← Beranda
Warisan Kuliner Minang, Rendang Masih Menjadi Makanan Terenak Dunia
Agusvita DwiatilaSelasa, 9 September 2025 | 17.33 WIB
Ilustrasi menu rendang sapi, primadona saat Idul Adha. (Freepik)

JawaPos.com - Rendang merupakan salah satu warisan kuliner Minangkabau yang memiliki reputasi mendunia. Hidangan ini terbuat dari daging sapi yang dimasak perlahan bersama santan dan rempah-rempah khas, sehingga menghasilkan cita rasa yang kaya sekaligus daya tahan yang lama. 

Sebuah penelitian dalam Journal of Ethnic Foods menegaskan bahwa rendang tidak hanya menjadi sajian etnis, tetapi juga telah berkembang sebagai simbol kuliner nasional Indonesia. 

Popularitas rendang semakin meluas setelah CNN Travel menggelar jajak pendapat internasional bertajuk World’s 50 Most Delicious Foods pada 2011 dan 2017. Dalam survei itu rendang dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia, mengalahkan berbagai hidangan populer dari negara lain.  

Fakta ini turut dicatat dalam kajian ilmiah yang dimuat di ScienceDirect yang menjelaskan bagaimana penobatan tersebut memberi pengaruh besar terhadap citra kuliner Indonesia di tingkat global. 

Baca Juga: Resep Rendang Ayam Ala Steby Rafael, Praktis dan Tetap Kaya Rempah

Menurut Journal of Ethnic Foods, pengakuan internasional terhadap rendang tidak dapat dilepaskan dari nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Proses memasak yang panjang dan penuh kesabaran mencerminkan filosofi hidup masyarakat Minangkabau yang menjunjung tinggi kerjasama, ketekunan, dan kearifan lokal. Hal ini membuat rendang lebih dari sekadar makanan, melainkan representasi identitas dan nilai-nilai komunitas. 

Di sisi lain, Modern Diplomacy menyoroti peran rendang dalam diplomasi budaya Indonesia. Melalui pengakuan internasional tersebut, rendang dijadikan sebagai alat nation branding yang efektif untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara. Restoran Padang yang tersebar di berbagai belahan dunia menjadi media utama penyebaran identitas Indonesia melalui cita rasa rendang. 

Promosi rendang di kancah internasional tidak hanya sekadar soal kuliner, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat citra Indonesia di mata dunia. Keberhasilan rendang masuk dalam jajaran makanan terbaik dunia menjadi bukti konkret bahwa budaya dapat menjadi instrumen diplomasi yang setara pentingnya dengan politik maupun ekonomi. 

Baca Juga: Resep Rendang Daging Sapi Empuk dan Praktis untuk Hidangan Idul Adha ala Chef Devina Hermawan

Kajian yang diterbitkan di ScienceDirect juga menyinggung tentang bagaimana rendang dipandang sebagai salah satu contoh terbaik gastronomi Asia Tenggara. Dengan bahan dasar lokal dan teknik memasak yang khas, rendang dianggap sebagai representasi keberhasilan masyarakat Minang dalam memadukan cita rasa dengan daya tahan makanan. Hal ini menjadikannya unik dan mudah diterima oleh masyarakat global. 

Journal of Ethnic Foods menegaskan, rendang telah mengalami perjalanan panjang dari dapur tradisional hingga ke panggung internasional. Kehadirannya di perayaan adat, hajatan, hingga acara kenegaraan menunjukkan posisi rendang yang istimewa dalam budaya Indonesia. Dengan demikian, rendang tidak hanya merepresentasikan Minangkabau, tetapi juga bangsa Indonesia secara keseluruhan. 

Dalam perspektif global, Modern Diplomacy mencatat bahwa rendang telah menjadi ikon yang membawa identitas Indonesia ke berbagai negara. Baik melalui festival kuliner, ajang promosi budaya, maupun diplomasi publik, rendang selalu menjadi wajah yang membanggakan bagi Indonesia di mata internasional. 

Baca Juga: Ide Olahan Idul Adha! Resep Rendang Daging Bumbu Jawa Cocok Jadi Menu Lebaran Haji

Pengakuan internasional yang tercatat dalam ScienceDirect memperlihatkan bahwa rendang mampu bersaing dengan kuliner dari negara-negara yang lebih dulu terkenal, seperti Thailand dan Jepang. Hal ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pusat gastronomi dunia, meski masih membutuhkan strategi promosi yang lebih sistematis. 

Keseluruhan fakta dari tiga sumber tersebut menunjukkan bahwa rendang adalah lebih dari sekadar hidangan lezat. Ia adalah warisan budaya Minangkabau, simbol identitas bangsa Indonesia, sekaligus alat diplomasi yang efektif. Dengan penobatan sebagai makanan terenak dunia yang dikaji oleh ScienceDirect , dianalisis dalam Journal of Ethnic Foods, dan diperkuat oleh perspektif diplomasi di Modern Diplomacy, rendang telah meneguhkan posisinya sebagai ikon kuliner Indonesia di panggung dunia.

EDITOR: Ilham Safutra