← Beranda
Dibentuk Keadaan, 8 Ciri Orang yang Sejak Lama Terbiasa Mengandalkan Diri Sendiri
Mohammad Maulana IqbalRabu, 9 September 2026 | 23.57 WIB
ciri perilaku orang tak memiliki keluarga dekat yang diandalkan kata Psikologi. (Freepik/ freepik)

JawaPos.com – Tidak semua orang mempunyai keluarga dekat yang bisa menjadi tempat meminta bantuan ketika menghadapi persoalan. Ada yang sejak kecil terbiasa menyelesaikan berbagai masalah sendiri karena tidak memiliki dukungan keluarga yang kuat, baik secara emosional maupun praktis.

Kondisi tersebut dalam beberapa kasus dapat memengaruhi cara seseorang menjalani kehidupan. Mereka mungkin terlihat sangat mandiri, tidak mudah meminta pertolongan, atau justru membangun hubungan yang sangat erat dengan orang-orang di luar keluarga.

Meski demikian, perilaku tersebut tidak bisa dijadikan patokan mutlak untuk menilai seseorang. Setiap individu memiliki pengalaman dan cara menghadapi keadaan yang berbeda.

Dilansir dari Geediting, terdapat sejumlah pola perilaku yang kerap dikaitkan dengan orang yang tidak mempunyai keluarga dekat untuk dijadikan tempat bergantung.

Baca Juga: Tak Punya Sahabat Dekat, 7 Perilaku Ini Sering Muncul dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Terbiasa Mengandalkan Diri Sendiri

Ketika seseorang tidak mempunyai tempat untuk meminta bantuan, ia cenderung belajar menyelesaikan persoalannya sendiri.

Mulai dari mengambil keputusan sederhana hingga menghadapi masalah besar, semuanya dilakukan dengan kemampuan pribadi. Kebiasaan tersebut lambat laun dapat membentuk rasa percaya diri dan kemandirian yang kuat.

Namun, sikap mandiri tidak selalu berarti menolak bantuan. Sebagian orang justru tetap mampu membangun hubungan dekat dengan teman atau orang lain yang mereka anggap sebagai keluarga pilihan.

2. Menganggap Teman sebagai Keluarga

Bagi seseorang yang tidak mempunyai hubungan dekat dengan keluarga kandung, persahabatan bisa memiliki arti yang jauh lebih besar.

Orang-orang terdekat mungkin menjadi tempat berbagi cerita, meminta dukungan, hingga merayakan berbagai momen penting. Hubungan tersebut kemudian berkembang menjadi semacam keluarga yang dibangun berdasarkan rasa percaya dan kasih sayang.

Karena itu, mereka biasanya sangat menghargai orang yang sudah berhasil mendapatkan tempat khusus dalam kehidupannya.

3. Tidak Takut Berada Sendirian

Kesendirian tidak selalu identik dengan rasa kesepian. Bagi sebagian orang, waktu tanpa kehadiran orang lain justru menjadi kesempatan untuk beristirahat dan mengenali diri sendiri.

Mereka dapat menikmati aktivitas seorang diri, mulai dari membaca, bekerja, melakukan hobi, hingga sekadar menikmati waktu tenang.

Kebiasaan tersebut membuat mereka relatif nyaman dengan ruang pribadi dan tidak selalu membutuhkan kehadiran orang lain untuk merasa baik-baik saja.

4. Mudah Menyesuaikan Diri

Tidak mempunyai banyak tempat untuk bergantung dapat membuat seseorang terbiasa menghadapi perubahan secara mandiri.

Ketika situasi berubah, mereka berusaha mencari solusi dan menyesuaikan langkah tanpa terlalu bergantung pada orang lain. Pengalaman menghadapi berbagai persoalan juga dapat membuat mereka lebih siap menghadapi ketidakpastian.

Meski demikian, kemampuan beradaptasi bukan berarti mereka selalu kuat. Mereka tetap bisa merasa lelah atau kewalahan, hanya saja pengalaman membuat mereka lebih terbiasa mencari jalan keluar.

5. Sangat Menghargai Hubungan yang Tulus

Orang yang tidak mempunyai keluarga dekat sering kali memberikan nilai besar pada hubungan yang benar-benar memberikan rasa aman.

Mereka mungkin tidak memiliki banyak teman, tetapi hubungan yang dimiliki cenderung dipelihara dengan serius. Kepercayaan, perhatian, dan kesetiaan menjadi hal yang sangat penting.

Ketika sudah merasa nyaman dengan seseorang, mereka bisa memberikan perhatian yang besar karena hubungan tersebut dianggap sebagai bagian penting dari kehidupannya.

6. Terlihat Tangguh Menghadapi Masalah

Sering menghadapi persoalan tanpa dukungan keluarga dapat membuat seseorang mengembangkan daya tahan mental.

Setiap masalah yang berhasil dilewati memberikan pengalaman baru sekaligus keyakinan bahwa dirinya mampu menghadapi tantangan berikutnya.

Karena itu, mereka terkadang terlihat tenang ketika menghadapi situasi sulit. Bukan berarti tidak memiliki rasa takut, tetapi mereka sudah terbiasa mencari cara untuk tetap berjalan meski keadaan tidak mudah.

7. Terbiasa Membuat Keputusan Sendiri

Ketika tidak mempunyai anggota keluarga yang bisa dijadikan tempat berkonsultasi, seseorang dapat terbiasa mempercayai penilaiannya sendiri.

Keputusan mengenai pekerjaan, kehidupan pribadi, maupun persoalan sehari-hari sering kali harus dipertimbangkan dan ditentukan secara mandiri.

Kebiasaan tersebut dapat membuat mereka memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap pilihan yang dibuat. Di sisi lain, mereka juga perlu belajar bahwa meminta pendapat atau bantuan bukan berarti kehilangan kemandirian.

8. Lebih Peka terhadap Perasaan Orang Lain

Pengalaman menghadapi berbagai kesulitan seorang diri juga dapat membuat sebagian orang lebih mudah memahami kondisi orang lain.

Mereka mungkin mengetahui bagaimana rasanya tidak memiliki tempat untuk bercerita atau meminta pertolongan. Karena itu, ketika melihat seseorang sedang menghadapi masalah, mereka cenderung lebih cepat menunjukkan perhatian.

Empati tersebut dapat terlihat melalui tindakan sederhana, seperti mendengarkan tanpa menghakimi, menawarkan bantuan, atau sekadar menemani seseorang yang sedang mengalami masa sulit.

Pada akhirnya, tidak memiliki keluarga dekat bukan berarti seseorang pasti mempunyai karakter tertentu. Lingkungan, pengalaman hidup, kepribadian, dan hubungan sosial turut membentuk cara seseorang menghadapi kehidupan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho