← Beranda
Mengenal Deep Tissue Massage, Terapi Pijat Paling Menyakitkan Tapi Paling Bagus untuk Tubuh
Alberta Dionny NatanuelKamis, 23 Juli 2026 | 03.46 WIB
seseorang sedang dipijat oleh ahli medis (https://images.pexels.com)

JawaPos.com - Ada banyak metode yang ditemukan oleh para ahli medis untuk memperbaiki atau menyembuhkan tubuh kita. Salah satu metode yang ditemukan dan dibuktikan dapat membantu adalah memijat tubuh. 

Metode ini sudah dipraktekkan lama dan ditemukan banyak sekali gaya dari berbagai belahan dunia. Belum lama ini, ada teknik memijat yang menjadi populer karena sering dilakukan pada kalangan atlet. 

Deep tissue massage

Dilansir dari Halodoc, deep tissue massage adalah sebuah bentuk terapi pijat yang berfokus pada tekanan pijat lebih kuat dan dalam daripada teknik pijat relaksasi biasa. 

Baca Juga: Usai Tinggalkan Manchester City, Pep Guardiola Didekati Italia untuk Bangun Kembali Azzurri

Pijat ini sangat direkomendasikan untuk mengatasi nyeri otot kronis dan ketegangan pada lapisan otot terdalam. 

Terutama karena tujuan teknik ini untuk mencapai jaringan ikat serta otot yang terletak jauh di bawah lapisan permukaan kulit. 

Namun tidak semua orang dapat menikmati pijat ini karena tekanan dalam dan kuat yang dilakukan oleh terapis terkadang menyakitkan bagi beberapa orang. 

Manfaat

Dilansir dari Alodokter, ada berbagai manfaat kesehatan dari teknik pijat yang menyakitkan ini. 

Deep tissue massage dalam membantu melemaskan otot yang tegang akibat postur tubuh yang buruk, stres dan terlalu sering mengulangi gerakan yang sama. 

Karena teknik pijat ini dapat menargetkan otot yang kaku, sehingga membantu mengurangi nyeri dan membuat tubuh lebih tenang. 

Karena teknik pijat yang dalam, deep tissue massage dapat melancarkan alirah darah ke area otot yang tegang atau cedera. Sirkulasi darah yang baik dapat mempercepat pembagian oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh, serta mengurangi penumpukan asam laktat. 

Teknik pijat ini juga dapat membantu melonggarkan otot dan jaringan ikat yang kaku, karena itu tubuh terasa lebih lentur serta mudah digerakkan. 

Otot yang lebih tenang dapat menurunkan resiko cedera pula, terutama bagi mereka yang sering duduk atau jarang berolahraga. 

Deep tissue massage ditemukan dapat menurunkan aktivitas sistem saraf simpatik yang memicu stres. 

Tekanan yang lebih dalam dan ritmis dapat merangsang pelepasan hormon endorfin yang menimbulkan rasa tenang. Apabila rutin dilakukan, pijat ini dapat meningkatkan kualitas tidur dan suasana hati. 

Dilansir dari Healthline, sebuah studi pada tahun 2014 dilakukan dengan melibatkan 59 subjek. Dari penelitian ini, diambil kesimpulan bahwa para subjek mengalami pengurangan nyeri pada punggung bagian bawah. 

Karena itu, teknik pijat ini cocok untuk mereka dengan hipertensi, fibromyalgia, plantar fasciitis, sciatica, dan berbagai cedera olahraga. 

Efek samping

Bagi mereka yang cukup sensitif atau tidak tahan dengan rasa nyeri berkelanjutan mungkin tidak akan tahan. Selain itu, ternyata ada beberapa orang yang sebaiknya  tidak melakukan pijat ini.

Walaupun terapi pijat pada umumnya aman dilakukan pada semua orang, deep tissue massage belum tentu cocok pada beberapa kasus. 

Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu apabila Anda memiliki beberapa riwayat penyakit. 

Salah satunya adalah penyakit pengendapan pada darah, sehingga mengkonsumsi pengencer darah. Mereka dengan penyakit pendarahan dan pasien kanker juga tidak disarankan untuk menjalani terapi pijat ini. 

Pasien osteoporosis juga tidak disarankan melakukan terapi ini. Dikarenakan pengeroposan tulang yang dialami dapat menjadi lebih parah dan mengalami retak. 

Mereka dengan luka terbuka atau infeksi kulit juga tidak disarankan. Karena diperkirakan dapat memperlambat penyembuhan luka, atau memperparah luka. 

EDITOR: Hanny Suwindari