← Beranda
Tren Anak Muda Derita Stroke Makin Banyak, Tingkat Stres hingga Gaya Hidup Terlalu Lama Duduk Jadi Penyebab
Tazkia Royyan HikmatiarJumat, 25 Oktober 2024 | 23.41 WIB
Ilustrasi stroke usia muda/ freepik.com/jcomp

JawaPos.com - Tren penderita stroke di Indonesia mulai menimpa banyak pada usia muda. Padahal, kasus ini dulunya lebih sering terjadi pada orang yang sudah lanjut usia. Faktor risiko berupa gaya hidup menjadi penentu. 

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (PERDOSNI) Dr. dr. Dodik Tugasworo mengatakan, saat ini penderita stroke di Indonesia yang pernah dirinya tangani mulai dari usia 30-40 tahun 
 
"Beberapa usia yang saya temui sekitar 30-40 tahun itu sekarang meningkat sekali," ujarnya kepada wartawan, Jumat (25/10).
 
Baca Juga: Penyesalan Terbesar Putri Marino, Sia-siakan Kesempatan untuk Bersama Ayahnya
 
Penyakit stroke yang mulai banyak diderita anak muda ini, kata dr. Dodik, bisa jadi karena gaya hidup yang tidak sehat dan kurang olahraga. 
 
"Seperti pola makan tinggi lemak dan gula. Juga kurangnya aktivitas fisik," ucapnya.
 
Apalagi dengan banyaknya anak muda yang saat ini lebih banyak bekerja di depan gadget dan hanya duduk diam di tempat. 
 
"Tadi menarik ya, pekerja itu tidak harus duduk ya, harus juga berjalan dan sebagainya," tuturnya.
 
Belum lagi dengan kebiasaan buruk lain seperti merokok hingga minum alkohol juga, kata dr. Dodik, membuat faktor risiko stroke lebih mudah menjangkiti anak muda. 
 
"Ini semua sesuatu yang membuat juga cenderungan usia muda menjadi lebih banyak pada akhir-akhir ini," terangnya. 
 
Terakhir, dr. Dodik menyebut bahwa tingkat stres juga menjadi salah satu faktor risiko anak muda mengalami penyakit stroke. 
 
"Karena pada mereka itu iklim kompetisi itu mungkin menjadi tinggi. Sehingga terjadi gangguan tidur, dan semua ini menjadi risiko untuk terjadinya stroke," pungkasnya. 
 
EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah