← Beranda
Tak Sulit Cari Teman Saat Traveling, 10 Perilaku Ini Bikin Orang Mudah Didekati
Irfan FerdiansyahMinggu, 20 September 2026 | 23.52 WIB
seseorang yang mendapat teman baru saat liburan./ Freepik/freepik

JawaPos.com - Bagi sebagian orang, liburan bukan sekadar mengunjungi tempat baru, mencoba makanan khas, atau mengabadikan momen untuk dibagikan di media sosial.

Perjalanan juga bisa menjadi kesempatan untuk bertemu banyak orang dengan latar belakang berbeda. Menariknya, ada orang yang hampir selalu berhasil membawa pulang kenalan baru setiap kali melakukan perjalanan.

Kemampuan tersebut bukan selalu soal keberuntungan. Dalam interaksi sosial, cara seseorang berkomunikasi, menunjukkan ketertarikan, dan merespons orang lain dapat memengaruhi seberapa mudah dirinya membangun hubungan baru.

Dilansir dari Geediting, orang yang mudah mendapatkan teman ketika bepergian cenderung menunjukkan sejumlah perilaku sosial tertentu.

Baca Juga: 7 Perilaku Tak Terduga yang Sebenarnya Sering Membuat Hubungan dengan Pasangan Menjadi Renggang

Berikut 10 perilaku yang kerap terlihat pada orang dengan kemampuan bersosialisasi tersebut.

1. Memancarkan Sikap Positif

Orang yang terlihat ramah, optimistis, dan mudah tersenyum biasanya lebih mudah didekati.

Sikap positif dapat menciptakan suasana interaksi yang terasa nyaman. Ketika seseorang tidak menunjukkan kesan tertutup atau terlalu serius, orang lain cenderung merasa lebih leluasa untuk memulai percakapan.

Hal sederhana seperti senyum tulus atau respons yang antusias dapat menjadi awal dari sebuah perkenalan.

2. Tidak Canggung Memulai Percakapan

Membuka obrolan dengan orang asing memang tidak selalu mudah. Namun, mereka yang terbiasa mendapatkan teman baru biasanya tidak terlalu takut memulai percakapan.

Topiknya pun tidak harus berat. Pertanyaan mengenai tempat wisata, makanan, cuaca, atau pengalaman perjalanan dapat menjadi pembuka yang sederhana.

Percakapan ringan atau small talk sering kali menjadi langkah awal sebelum hubungan berkembang menjadi lebih akrab.

3. Menggunakan Bahasa Tubuh yang Ramah

Komunikasi tidak hanya berlangsung melalui kata-kata.

Kontak mata yang sewajarnya, ekspresi wajah yang bersahabat, serta postur tubuh yang rileks dapat memberikan sinyal bahwa seseorang terbuka terhadap interaksi.

Sebaliknya, terus menunduk melihat ponsel, memasang ekspresi tertutup, atau menghindari kontak mata dapat membuat orang lain ragu untuk mendekat.

4. Benar-Benar Tertarik pada Orang Lain

Orang yang mudah berteman biasanya tidak menjadikan percakapan sebagai ajang membicarakan dirinya sendiri.

Mereka juga tertarik mendengar cerita lawan bicara. Pertanyaan sederhana, seperti asal daerah, tujuan perjalanan, atau pengalaman selama berada di suatu tempat, dapat membuat percakapan terasa lebih personal.

Ketika seseorang merasa didengarkan dan dihargai, hubungan sosial biasanya menjadi lebih mudah berkembang.

5. Bisa Menggunakan Humor Secara Tepat

Humor ringan dapat membantu mencairkan suasana, terutama ketika dua orang baru saja berkenalan.

Candaan yang tidak menyinggung atau merendahkan orang lain dapat mengurangi rasa canggung dan membuat interaksi terasa lebih santai.

Namun, penggunaan humor tetap perlu disesuaikan dengan situasi dan orang yang diajak berbicara. Tidak semua jenis candaan cocok untuk setiap orang atau budaya.

6. Tidak Kaku Menghadapi Perubahan

Perjalanan sering kali tidak berjalan sesuai rencana. Jadwal transportasi dapat berubah, cuaca tiba-tiba memburuk, atau tempat yang ingin dikunjungi ternyata tutup.

Orang yang mampu beradaptasi dengan situasi seperti ini biasanya lebih mudah diajak beraktivitas bersama.

Sikap fleksibel juga membuat interaksi terasa lebih menyenangkan karena mereka tidak mudah memperbesar masalah ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana.

7. Bersedia Menunjukkan Sisi Personal Secukupnya

Membangun kedekatan membutuhkan rasa percaya. Salah satu cara yang dapat membantu adalah berbagi cerita pribadi dalam batas yang tetap nyaman.

Misalnya, menceritakan pengalaman lucu ketika bepergian atau mengungkapkan kekhawatiran sederhana mengenai perjalanan.

Keterbukaan yang proporsional dapat membuat percakapan terasa lebih manusiawi. Namun, berbagi informasi pribadi tetap perlu mempertimbangkan situasi dan tingkat kepercayaan terhadap orang yang baru dikenal.

8. Mampu Berempati

Empati berarti berusaha memahami perasaan dan sudut pandang orang lain.

Dalam pertemanan baru, sikap ini dapat terlihat dari kesediaan mendengarkan tanpa terburu-buru menghakimi. Ketika seseorang bercerita tentang pengalaman yang kurang menyenangkan, respons yang penuh perhatian juga dapat membuat hubungan terasa lebih hangat.

Kemampuan memahami perasaan orang lain menjadi salah satu modal penting dalam membangun hubungan sosial yang sehat.

9. Terbuka terhadap Perbedaan

Berlibur sering kali mempertemukan seseorang dengan orang-orang dari daerah, budaya, atau kebiasaan yang berbeda.

Orang yang terbuka terhadap perbedaan biasanya tidak terburu-buru menilai sesuatu hanya karena tidak sesuai dengan kebiasaannya sendiri.

Rasa ingin tahu dan sikap menghargai perbedaan dapat membuat interaksi lintas budaya berjalan lebih nyaman.

10. Bersikap Tulus

Pada akhirnya, ketulusan menjadi salah satu fondasi penting dalam hubungan sosial.

Orang yang benar-benar tertarik mengenal orang lain biasanya tidak memaksakan percakapan atau berusaha terlihat sempurna. Mereka dapat menawarkan bantuan, berbagi pengalaman, atau sekadar menemani seseorang tanpa membuat interaksi terasa seperti sebuah kewajiban.

Sikap yang natural seperti ini dapat membuat orang lain merasa lebih nyaman dan dihargai.

Kemampuan mendapatkan teman baru ketika liburan bukan semata-mata soal memiliki kepribadian yang sangat ekstrover. Banyak kebiasaan sosial yang dapat dilatih, mulai dari berani membuka percakapan hingga belajar menjadi pendengar yang baik.

Namun, membangun hubungan dengan orang baru juga tetap perlu disertai batasan dan kewaspadaan, terutama ketika berkenalan dengan orang yang sama sekali belum dikenal.

Dengan sikap terbuka, menghargai orang lain, dan tetap menjaga batas pribadi, perjalanan tidak hanya dapat menghadirkan pengalaman baru, tetapi juga berpotensi memperluas lingkaran pertemanan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho