JawaPos.com - Golongan darah selama ini lebih sering diketahui untuk keperluan donor, transfusi, ataupun kebutuhan medis mendesak ketika seseorang mengalami keadaan darurat.
Namun, dilansir dari Halodoc.com, golongan darah ternyata bisa memberi petunjuk mengenai risiko penyakit tertentu yang mungkin dialami seseorang.
Perbedaan risiko ini diyakini berkaitan dengan interaksi substansi pembeda pada sel darah merah dengan sistem imun dalam tubuh manusia.
Berikut ini fakta-fakta ilmiah mengenai risiko penyakit yang mungkin terjadi pada golongan darah.
Baca Juga: Daftar Sayuran untuk Penderita Asam Urat, Aman Dikonsumsi Setiap Hari
1. Golongan Darah A
Orang dengan golongan darah A memiliki risiko lebih tinggi terhadap kanker perut dibandingkan dengan golongan darah B atau golongan darah O.
Risiko ini diduga berkaitan dengan sensitivitas tubuh terhadap bakteri Helicobacter pylori yang sering memicu masalah serius pada organ pencernaan.
Untuk mengurangi potensi tersebut, disarankan agar pemilik golongan darah A mengurangi konsumsi daging olahan dan memperbanyak asupan makanan sehat.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Jus Sehat untuk Asam Urat, Ampuh Redakan Nyeri Sendi
2. Golongan Darah AB
Pemilik golongan darah AB disebut memiliki risiko kanker perut lebih tinggi sekitar 26 persen dibandingkan dengan golongan darah lainnya.
Selain itu, dilansir dari laman The Healthy, terdapat fakta bahwa golongan darah AB lebih rentan mengalami gangguan kognitif serta masalah memori dalam jangka panjang.
Melatih otak dengan membaca, bermain teka-teki, maupun belajar bahasa baru diyakini dapat membantu menjaga kesehatan otak pemilik golongan darah AB.
3. Golongan Darah B
Baca Juga: Resep Salmon Teriyaki ala Restoran, Mudah Dibuat di Rumah
Golongan darah B sering dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2 hingga 20 persen dibandingkan dengan pemilik golongan darah O.
Selain diabetes, orang dengan golongan darah B juga disebut lebih rentan mengalami hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan pembuluh darah koroner.
Pola hidup sehat, menjaga berat badan ideal, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan penting untuk menurunkan risiko penyakit tersebut.
4. Golongan Darah O
Dilansir dari Harvard School of Public Health berjudul “Blood Type Linked to Heart Disease Risk”, orang dengan golongan darah O lebih terlindungi.
Hal ini dikarenakan golongan darah O memiliki kekebalan terhadap penyakit jantung lebih tinggi hingga 23 persen dibandingkan tipe lain.
Namun, golongan darah O tetap rentan terhadap tukak lambung karena interaksi bakteri Helicobacter pylori yang lebih sering menyerang penderitanya.
Fakta mengenai risiko penyakit berdasarkan golongan darah perlu diketahui, tetapi faktor gaya hidup tetap menjadi penentu utama kesehatan seseorang.
Pola makan seimbang, olahraga rutin, pemeriksaan kesehatan berkala, dan menghindari kebiasaan buruk merupakan langkah penting menjaga kesehatan jangka panjang.