← Beranda
Orang yang Tanpa Sadar Menjauhi Orang Tuanya Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Menunjukkan 9 Perilaku Ini Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahSabtu, 14 Desember 2024 | 20.04 WIB
ilustrasi seseorang yang menjauh dari orang tua seiring bertambahnya usia/ Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Hubungan antara anak dan orang tua adalah salah satu ikatan emosional yang paling mendalam dalam kehidupan manusia.

Namun, seiring bertambahnya usia, berbagai faktor dapat memengaruhi kedekatan hubungan tersebut.

Tanpa disadari, beberapa orang menjauhi orang tua mereka, yang bisa disebabkan oleh perubahan pola pikir, pengalaman hidup, atau konflik internal.

Dilansir dari Geediting pada Sabtu (14/12), terdapat sembilan perilaku yang sering muncul menurut psikologi pada individu yang secara perlahan menjauh dari orang tuanya.

1. Mengurangi Frekuensi Komunikasi

Salah satu tanda paling umum adalah semakin jarangnya komunikasi.

Sebagian orang mulai jarang menghubungi orang tua, entah melalui telepon, pesan teks, atau kunjungan langsung.

Hal ini bisa terjadi karena kesibukan, prioritas baru, atau perasaan bahwa komunikasi tidak lagi menjadi kebutuhan utama.

2. Menghindari Pembicaraan yang Bersifat Emosional

Orang yang menjauh dari orang tuanya cenderung menghindari pembicaraan yang mendalam atau bersifat emosional.

Mereka lebih memilih percakapan yang singkat dan dangkal, seperti bertanya kabar atau membicarakan hal-hal umum, tanpa benar-benar membahas perasaan atau masalah pribadi.

3. Merasa Tidak Nyaman Saat Bersama Orang Tua

Sebagian orang mungkin merasa tidak nyaman atau canggung saat menghabiskan waktu bersama orang tua.

Perasaan ini bisa muncul karena perbedaan nilai, pengalaman buruk di masa lalu, atau ketidakmampuan untuk membuka diri.

4. Lebih Memprioritaskan Teman atau Pasangan

Ketika seseorang semakin dewasa, mereka sering kali memprioritaskan hubungan dengan teman, pasangan, atau keluarga baru yang mereka bangun sendiri.

Akibatnya, perhatian terhadap orang tua menjadi berkurang, meskipun hal ini tidak selalu dilakukan secara sadar.

5. Menyimpan Dendam atau Luka Emosional dari Masa Lalu

Hubungan yang kurang harmonis di masa kecil dapat meninggalkan luka emosional yang belum sembuh.

Dendam atau perasaan tidak terselesaikan ini bisa menjadi alasan utama seseorang menjauh dari orang tuanya.

6. Menghindari Diskusi tentang Masa Depan Orang Tua

Orang yang menjauh dari orang tuanya sering kali tidak ingin terlibat dalam pembicaraan tentang rencana masa depan orang tua, seperti kesehatan atau kebutuhan keuangan.

Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak ingin menghadapi tanggung jawab atau merasa terlalu terikat.

7. Jarang Melibatkan Orang Tua dalam Kehidupan Sehari-Hari

Individu yang menjauh secara emosional cenderung jarang melibatkan orang tua dalam momen penting kehidupan mereka, seperti perayaan, pencapaian, atau bahkan masalah pribadi.

Mereka mungkin merasa orang tua tidak perlu mengetahui detail kehidupan mereka.

8. Mempertahankan Batasan yang Kaku

Mereka yang merasa jarak emosional cenderung menetapkan batasan yang sangat kaku dalam hubungan.

Misalnya, mereka hanya akan mengunjungi orang tua pada waktu-waktu tertentu atau merasa terganggu jika orang tua mencoba terlalu sering menghubungi mereka.

9. Merasa Tidak Lagi Membutuhkan Dukungan Orang Tua

Seiring bertambahnya usia, beberapa orang merasa bahwa mereka tidak lagi membutuhkan dukungan emosional atau nasihat dari orang tua.

Hal ini bisa menciptakan jarak, terutama jika orang tua masih mencoba memberikan masukan yang dianggap tidak relevan oleh anaknya.

Mengapa Hal Ini Terjadi?

Menurut psikologi, perilaku ini sering kali dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

Kesibukan Hidup: Tanggung jawab pekerjaan, keluarga, dan kehidupan sehari-hari bisa membuat seseorang lupa untuk meluangkan waktu untuk orang tua.

Perbedaan Nilai: Seiring bertambahnya usia, perbedaan cara pandang terhadap kehidupan bisa membuat hubungan menjadi renggang.

Pengalaman Negatif di Masa Lalu: Trauma atau konflik yang tidak terselesaikan dapat memperburuk hubungan.

Kebutuhan Akan Kemandirian: Banyak orang merasa bahwa menjauh dari orang tua adalah bagian dari proses menjadi individu yang mandiri.

Bagaimana Mengatasi Jarak Emosional Ini?

Jika Anda menyadari bahwa Anda atau orang di sekitar Anda menunjukkan perilaku ini, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk memperbaiki hubungan:

Komunikasi Terbuka: Sediakan waktu untuk berbicara dengan orang tua secara jujur tentang perasaan Anda.

Berempati: Cobalah melihat dari sudut pandang orang tua dan pahami alasan di balik perilaku mereka.

Sembuhkan Luka Lama: Jika ada konflik di masa lalu, pertimbangkan untuk berdamai melalui terapi atau diskusi yang mendalam.

Luangkan Waktu: Sisihkan waktu secara rutin untuk menghubungi atau mengunjungi orang tua, meskipun hanya sebentar.

Hargai Kehadiran Mereka: Ingatlah bahwa waktu bersama orang tua tidak akan berlangsung selamanya, jadi manfaatkan kesempatan yang ada untuk menciptakan kenangan indah.

Dengan menyadari pola ini dan mengambil langkah untuk memperbaiki hubungan, seseorang dapat menjaga ikatan yang hangat dan bermakna dengan orang tua mereka, bahkan di tengah kesibukan hidup yang semakin menuntut.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho