← Beranda
3 Masa Penting saat Pertama Kali Menjadi Ibu Hamil, Jangan Lupa Dicatat, Moms!
Rani PurwantiSelasa, 7 November 2023 | 18.00 WIB
ilustrasi ibu sedang menggendong bayi / sumber: (Kristina Paukshtite/pexels)

JawaPos.com – Bagi sebagian orang, pertama kali menjadi ibu hamil bukanlah hal yang mudah, terutama bagi ibu hamil yang masih awam mengenai hal-hal yang perlu dilakukan.

Masa setelah menikah bukanlah hal yang mudah untuk dilalui para pasangan muda, memikirkan keuangan harian, tempat tinggal, dan lain sebagainya.

Namun, mengetahui apa yang perlu dipersiapkan saat akan memiliki seorang anak tidak kalah pentingnya.

Para calon ibu yang baru pertama kali menjadi ibu hamil perlu memperhatikan beberapa hal ini.

1. Pra - Hamil

Jika kamu sedang memikirkan untuk memiliki seorang anak atau bahkan saat ini tengah berusaha untuk memiliki anak, kamu perlu memperhatikan masa pra-hamil.

Perlu digaris bawahi bahwa kesehatan prakonsepsi dan perawatan kesehatan berfokus pada hal-hal yang dapat kamu lakukan sebelum dan diantara kehamilan untuk meningkatkan peluang untuk memiliki bayi yang sehat.

Langkah penting untuk membantu mempersiapkan kehamilan yang paling sehat adalah tulis tujuanmu untuk memiliki anak atau tidak dan bagaimana cara mencapainya.

Sebelum hamil, diskusikan dengan dokter mengenai perawatan kesehatan prakonsepsi. Dokter tersebut akan mendiskusikan mengenai riwayat kesehatan serta masalah kesehatan apa pun yang pernah kamu alami yang dapat mempengaruhi kehamilan nya nanti.

Pentingnya mengkonsumsi asam folat atau vitamin B., karena mempunyai cukup asam folat dalam tubuh minimal 1 bulan sebelum dan selama kehamilan dapat membantu mencegah cacat lahir serius pada otak dan tulang belakang bayi (anencephaly dan spina bifida).

Serta kamu harus menghindari bahan kimia beracun, pencemar lingkungan, dan zat beracun lainnya.

Baca Juga: Ini Alasan Penting Menjaga Imunitas Anak

2. Hamil

Dilansir dari healthshots.com bahwa pada trimester pertama kehamilan, wanita sering mengalami mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan karena adanya peningkatan hormon kehamilan.

Jika mengalami muntah yang parah meski sudah minum obat, hingga tidak bisa makan atau minum, kamu wajib menghubungi dokter.

Perlu diketahui bahwa bahwa kenaikan berat badan selama kehamilan bisa terjadi dengan sangat cepat bagi wanita yang tidak memperhatikan apa yang mereka makan dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk beristirahat.

Kalau bisa hindari naik kendaraan roda dua pada trimester pertama. Jika kamu adalah seorang wanita karier, kamu bisa terus bekerja selama hal itu tidak membahayakan kehamilan, karena melakukan pekerjaan yang terlalu menuntut akan membuat stres.

Sembelit merupakan masalah yang umum terjadi selama kehamilan, oleh karena itu disarankan agar seseorang mengonsumsi makanan kaya serat. Sertakan bit, wortel, pisang, apel, beri, dan lentil.

Memiliki tidur nyenyak selama delapan jam di malam hari dan istirahat di siang hari merupakan hal yang wajib dan tidak dianjurkan bekerja saat malam hari.

Tidur dengan posisi miring ke kiri disarankan karena dapat meningkatkan sirkulasi darah ke bayi dari ibu

Jalan kaki merupakan olahraga yang direkomendasikan oleh dokter kandungan, biasanya diperbolehkan setelah trimester kedua selesai.

3. Pasca Hamil

Hal yang perlu kamu diperhatikan yaitu jangan lupa meluangkan waktu untuk perawatan mental.

Bayi baru lahir biasanya tidak tidur lebih dari dua setengah jam dalam enam minggu pertama, jadi sangat penting untuk menyesuaikan tidurmu dengan bayimu.

Baca Juga: Yuk Pahami 10 Penyakit Kejiwaan yang Ada di Drama Daily Dose of Sunshine yang Dibintangi Park Bo Young

Miliki orang yang mendukung dan penuh perhatian di sekitarmu akan membuatmu lebih ringan saat mengurus bayi.

Beristirahatlah semampumu dan pastikan untuk meluangkan waktu untuk diri sendiri setiap hari

Berkonsentrasilah pada pola makan sehat dan ikatan dengan bayi Anda.

Jika kamu mulai merasa kewalahan sepanjang waktu dan tidak ada perasaan lega atau mulai kurang tertarik pada bayimu, ini bisa menjadi tanda-tanda depresi.

Sehingga, kesehatan mental ibu sangat penting untuk dijaga pada masa ini.

EDITOR: Hanny Suwindari