← Beranda
8 Kebiasaan Hidup Hemat Tanpa Terlihat Kekurangan Menurut Psikologi
Mohammad Maulana Iqbal• Jumat, 18 September 2026 | 02.18 WIB
Kebiasaan hidup hemat tanpa terlihat kekurangan menurut psikologi./Magnific/ pressfoto

JawaPos.com - Hidup hemat tercermin dari kebiasaan sederhana yang diterapkan orang cerdas tanpa membuat mereka terlihat kekurangan.

Kondisi ekonomi yang sulit membuat banyak orang mulai menerapkan kembali kebiasaan hemat ala generasi terdahulu.

Kebiasaan hemat sering dianggap sebagai sikap pelit, padahal sebenarnya merupakan pola hidup yang sehat secara finansial.

Dilansir dari laman YourTango pada Kamis (17/9), berikut delapan kebiasaan psikologi hidup hemat yang biasa diterapkan orang cerdas tanpa terlihat kekurangan secara finansial.

1. Menunda pembelian yang tidak mendesak

Orang yang hidup hemat biasanya menguasai seni menunda pembelian barang yang sebenarnya tidak mendesak.

Mereka sering menerapkan aturan menunggu selama dua hari sebelum benar-benar memutuskan membeli sesuatu.

Kebiasaan ini membantu mereka mengamati apakah keinginan tersebut benar-benar penting atau hanya dorongan sesaat.

Menunggu sejenak sering membuat keinginan tersebut memudar dengan sendirinya tanpa perlu dibeli sama sekali.

2. Menyiapkan makanan lebih awal

Hari yang melelahkan sering membuat seseorang tergoda memesan makanan daripada memasak sendiri di rumah.

Kebiasaan ini dapat menguras keuangan, terutama jika terus dilakukan dengan aplikasi pesan antar yang mengenakan biaya tambahan.

Menyiapkan makanan lebih awal membantu seseorang berbelanja lebih terarah tanpa membeli barang yang tidak diperlukan.

Kebiasaan ini juga membantu menjaga pola makan tetap sehat sekaligus menghemat pengeluaran bulanan.

3. Memanfaatkan kupon dan diskon

Kebiasaan menggunting kupon telah menjadi bagian dari budaya berhemat sejak beberapa dekade lalu.

Kini proses tersebut menjadi lebih mudah karena banyak toko menawarkan kode diskon secara digital.

Banyak orang justru lupa memeriksa potongan harga ini sehingga akhirnya membayar lebih mahal tanpa disadari.

Mengumpulkan kupon digital secara konsisten dapat memberikan penghematan yang cukup besar dalam jangka panjang.

4. Membangun lemari pakaian yang tahan lama

Orang yang hemat memahami bahwa tren pakaian akan terus berubah dan tidak perlu selalu diikuti.

Mereka lebih memilih membeli pakaian dasar yang dapat dipadupadankan dan bertahan selama bertahun-tahun.

Konsep ini dikenal sebagai lemari pakaian minimalis yang tetap relevan meski tren terus berganti.

Memiliki pakaian dasar berkualitas membantu seseorang menghindari pengeluaran berlebihan untuk berbelanja pakaian baru.

5. Berbelanja barang bekas berkualitas

Membeli pakaian bekas menjadi kelanjutan alami dari konsep lemari pakaian yang tahan lama.

Bahkan orang dengan kondisi finansial berlebih pun kini menikmati sensasi berburu barang bekas berkualitas.

Kebiasaan ini juga mendukung gaya hidup berkelanjutan selama tidak dilakukan secara berlebihan tanpa kendali.

Berbelanja barang bekas membantu seseorang mendapatkan barang berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

6. Merawat kendaraan secara rutin

Kerusakan kendaraan dapat mengganggu aktivitas harian sekaligus menimbulkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Perawatan rutin terbukti mampu menghemat pengeluaran dalam jangka panjang dibanding menunggu kerusakan besar terjadi.

Memeriksa cairan kendaraan dan mengganti oli secara teratur membantu mencegah kerusakan mesin yang lebih serius.

Kebiasaan ini juga membantu menjaga efisiensi bahan bakar sekaligus mengurangi biaya perbaikan mendadak.

7. Memilih aktivitas gratis dibanding makan malam mewah

Hidup hemat tidak selalu berarti mengorbankan kehidupan sosial seseorang secara keseluruhan.

Mereka lebih memilih kegiatan gratis atau murah untuk menghabiskan waktu bersama orang terdekat.

Mengundang teman ke rumah atau bertemu di taman menjadi alternatif menyenangkan tanpa mengeluarkan banyak biaya.

Sebagian orang bahkan menyisihkan dana khusus agar tetap bisa sesekali menikmati kegiatan berbayar tanpa rasa bersalah.

8. Membeli kebutuhan dalam jumlah besar

Barang seperti tisu dan produk pembersih rumah tangga selalu dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Membeli barang tersebut dalam jumlah besar membantu memastikan ketersediaannya sekaligus menghemat pengeluaran secara signifikan.

Pembelian dalam jumlah besar di toko grosir bahkan bisa menghemat hingga separuh dari harga normal.

Namun cara ini hanya efektif jika barang tersebut memang benar-benar akan digunakan hingga habis.

EDITOR: Hanny Suwindari