← Beranda
Hati-hati! Ini 5 Tanda Stroke yang Bisa Terjadi di Usia Produktif
Betty Khasandra PujayantiRabu, 17 September 2025 | 05.59 WIB
Sakit kepala berat menjadi salah satu tanda stroke (Canva)

JawaPos.com - Stroke menjadi salah satu penyakit berbahaya yang kini menyerang orang usia produktif, di bawah 35 tahun.

Stroke dikenal sebagai the silent killer karena sering muncul tanpa gejala awal yang jelas sehingga membuat penderitanya sulit mendeteksi penyakit secara dini.

Selain itu, stroke ringan atau transient ischemic attack (TIA) pun tak boleh diabaikan karena bisa menjadi peringatan serangan stroke yang lebih parah.

Dilansir dari laman Mayo Clinic, berikut ini 5 tanda stroke yang bisa muncul pada orang di usia produktif.

Kesulitan Berbicara dan Memahami Perkataan

Stroke dapat membuat seseorang mengalami kebingungan saat berbicara, melantur, atau kesulitan memahami ucapan orang lain dalam situasi sehari-hari yang sebelumnya mudah dijalani.

Gangguan komunikasi ini muncul karena area otak yang mengontrol bahasa dan pemahaman mengalami kerusakan akibat aliran darah yang tersumbat atau berkurang secara tiba-tiba.

Kondisi ini membuat pengidap sulit mengungkapkan pikiran, menulis, atau mengikuti percakapan, sehingga dampaknya bisa signifikan terhadap interaksi sosial dan pekerjaan sehari-hari.

Dilansir dari Healthline, gejala awal stroke ini perlu diperhatikan termasuk perubahan kemampuan berbicara atau memahami kata-kata yang mendadak dan jelas berbeda.

Kelumpuhan atau Mati Rasa pada Wajah, Lengan, atau Kaki

Stroke sering menyebabkan kelumpuhan atau mati rasa tiba-tiba pada wajah, lengan, atau kaki, biasanya hanya pada salah satu sisi tubuh yang terkena serangan.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pengidap mungkin merasakan kelemahan ekstrem dan kesulitan menggerakkan anggota tubuh tersebut sehingga aktivitas sederhana seperti mengangkat tangan menjadi sulit dilakukan.

Baca Juga: Derby Malapetaka! Scholes Bongkar Blunder Transfer Manchester United

Sisi mulut juga bisa terkulai saat mencoba tersenyum, atau salah satu lengan turun ketika diangkat bersamaan ke atas, menandakan gangguan fungsi motorik yang mendesak perhatian medis.

Gangguan Penglihatan di Salah Satu atau Kedua Mata

Stroke dapat memengaruhi saraf optik sehingga penglihatan pengidap tiba-tiba menjadi buram, kabur atau bahkan hitam di salah satu atau kedua mata secara mendadak.

Selain itu, penderita juga bisa mengalami penglihatan ganda atau kesulitan melihat objek di sekitarnya, yang berdampak pada koordinasi, keseimbangan, dan aktivitas harian.

Gangguan ini bisa berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam, tetapi tetap harus dianggap serius karena menandakan adanya masalah aliran darah ke otak bagian visual.

Sakit Kepala Berat

Sakit kepala mendadak yang sangat kuat merupakan tanda stroke yang penting dikenali, terutama jika disertai mual, muntah, pusing, atau perubahan kesadaran.

Rasa sakit ini biasanya berbeda dari sakit kepala biasa, lebih intens. Kondisi ini muncul tanpa sebab yang jelas. Jika mengalami gejala ini, segera bawa ke dokter karena kemungkinan terjadi tekanan atau kerusakan pada jaringan otak.

Menurut American Stroke Association, stroke jenis ini sering disebut sebagai hemorrhagic stroke, yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak sehingga menyebabkan nyeri hebat secara tiba-tiba.

Kesulitan Berjalan dan Kehilangan Keseimbangan

Stroke dapat memengaruhi koordinasi dan keseimbangan sehingga pengidap tiba-tiba mengalami pusing, kesulitan berjalan, atau bahkan terjatuh secara mendadak.

Pergerakan tubuh menjadi tidak stabil karena saraf yang mengontrol otot kaki dan postur terganggu, membuat penderita sulit menjaga posisi tubuh saat berdiri atau berjalan.

Selain pusing, hilangnya koordinasi bisa memicu jatuh atau cedera tambahan, sehingga penting untuk segera mendapatkan penanganan medis ketika gejala muncul.

Mendeteksi tanda-tanda stroke sejak dini sangat penting, apalagi bagi mereka yang berada di usia produktif karena penanganan cepat dapat menyelamatkan fungsi otak dan nyawa.

Jika mengalami salah satu atau lebih gejala di atas, segera hubungi tenaga medis atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan tindakan medis yang tepat.

Gaya hidup sehat, olahraga rutin, menjaga tekanan darah, serta menghindari rokok dan alkohol merupakan langkah pencegahan stroke yang efektif bagi usia muda.

Rutin memeriksakan kesehatan, termasuk kadar kolesterol dan gula darah, dapat membantu mengurangi risiko stroke serta mendeteksi faktor risiko yang mungkin tidak terasa sebelumnya.

Penting juga untuk edukasi keluarga dan rekan kerja agar paham gejala stroke, sehingga bisa memberikan pertolongan cepat bila tanda-tanda muncul secara tiba-tiba.

EDITOR: Hanny Suwindari