← Beranda
Bukan Soal Usia, 7 Perilaku Ini Jadi Tanda Kedewasaan Emosional Menurut Psikologi
Mohammad Maulana Iqbal• Sabtu, 26 September 2026 | 05.32 WIB
Perilaku kecil yang menunjukkan kedewasaan emosional menurut psikologi.

JawaPos.com - Kedewasaan emosional tidak selalu terlihat dari tindakan besar atau cara seseorang menghadapi persoalan berat. Justru, sikap sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi gambaran bagaimana seseorang mengelola emosi dan berinteraksi dengan orang lain.

Seseorang yang matang secara emosional umumnya mampu mengendalikan responsnya, memahami perasaan orang lain, serta menyikapi berbagai situasi tanpa terburu-buru. Kemampuan tersebut juga dapat membantu seseorang membangun hubungan yang lebih sehat dan saling menghargai.

Dilansir dari geediting.com, terdapat tujuh perilaku sederhana yang kerap dikaitkan dengan kedewasaan emosional seseorang menurut psikologi.

Baca Juga: Jangan Mudah Tertipu, 7 Perilaku Ini Kerap Dikaitkan dengan Sikap yang Tidak Tulus

1. Mau Mendengarkan dengan Sungguh-Sungguh

Orang yang memiliki kematangan emosional tidak selalu berusaha mendominasi percakapan. Mereka justru bersedia memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menyampaikan pikiran dan perasaannya.

Saat berbicara, mereka tidak sekadar menunggu waktu untuk menjawab, tetapi benar-benar memperhatikan apa yang disampaikan lawan bicara. Kemampuan mendengarkan secara aktif menunjukkan adanya empati serta kesediaan untuk melihat suatu persoalan dari sudut pandang orang lain.

2. Berani Mengakui Kesalahan

Mengakui kesalahan membutuhkan keberanian. Seseorang yang matang secara emosional tidak menjadikan permintaan maaf sebagai sesuatu yang memalukan.

Ketika melakukan kekeliruan, mereka bersedia bertanggung jawab tanpa sibuk mencari kambing hitam. Permintaan maaf yang disertai keinginan memperbaiki kesalahan juga dapat membantu menjaga kepercayaan dalam sebuah hubungan.

3. Tidak Takut Menunjukkan Kerentanan

Kedewasaan emosional bukan berarti harus selalu terlihat kuat. Ada kalanya seseorang perlu mengakui bahwa dirinya sedang takut, ragu, sedih, atau menghadapi ketidakpastian.

Berani memperlihatkan sisi rentan kepada orang yang dipercaya dapat membuat hubungan terasa lebih jujur dan autentik. Kerentanan juga dapat menjadi bagian dari proses memahami diri sendiri dan membangun kedekatan dengan orang lain.

4. Menghargai Batasan Orang Lain

Orang yang matang secara emosional memahami bahwa setiap individu memiliki batas kenyamanan masing-masing. Karena itu, mereka tidak memaksa orang lain untuk menceritakan sesuatu atau melakukan hal yang sebenarnya tidak ingin dilakukan.

Dalam hubungan dekat sekalipun, mereka tetap memberikan ruang pribadi ketika dibutuhkan. Sikap tersebut menunjukkan adanya penghargaan terhadap kebutuhan dan pilihan orang lain.

5. Mampu Menerima Kritik

Kritik tidak selalu harus dianggap sebagai serangan pribadi. Seseorang dengan kematangan emosional cenderung mampu mendengarkan masukan terlebih dahulu sebelum memberikan reaksi.

Jika kritik tersebut memang membangun, mereka dapat mengambil bagian yang bermanfaat untuk melakukan evaluasi dan perbaikan. Kemampuan menerima masukan juga membuat seseorang memiliki kesempatan untuk terus berkembang.

6. Tidak Lupa Mengucapkan Terima Kasih

Menghargai bantuan dan kebaikan orang lain merupakan kebiasaan sederhana yang memiliki arti penting dalam hubungan sosial.

Ucapan terima kasih yang tulus menunjukkan bahwa seseorang menyadari adanya kontribusi orang lain dalam kehidupannya. Kebiasaan mengapresiasi hal-hal kecil juga dapat membuat hubungan terasa lebih hangat dan saling menghargai.

7. Memperhatikan Kebutuhan Diri Sendiri

Merawat diri bukan berarti bersikap egois. Seseorang yang memahami pentingnya keseimbangan hidup akan berusaha memenuhi kebutuhan fisik maupun emosionalnya.

Hal itu dapat dilakukan dengan menjaga waktu istirahat, berolahraga, melakukan kegiatan yang menyenangkan, atau mencari dukungan ketika menghadapi persoalan yang sulit. Dengan kondisi diri yang lebih terjaga, seseorang dapat menjalankan berbagai tanggung jawab tanpa terus-menerus mengabaikan kebutuhannya sendiri.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho