JawaPos.com - Kamu mungkin pernah bertemu seorang perempuan yang tampak baik dan penuh kasih sayang, tetapi pernahkah kamu bertanya-tanya apakah perilaku yang terlihat itu dilakukan dengan tulus?
Lalu, bagaimana caranya kamu bisa mengetahui seorang perempuan benar-benar orang yang baik hati, atau apakah dia hanya menggunakan pesonanya sebagai alat manipulasi?
Dilansir JawaPos.com dari laman Hack Spirit pada Selasa (9/7), berikut daftar 7 perilaku halus yang sering ditunjukkan oleh seorang perempuan yang suka memanipulasi.
1. Mereka selalu berperan sebagai korban
Dalam dunia manipulasi, berperan sebagai korban adalah langkah klasik. Para perempuan ini ahli dalam memutarbalikkan cerita sedemikian rupa, sehingga mereka selalu tampak sebagai pihak yang tidak bersalah, sementara yang lain digambarkan sebagai penjahat.
Mereka menggunakan status korban palsu untuk mendapatkan simpati yang seringkali membuat orang lain berkewajiban terhadap mereka. Ini adalah cara licik untuk memanipulasi orang lain agar memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka tanpa harus meminta secara langsung.
2. Mereka terlalu dermawan dalam memberikan pujian
Sekilas, perempuan yang sering memberikan pujian mungkin tampak sangat baik dan supportif. Namun, dalam beberapa kasus, ini bisa menjadi salah satu bentuk manipulasi yang halus.
Para perempuan ini menggunakan sanjungan bukan karena kekaguman yang tulus, tetapi sebagai sarana untuk membuat kamu merasa berutang budi kepada mereka, atau agar kamu tetap disukai oleh mereka. Jadi kamu perlu waspada jika pujian yang dilontarkan tampak tidak tulus, terlalu sering dan tidak sesuai konteks.
3. Mereka secara halus merusak harga dirimu
Tanda lain yang menunjukkan perempuan suka memanipulasi adalah ia sering merendahkanmu secara halus dan terus-menerus.
Perempuan ini punya bakat menyampaikan komentar yang tampaknya tidak berbahaya, tetapi jika dicermati lebih dekat, komentar tersebut dirancang untuk mengikis rasa percaya dirimu.
Mereka mungkin menyamarkan komentar mereka sebagai kritik yang membangun atau lelucon yang tidak berbahaya, sehingga sulit untuk menegur mereka secara langsung.
4. Mereka ahli dalam meniru perilakumu
Perilaku meniru adalah fenomena psikologis di mana seseorang secara tidak sadar meniru gerakan, pola bicara, atau sikap orang lain. Menariknya, hal ini seringkali dianggap sebagai tanda hubungan dan koneksi.
Namun, perempuan manipulatif menggunakan kecenderungan alami manusia ini untuk keuntungan mereka. Mereka meniru perilaku, preferensi, dan sikapmu untuk menciptakan rasa keakraban dan kepercayaan yang kemudian memudahkan mereka untuk memengaruhimu agar menguntungkan mereka.
5. Mereka menggunakan silet treatment sebagai senjata
Perempuan manipulatif sangat cekatan dalam menggunakan silet treatment sebagai sarana untuk menghukum atau mengontrol. Mereka menahan diri untuk berkomunikasi, menciptakan suasana yang tidak mengenakkan yang memicu perasaan bersalah, takut, atau bingung.
Beban emosional akibat diamnya mereka bisa sangat berat dan menyebabkan kamu mempertanyakan tindakanmu dan bahkan meminta maaf padahal kamu tidak melakukan kesalahan apapun.
6. Mereka terlalu tertarik dengan kehidupan pribadimu
Ketertarikan yang berlebihan pada kehidupan pribadimu mungkin awalnya terlihat sebagai tanda hadirnya seorang teman baik yang benar-benar peduli denganmu. Namun, pada perempuan manipulatif, rasa ingin tahu ini seringkali melewati batas.
Mereka mengumpulkan informasi tentang kehidupan, perasaan, dan kelemahanmu dengan kedok persahabatan. Namun, detail tersebut nantinya digunakan sebagai amunisi, diputarbalikkan dan dibelokkan untuk melawanmu guna melayani agenda manipulatif mereka.
7. Mereka sering menyalahkan orang lain
Bertanggung jawab atas tindakan seseorang merupakan tanda kedewasaan dan kecerdasannya emosional. Namun, perempuan yang suka memanipulasi seringkali menghindari tanggung jawab ini.
Orang-orang ini pandai mengalihkan kesalahan kepada orang lain, menghindari kesalahan atau tanggung jawab apapun. Mereka memutarbalikkan narasi dan menafsirkan ulang kejadian agar sesuai dengan perspektif mereka dan memastikan mereka tidak bersalah setiap saat.
Jika kamu terus-menerus disalahkan atas hal-hal yang salah dalam kehidupan seorang perempuan, atau jika kamu tampaknya tidak pernah bertanggung jawab atas tindakannya sendiri, itu merupakan indikasi kuat adanya perilaku manipulatif.