JawaPos.com - Semakin seseorang beranjak dewasa, biasanya lingkaran pertemanan mereka akan semakin kecil dibandingkan ketika mereka anak-anak atau remaja.
Banyak orang merasa bahwa seiring bertambahnya usia, menjalin pertemanan baru adalah tugas yang agak berat di tengah masalah hidup yang beragam.
Dilansir JawaPos.com dari Psychology Today, penelitian menunjukkan bahwa kesepian merupakan masalah utama bagi orang dewasa yang mendambakan hubungan sosial, tetapi kesulitan memenuhi kebutuhan tersebut.
Salah satu faktor utama dalam masalah kesulitan menjalin pertemanan ketika dewasa adalah evolusi lingkungan sosial.
Saat masa anak-anak dan remaja, seseorang dikelilingi oleh teman sebaya di sekolah, tempat les, dan kegiatan lain yang mudah untuk berubah menjadi sahabat.
Ketika dewasa, lingkungan sosial mengalami penyusutan karena tanggung jawab lain, seperti pekerjaan, keluarga, dan kegiatan pribadi.
Baca Juga: Libra Menyukai Kebebasan dan Cancer Lebih Sensitif, Ini Kecocokan Mereka dalam Pertemanan
Penyempitan jaringan sosial ini dapat membatasi kesempatan untuk bertemu orang baru dan membentuk hubungan yang bermakna.
Beragamnya usia seseorang yang berada di satu lingkungan juga kadang menyulitkan orang untuk menjalin pertemanan karena perbincangan yang tidak terhubung dengan baik, atau faktor lain yang menyangkut jarak generasi.
Penelitian menunjukkan bahwa dibutuhkan sekitar 50 jam kontak untuk membentuk persahabatan dan mendekati 200 jam untuk membentuk persahabatan dekat.
Jumlah waktu dan energi ini dapat membuat prospek mendapatkan teman baru tampak sangat membebani.
Sehingga menyebabkan banyak orang memprioritaskan hubungan yang sudah ada atau mengabaikan kesempatan bersosialisasi sama sekali.
Ada beberapa strategi yang dapat digunakan seseorang untuk mengatasi rintangan dalam menjalin persahabatan saat dewasa.
Baca Juga: Wajib Kamu Catat! Berikut 5 Cara untuk Mengatasi Rasa Iri yang Dimiliki Pada Teman Sendiri
-
Proaktif Mencari Peluang Berinteraksi Sosial
Misalnya bergabung dalam komunitas hobi, atau organisasi, dan berpartisipasi dalam kegiatan kelompok, serta menempatkan diri dalam lingkungan sosial.
-
Fokus pada Kualitas daripada Kuantitas
Daripada mencoba mengumpulkan banyak kenalan, prioritaskan untuk membina beberapa hubungan dekat dengan orang-orang yang memiliki minat, nilai, dan tujuan yang sama.
-
Berpikiran Terbuka Terhadap Orang Baru
Manfaatkan kesempatan untuk keluar dari zona nyaman, terlibat dalam aktivitas yang memicu rasa ingin tahu, dan mencari perspektif dari sudut pandang yang beragam.***