← Beranda
Bukan Sekadar Kebiasaan, Suka Menyalakan TV Saat Bekerja Bisa Tunjukkan 5 Hal Ini
Rabbany WanadrianiSelasa, 8 September 2026 | 18.39 WIB
ilustrasi orang yang menyalakan TV. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih nyaman. Ada yang membutuhkan suasana benar-benar sunyi saat bekerja, sementara sebagian lainnya justru lebih produktif ketika ditemani suara televisi di latar belakang.

Menyalakan TV saat mengerjakan pekerjaan rumah, belajar, atau menyelesaikan tugas mungkin terlihat seperti kebiasaan sederhana. Namun, dari sudut pandang psikologi, preferensi terhadap suara atau stimulasi di sekitar dapat berkaitan dengan cara seseorang mengatur perhatian dan mencari kenyamanan.

Meski demikian, kebiasaan menonton atau mendengarkan TV sambil bekerja tidak bisa dijadikan patokan mutlak untuk menentukan kepribadian seseorang. Faktor lingkungan, jenis pekerjaan, dan preferensi pribadi juga turut berpengaruh.

Dilansir dari Geediting, berikut lima karakter yang mungkin terlihat pada orang yang senang menyalakan TV ketika sedang mengerjakan tugas.

Baca Juga: Tak Punya Sahabat Dekat, 7 Perilaku Ini Sering Muncul dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Terbiasa Mengelola Beberapa Aktivitas

Orang yang mampu mengerjakan pekerjaan sambil mendengarkan tayangan televisi mungkin cukup terbiasa membagi perhatian.

Misalnya, mereka dapat membersihkan rumah sambil mengikuti berita atau memasak sembari mendengarkan acara favorit.

Kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa mereka nyaman ketika harus berpindah perhatian antara aktivitas utama dan stimulus lain. Namun, bukan berarti semua orang yang melakukan hal ini otomatis merupakan multitasker yang lebih efektif.

Pada pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi, terlalu banyak rangsangan justru dapat mengurangi fokus.

2. Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Tinggi

Sebagian orang menyalakan televisi bukan semata-mata untuk hiburan. Mereka juga tertarik mendapatkan informasi baru sambil menyelesaikan pekerjaan.

Berita, dokumenter, tayangan edukasi, hingga program wawancara dapat menjadi sumber informasi tambahan bagi mereka.

Kebiasaan mencari informasi di sela-sela aktivitas bisa mencerminkan rasa ingin tahu yang cukup besar. Mereka cenderung senang mengetahui sesuatu yang baru dan menikmati kesempatan untuk mendapatkan wawasan meski sedang melakukan pekerjaan lain.

3. Menyukai Suasana yang Terasa Lebih Hidup

Ruangan yang terlalu sunyi tidak selalu membuat semua orang nyaman. Bagi sebagian individu, suara manusia atau percakapan dari televisi justru membuat suasana terasa lebih hidup.

Suara yang muncul di latar belakang dapat memberikan sensasi seolah ada aktivitas lain di sekitar mereka. Hal ini mungkin membuat pekerjaan rutin terasa tidak terlalu sepi atau membosankan.

Kebutuhan terhadap suasana seperti ini juga dapat berkaitan dengan preferensi seseorang terhadap lingkungan sosial dan tingkat stimulasi yang membuatnya merasa nyaman.

4. Menikmati Stimulasi Sensorik

Televisi memberikan berbagai rangsangan sekaligus, mulai dari suara, musik, percakapan, hingga perubahan gambar.

Bagi orang tertentu, stimulus tambahan tersebut justru membuat aktivitas rutin terasa lebih menyenangkan. Mereka mungkin merasa pekerjaan seperti mencuci pakaian, merapikan rumah, atau memasak menjadi lebih ringan ketika ditemani tayangan tertentu.

Namun, tingkat kenyamanan terhadap stimulasi berbeda pada setiap orang. Ada yang merasa terbantu dengan suara latar, sementara lainnya justru lebih mudah berkonsentrasi dalam kondisi hening.

5. Cukup Fleksibel Menghadapi Gangguan

Mampu menyelesaikan pekerjaan meski ada suara televisi di sekitar dapat menunjukkan bahwa seseorang cukup terbiasa bekerja dengan adanya gangguan.

Mereka mungkin tidak langsung kehilangan motivasi hanya karena lingkungan tidak sepenuhnya tenang. Kemampuan menyesuaikan diri seperti ini bisa berguna ketika seseorang harus bekerja dalam kondisi yang tidak selalu ideal.

Meski begitu, toleransi terhadap gangguan bukan berarti seseorang selalu mampu berkonsentrasi secara maksimal. Untuk tugas yang membutuhkan perhatian mendalam, mengurangi distraksi tetap menjadi pilihan yang lebih baik.

Pada akhirnya, kebiasaan menyalakan TV saat mengerjakan tugas tidak selalu memiliki makna psikologis yang sama bagi setiap orang. Bisa saja seseorang melakukannya karena ingin mendapatkan hiburan, menghindari kesunyian, mencari informasi, atau sekadar sudah terbiasa.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho