← Beranda
5 Manfaat Jika Rutin Mengonsumsi Buah Delima, Mulai dari Memperlambat Penuaan Dini hingga Meredakan Nyeri Sendi
Ahmad Harsya AlindraJumat, 26 September 2025 | 23.27 WIB
Ilustrasi buah delima. (Freepik)

JawaPos.com - Delima adalah buah yang memiliki kulit tebal berwarna merah dengan biji-biji kecil yang dilapisi daging buah bening dan berair. Rasanya segar, perpaduan manis dan asam, sehingga banyak digemari untuk dimakan langsung maupun dijadikan jus.

Buah ini memiliki nama latin Punica granatum L dan masuk ke dalam kelompok berry. Delima berasal dari wilayah Timur Tengah dan Asia Selatan, tetapi kini telah banyak dibudidayakan di berbagai negara beriklim tropis maupun subtropis, termasuk Indonesia.

Kandungan Nutrisi dalam Buah Delima

Selain menyegarkan, dalam 100 gram buah delima mengandung 78 gram air, 83 kalori dan 14 gram gula. Dikutip dari Alodokter, buah delima juga mengandung berbagai nutrisi berikut.

  • 19 gram karbohidrat
  • 2 gram protein
  • 4 gram serat
  • 236 miligram kalium
  • 36 miligram fosfor
  • 12 miligram magnesium
  • 10 miligram kalsium
  • 10 miligram vitamin C

Baca Juga: 7 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Usus, Bikin Pencernaan Lancar Secara Alami

Manfaat Mengonsumsi Buah Delima

Kandungan berbagai nutrisi dan vitamin tersebut tentunya memberikan banyak manfaat. Dikutip dari HelloSehat, berikut ini berbagai khasiat delima terhadap tubuh berdasarkan pembuktian penelitian.

1. Meringankan Nyeri Sendi dan Artritis

Buah delima diketahui memiliki sifat antiradang yang dapat membantu meredakan artritis serta nyeri pada persendian. Menurut The Journal of Nutrition, kandungan antioksidan flavonoid dalam delima berpotensi menghambat proses peradangan yang memicu osteoarthritis serta kerusakan pada tulang rawan.

Namun, temuan ini masih berdasarkan penelitian pada hewan percobaan. Karena itu, diperlukan studi lebih lanjut untuk memastikan sejauh mana efektivitas buah delima dalam mengatasi artritis dan keluhan persendian pada manusia.

2. Menurunkan Tekanan Darah

Sebuah studi meta-analisis dalam jurnal Pharmacological Research menunjukkan bahwa konsumsi jus delima secara rutin dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik. Efek penurunan tekanan darah ini bisa mulai terlihat dalam waktu dua minggu, dengan hasil paling optimal setelah sekitar 12 minggu.

Jus delima sendiri kaya akan antioksidan polifenol yang berperan melawan aterosklerosis dan peradangan pada pembuluh darah, sehingga turut mendukung penurunan tekanan darah. Manfaat delima juga dapat dirasakan melalui penurunan kadar kolesterol serta peningkatan kesehatan jantung secara menyeluruh.

Baca Juga: Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Metode SADARI, Kenali Gejalanya dan Cegah Sebelum Terlambat

3. Menurunkan Risiko Terkena Kanker

Jurnal Molecules mengungkapkan bahwa buah delima mengandung berbagai senyawa yang berpotensi membantu mencegah kanker. Beberapa komponen di dalamnya diketahui mampu memperlambat pertumbuhan serta reproduksi sel kanker prostat, bahkan memicu proses kematian sel kanker atau apoptosis.

Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa jus delima dapat berperan dalam mencegah sekaligus menghancurkan sel kanker payudara.

4. Mencegah Penuaan Dini

Antioksidan yang terdapat dalam buah delima dapat membantu melindungi sel-sel kulit dari kerusakan akibat paparan radikal bebas, sehingga mampu mencegah munculnya tanda-tanda penuaan dini.

Dikutip dari Alodokter, buah delima juga mengandung vitamin C yang berperan dalam meningkatkan produksi kolagen, sehingga kesehatan dan kekencangan kulit tetap terjaga.

5. Menjaga Sistem Imunitas Tubuh

Vitamin C merupakan antioksidan yang sangat kuat, berfungsi melawan peradangan di seluruh tubuh, sekaligus mencegah stres oksidatif dan kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, buah delima juga mengandung berbagai antioksidan yang dapat membantu melindungi tubuh.

Antioksidan ini juga berperan penting dalam mencegah terjadinya kerusakan sel lebih lanjut. (*)

EDITOR: Siti Nur Qasanah