JawaPos.com - Secara biologis, metabolisme adalah serangkaian reaksi kimia yang menopang kehidupan dalam tubuh.
Sederhananya, metabolisme adalah proses di mana tubuh Anda mengubah makanan menjadi energi, yang dibutuhkan untuk berbagai fungsi.
Mereka yang memiliki metabolisme cepat membakar lebih banyak kalori dan cenderung tidak menumpuk banyak lemak.
Di sisi lain, bagi yang memiliki metabolisme lambat cenderung membakar lebih sedikit kalori dan disimpan sebagai lemak.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Aries dan Gemini Rabu, 4 Maret 2026: Karier, Cinta, Keuangan, hingga Kesehatan
Metabolisme yang cepat bermanfaat karena beberapa alasan lain.
Hal ini dapat menyebabkan tingkat energi yang lebih tinggi dan daya tahan selama aktivitas fisik karena tubuh dapat mengubah makanan menjadi energi yang dapat digunakan dengan lebih cepat.
Selain itu, laju metabolisme yang lebih cepat dapat mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Meski begitu, beberapa kebiasaan umum dapat memperlambat metabolisme Anda, seperti dilansir ndtv.
- Pembatasan kalori ekstrem
Membatasi asupan kalori secara drastis atau mengikuti diet ketat dapat menyebabkan tubuh memasuki mode kelaparan, memperlambat metabolisme untuk menghemat energi.
Hal ini memperlambat laju metabolisme basal Anda untuk bertahan hidup dalam kondisi yang dianggap kekurangan makanan.
- Gaya hidup kurang aktif
Ketika otot tetap tidak aktif selama berjam-jam, otot tersebut berhenti membutuhkan energi, menyebabkan penurunan signifikan dalam pengeluaran kalori.
Seiring waktu, ini menyebabkan metabolisme melambat.
- Kurang tidur
Tidur merupakan pengatur utama hormon metabolisme, termasuk hormon yang mengatur nafsu makan.
Kurang tidur dapat memicu sekresi ghrelin (hormon lapar) sekaligus mengurangi kadar leptin (hormon kenyang), yang menyebabkan makan berlebihan.
Kurang tidur kronis dapat menyebabkan metabolisme melambat dan penambahan berat badan.
- Dehidrasi
Air sangat penting untuk memecah lemak menjadi energi.
Bahkan dehidrasi ringan pun dapat menyebabkan laju metabolisme menurun karena tubuh tidak dapat memproses nutrisi secara efisien tanpa cairan yang cukup.
- Stres
Tingkat stres yang tinggi dapat menyebabkan produksi kortisol berlebihan, yang memberi sinyal kepada tubuh untuk menyimpan lemak, terutama di area perut.
Selain itu, stres mempersulit tubuh untuk menggunakan insulin secara efektif sehingga memengaruhi metabolisme dan berat badan.
- Melewatkan waktu makan
Pola makan yang tidak teratur dan sering melewatkan waktu makan dapat memberi sinyal kepada tubuh untuk menghemat energi, yang menyebabkan perlambatan laju metabolisme.