← Beranda
Tips Mengatasi Burnout Selama Kuliah, Simak Penjelasannya agar Tidak Stres dan Sukses Menuntaskan Studi
Mohammad Maulana IqbalSelasa, 23 April 2024 | 17.25 WIB
tips mengatasi burnout selama kuliah./ Pexels/Nataliya Vaitkevich

JawaPos.com - Apakah kamu pernah merasa seperti terjebak dalam siklus kelelahan yang tak berujung atau burnout saat menyelesaikan kuliah?

Ketika tugas menumpuk, ujian mengancam, kegiatan organisasi yang tiada henti dan tekanan akademik serta sosial semakin meningkat, tak jarang mahasiswa merasakan beban yang terlalu berat hingga menyebabkan burnout.

Burnout sebagai kelelahan fisik, mental, dan emosional yang kronis, dapat memengaruhi kesejahteraan dan kinerja akademik seseorang selama kuliah.

Dilansir dari choosingtherapy.com pada Selasa (23/4), terdapat beberapa gejala ketika seseorang mengalami burnout selama kuliah.

Beberapa tandanya mulai dari kelelahan fisik maupun mental, kurangnya minat beraktivitas, prestasi menurun, depresi, stres cemas, apatis, sulit bersosialisasi, kurang motivasi, sulit tidur hingga iritabilitas.

Untuk mengatasinya, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi.

1. Olahraga

Kebugaran fisik bukan hanya untuk kesehatan tubuh secara fisik saja, melainkan juga dengan olahraga dapat bermanfaat bagi kesehatan mental.

Kamu perlu memiliki rutinitas pergi ke pusat kebugaran, atau berolahraga secara mandiri seperti berjalan kaki, senam mandiri atau olahraga yang memang kamu sukai.

2. Cari lingkungan akademik yang baru

Terkadang kebosanan dapat menghantui seorang mahasiswa dalam rutinitas akademiknya.

Baca Juga: Nekat Curi Motor Milik Polwan Bangkalan, Polisi Berhasil Tangkap Dua Pelaku

Untuk mengatasi itu, kamu bisa mencari lingkungan akademik baru. Kamu dapat mengikuti program pertukaran belajar, ikut kelas di kampus lain, ikut workshop, diskusi atau kegiatan akademik di kampus lain.

3. Pertimbangkan cuti semester

Ketika memang kamu stres sekali dengan rutinitas kuliah yang dijalani, kamu dapat mempertimbangkan untuk cuti semester.

Saat itu kamu bisa mereklasasikan diri dan mengistirahatkan diri sejenak selama satu semester agar dapat bangkit kembali menyelesaikan studi.

4. Self care

Penting untuk mempertimbangkan cara merawat diri yang sesuai dengan kebutuhan kita selama kuliah.

Ini bisa melibatkan langkah-langkah seperti terapi mingguan, kegiatan yang menyenangkan seperti jalan-jalan atau minum kopi bersama teman, serta mengeksplorasi hobi baru sebagai cara untuk meningkatkan stabilitas emosional dan mengelola stres.

5. Curhat dengan seorang

Kamu dapat mencari seseorang yang dapat Anda percayai, seperti teman sekamar, anggota keluarga, atau teman dekat, untuk berkonsultasi tentang pengalaman kamu tentang kelelahan di perguruan tinggi.

Dengan berbagi secara jujur, kamu dapat menerima dukungan dan mungkin juga mendapatkan tip atau trik yang belum terpikirkan sebelumnya.

6. Jangan begadang

Rutinitas yang melelahkan dalam kuliah adalah kebiasaan begadang mahasiswa. Misalnya mengerjakan tugas dengan sistem kebut semalam itu dapat melelahkan.

Kamu bisa mengerjakan tugas jauh-jauh hari untuk menghindari begadang dan membuat tidur lebih cukup.

7. Memanfaatkan fasilitas kesehatan mental kampus

Beberapa kampus ada yang memiliki pusat pelayanan psikologis, yang dapat memfasilitasi mahasiswa dalam berbagai permasalahan yang dihadapi.

Kamu dapat memanfaatkan fasilitas tersebut agar kamu terhindar dari burnout dan bisa bangkit menuntaskan kuliah.

8. Refleksikan alasan kuliah

Penting untuk mempertimbangkan motivasi di balik pilihan kuliah, karena kelelahan dapat muncul ketika merasa tidak yakin dengan alasan berkuliah.

Dengan menemukan dan memanfaatkan motivasi pribadi, kamu dapat mempertahankan fokus dan meningkatkan rasa percaya diri dalam menjalani perjalanan akademik.

9. Manajemen waktu

Memperhatikan tugas-tugas yang menghabiskan waktu secara tidak produktif seperti media sosial atau menonton TV bisa membantu mengoptimalkan manajemen waktu.

Gunakan jadwal belajar dan kalender utama untuk melacak dan mengatur waktu dengan efisien, termasuk janji-janji penting dan kegiatan akademik lainnya.

10. Skala prioritas

Mengatur prioritas dengan membuat daftar tugas harian memungkinkan mahasiswa untuk mengelola waktu mereka secara efisien dan menghindari kelelahan.

Melakukan tugas-tugas yang paling penting saat energi mental puncak dapat meningkatkan produktivitas dan membantu menyelesaikan pekerjaan dengan lebih efektif.

11. Jangan takut berkata tidak

Jika kamu merasa kelelahan karena terlalu banyak kewajiban, penting untuk mengevaluasi dan menetapkan batasan pribadi yang sehat.

Belajar untuk mengatakan “tidak” saat perlu dapat membantu kamu mengelola beban dan menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik dan kehidupan sosial.

12. Buat harapan realistis

Terakhir, kamu perlu untuk menetapkan harapan yang realistis terhadap diri sendiri, mengenali batasan dalam berbagai aspek kehidupan, dan menerima bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar.

Mempraktikkan rasa welas asih terhadap diri sendiri saat mengalami kesulitan bisa membantu mengatasi tantangan dengan lebih baik, sebagaimana kita akan mendukung teman dalam situasi serupa.

EDITOR: Hanny Suwindari