kembali kesenangan dan romansa ke dalam hubungan Anda.
- Mempraktikan rasa syukur
Rasa syukur merupakan kekuatan yang besar dalam hubungan apa pun dan ini khususnya berlaku dalam pernikahan. Sebuah studi dari University of Georgia menemukan bahwa ungkapan rasa terima kasih merupakan hal yang paling konsisten terhadap kualitas pernikahan.
Artinya mengucapkan terima kasih kepada pasangan Anda benar-benar dapat meningkatkan hubungan Anda. Rasa syukur menumbuhkan siklus positif dalam suatu hubungan.
Saat Anda mengungkapkan rasa syukur kepada pasangan, mereka cenderung merasa lebih dihargai dan sebagai balasannya menunjukkan lebih banyak rasa syukur kepada Anda.
Pengakuan sederhana atas usaha pasangan Anda dapat sangat membantu dalam membuat mereka merasa dihargai dan dicintai.
- Merangkul kompromi
Pernikahan bukan tentang menang atau kalah tetapi tentang menemukan keseimbangan. Hal ini sering kali berarti merangkul kompromi.
Kompromi adalah seni yang menunjukkan jalan tengah dimana kedua pasangan merasa kebutuhan dan keinginan mereka dipertimbangkan.
Intinya tentang mengesampingkan ego Anda dan memprioritaskan kesehatan dan kebahagiaan hubungan Anda. Namun perlu diperjelas, kompromi tidak berarti mengalah atau kalah namun tentang rasa saling menghormati dan pengertian.
- Berinvestasi dalam waktu yang berkualitas
Pada dasarnya waktu yang berkualitas tidak selalu berarti tindakan besar atau liburan mewah. Namun bisa sesederhana seperti berbagi makanan tanpa gangguan, berjalan-jalan bersama atau bahkan sekadar duduk diam dan menikmati kebersamaan.
Saat Anda menghabiskan waktu berkualitas bersama maka Anda menciptakan pengalaman dan kenangan bersama. Momen-momen ini tidak hanya mendatangkan kegembiraan tetapi juga memperkuat ikatan Anda.
- Memaafkan
Memaafkan bukan berarti melupakan atau memaafkan kesalahan. Memaafkan berarti menerima apa yang telah terjadi, mengambil hikmah darinya lalu melupakannya agar tidak terus menyakiti Anda atau hubungan Anda.
Intinya memaafkan dalam pernikahan adalah hadiah yang Anda berikan kepada diri sendiri dan pasangan. Ini adalah keputusan sadar untuk melepaskan kebencian dan memberi ruang bagi penyembuhan dan pertumbuhan.
- Mengutamakan keintiman
Pada dasarnya keintiman lebih dari sekadar hubungan fisik. Ini tentang menciptakan ikatan emosional yang dalam dengan pasangan Anda.
Mulai dari ngobrol santai, berpelukan dan berbagi keluh kesah. Kebiasaan ini tentunya bisa memperkuat ikatan hubungan Anda.***