← Beranda
Jangan Diabaikan! 7 Perilaku yang Kerap Muncul Saat Rasa Percaya Diri Mulai Luntur
Rabbany WanadrianiSabtu, 12 September 2026 | 03.59 WIB
ilustrasi orang yang kurang percaya diri. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Seiring perjalanan hidup, seseorang akan melewati berbagai pengalaman yang dapat memengaruhi cara memandang dirinya sendiri. Pengalaman menghadapi kegagalan, kritik, perubahan lingkungan, maupun tekanan hidup terkadang membuat keyakinan terhadap kemampuan diri perlahan berkurang.

Menurunnya rasa percaya diri tidak selalu terlihat dari sikap yang jelas. Dalam banyak kasus, perubahan tersebut justru tercermin melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Dilansir dari Geediting, terdapat sejumlah perilaku yang dapat muncul ketika seseorang mulai kehilangan kepercayaan terhadap dirinya sendiri. Berikut tujuh di antaranya.

Baca Juga: Tak Punya Sahabat Dekat, 7 Perilaku Ini Sering Muncul dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Terlalu sering meminta maaf

Meminta maaf ketika melakukan kesalahan merupakan hal yang wajar. Namun, jika seseorang terlalu sering mengucapkan maaf bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya bukan kesalahannya, kebiasaan tersebut bisa menunjukkan adanya rasa tidak nyaman terhadap diri sendiri.

Ada kemungkinan seseorang takut membuat orang lain kecewa, khawatir menimbulkan konflik, atau merasa pendapat dan keberadaannya tidak terlalu penting. Akibatnya, kata "maaf" digunakan sebagai cara untuk menjaga hubungan sekaligus menghindari kemungkinan munculnya masalah.

2. Mulai menjauhi tantangan

Seseorang yang sebelumnya berani mencoba hal baru bisa berubah menjadi lebih berhati-hati dan memilih menghindari tantangan.

Rasa takut gagal sering menjadi salah satu penyebabnya. Ketika keyakinan terhadap kemampuan diri melemah, tantangan yang sebelumnya dianggap sebagai kesempatan berkembang justru dapat terlihat sebagai sesuatu yang menakutkan.

Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan menghindari tantangan dapat membuat seseorang semakin sulit mengenali potensi dirinya.

3. Tidak lagi memperhatikan penampilan

Cara seseorang merawat dirinya juga dapat mengalami perubahan ketika rasa percaya diri menurun. Mereka mungkin mulai tidak peduli terhadap pakaian, kebersihan, atau penampilan yang sebelumnya cukup diperhatikan.

Penampilan memang bukan ukuran utama nilai seseorang. Namun, perubahan drastis dalam kebiasaan merawat diri terkadang dapat menjadi salah satu tanda adanya perubahan dalam cara seseorang memandang dirinya sendiri.

4. Sering menjadikan diri sendiri sebagai bahan ejekan

Humor tentang kekurangan diri sebenarnya tidak selalu buruk. Sesekali menertawakan kesalahan atau kekurangan diri justru dapat menunjukkan sikap santai dan tidak terlalu serius.

Akan tetapi, jika seseorang terus-menerus merendahkan dirinya sendiri di hadapan orang lain, hal tersebut patut diperhatikan. Kebiasaan tersebut mungkin menjadi cara untuk menyembunyikan rasa minder atau mendahului kritik dari orang lain.

5. Semakin sering menarik diri

Perubahan dalam kehidupan sosial juga dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan. Seseorang yang kehilangan kepercayaan diri mungkin mulai mengurangi interaksi, menolak ajakan bertemu, atau merasa lebih nyaman menghabiskan waktu sendirian.

Menikmati waktu sendiri tentu bukan masalah. Namun, jika seseorang sengaja menghindari lingkungan sosial karena merasa tidak nyaman dengan dirinya atau takut dinilai orang lain, kondisi tersebut bisa berkaitan dengan rasa percaya diri yang menurun.

6. Terlalu banyak berpikir sebelum mengambil keputusan

Keraguan terhadap diri sendiri sering membuat seseorang terjebak dalam pemikiran yang berulang. Hal sederhana sekalipun dapat dipertimbangkan terlalu lama karena muncul kekhawatiran akan mengambil keputusan yang salah.

Kebiasaan overthinking tersebut kemudian dapat membuat seseorang menunda tindakan. Semakin sering terjadi, rasa percaya diri untuk menentukan pilihan sendiri pun dapat semakin melemah.

7. Gemar membandingkan diri dengan orang lain

Media sosial membuat seseorang semakin mudah melihat pencapaian, gaya hidup, pekerjaan, maupun kehidupan pribadi orang lain. Jika tidak disikapi dengan bijak, kebiasaan tersebut dapat memunculkan perasaan bahwa hidup sendiri tertinggal.

Orang yang kepercayaan dirinya sedang menurun mungkin lebih sering melihat kelebihan orang lain dan menjadikannya sebagai ukuran untuk menilai dirinya sendiri.

Padahal, kehidupan yang terlihat di media sosial tidak selalu menggambarkan keseluruhan kenyataan. Setiap orang memiliki perjalanan, tantangan, serta waktu pencapaian yang berbeda.

Pada akhirnya, perubahan perilaku tersebut tidak otomatis berarti seseorang kehilangan rasa percaya diri. Faktor lain seperti stres, kelelahan, perubahan kehidupan, atau kebutuhan untuk mendapatkan waktu sendiri juga dapat memengaruhi perilaku.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho