← Beranda
Ingin Menjaga Hubungan Tetap Bahagia dan Sehat? Lakukan 8 Perilaku Ini Setiap Hari Menurut Psikologi
Irfan FerdiansyahRabu, 19 Agustus 2026 | 20.48 WIB
seseorang yang menjaga hubungan tetap bahagia dan sehat./Magnific/BillionPhotos

JawaPos.com - Hubungan yang bahagia dan sehat biasanya tidak dibangun hanya dari momen-momen besar seperti liburan bersama, hadiah mahal, atau perayaan ulang tahun. Justru, kualitas sebuah hubungan sering kali ditentukan oleh hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

Psikologi hubungan menunjukkan bahwa pasangan yang mampu mempertahankan kedekatan dalam jangka panjang biasanya memiliki kebiasaan sederhana: mereka saling memperhatikan, berkomunikasi dengan terbuka, menghargai usaha satu sama lain, dan tahu bagaimana menghadapi konflik tanpa menghancurkan rasa aman dalam hubungan.

Menariknya, perilaku-perilaku tersebut tidak selalu membutuhkan banyak waktu. Beberapa bahkan hanya membutuhkan beberapa menit, tetapi dampaknya dapat sangat besar jika dilakukan secara konsisten.

Dilansir dari Psychology Today pada Senin (17/8), jika Anda ingin menjaga hubungan tetap bahagia dan sehat, berikut 8 perilaku yang sebaiknya dilakukan setiap hari menurut prinsip-prinsip psikologi hubungan.

1. Berikan perhatian penuh ketika pasangan berbicara

Salah satu bentuk kasih sayang yang sering diremehkan adalah memberikan perhatian.

Ketika pasangan sedang bercerita tentang pekerjaannya, masalah yang dihadapinya, sesuatu yang membuatnya senang, atau bahkan hal kecil yang terjadi sepanjang hari, cobalah benar-benar hadir dalam percakapan tersebut.

Letakkan ponsel sebentar. Jangan langsung memotong pembicaraan. Jangan buru-buru mencari solusi.

Dengarkan.

Dalam hubungan yang sehat, seseorang tidak selalu membutuhkan nasihat. Terkadang mereka hanya ingin merasa bahwa pengalaman mereka penting bagi orang yang mereka cintai.

Anda bisa menunjukkan perhatian melalui hal-hal sederhana seperti melakukan kontak mata, mengangguk, memberikan respons, atau bertanya lebih lanjut.

Misalnya, daripada hanya menjawab, "Oh, begitu," Anda bisa mengatakan:

"Tadi kamu bilang pekerjaanmu membuat stres. Bagian mana yang paling membuat kamu capek?"

Pertanyaan sederhana seperti itu menunjukkan bahwa Anda benar-benar mendengarkan.

Secara psikologis, perhatian semacam ini membantu menciptakan rasa aman dan keterhubungan emosional. Pasangan akan merasa bahwa dirinya dilihat, didengar, dan dianggap penting.

Dan perasaan tersebut merupakan salah satu fondasi hubungan yang sehat.

2. Ucapkan terima kasih untuk hal-hal kecil

Ketika hubungan sudah berlangsung lama, kita sering mulai menganggap kebaikan pasangan sebagai sesuatu yang biasa.

Pasangan membuatkan kopi. Biasa.

Membantu pekerjaan rumah. Biasa.

Mengirim pesan untuk menanyakan apakah kita sudah makan. Biasa.

Menjemput ketika hujan. Biasa.

Padahal, sesuatu yang terasa "biasa" bagi kita mungkin sebenarnya merupakan bentuk perhatian yang dilakukan pasangan karena ia peduli.

Karena itu, jangan berhenti mengucapkan terima kasih.

Tidak harus selalu dengan kata-kata yang romantis. Anda cukup mengatakan:

"Terima kasih sudah menungguku."

"Aku menghargai kamu sudah membantu tadi."

"Makasih ya, kamu selalu ingat hal-hal kecil seperti ini."

Penghargaan membuat seseorang merasa bahwa usahanya terlihat.

Dalam hubungan jangka panjang, perasaan dihargai sangat penting karena membantu mencegah pasangan merasa diabaikan atau dianggap remeh.

Bahkan ketika Anda sudah mengetahui bahwa pasangan mencintai Anda, tetap tunjukkan penghargaan secara verbal.

Jangan berasumsi bahwa pasangan "sudah tahu".

Orang mungkin tahu bahwa dirinya dicintai, tetapi tetap membutuhkan pengalaman nyata bahwa dirinya dihargai.

3. Biasakan menunjukkan kasih sayang secara fisik

Kasih sayang tidak selalu harus disampaikan melalui percakapan panjang.

Sentuhan sederhana juga dapat menjadi bentuk komunikasi emosional.

Memeluk pasangan ketika bertemu setelah seharian beraktivitas. Menggenggam tangan ketika berjalan bersama. Menyentuh bahunya ketika melewati ruangan. Memberikan kecupan sebelum tidur.

Hal-hal kecil tersebut dapat membantu mempertahankan rasa kedekatan.

Tentu saja, setiap pasangan memiliki tingkat kenyamanan yang berbeda terhadap sentuhan fisik. Karena itu, yang paling penting bukan seberapa sering Anda menyentuh pasangan, tetapi apakah bentuk kasih sayang tersebut nyaman dan diinginkan oleh keduanya.

Jika pasangan menyukai pelukan, berikan pelukan.

Jika ia lebih nyaman dengan bentuk perhatian lain, hormati kebutuhannya.

Intinya adalah menciptakan momen-momen kecil yang mengatakan:

"Aku ada di sini bersamamu."

Hubungan yang sehat membutuhkan kedekatan emosional, dan bagi banyak pasangan, sentuhan penuh kasih dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mempertahankannya.

4. Tanyakan bagaimana keadaan pasangan—dan benar-benar peduli dengan jawabannya

Pertanyaan seperti "Bagaimana harimu?" terdengar sederhana.

Namun, pertanyaan tersebut dapat kehilangan makna jika hanya menjadi rutinitas.

Yang membuatnya berarti adalah ketertarikan yang tulus terhadap jawabannya.

Cobalah sesekali bertanya:

"Hari ini bagian terbaik dari harimu apa?"

"Ada sesuatu yang membuatmu kepikiran hari ini?"

"Kamu kelihatan capek. Ada yang bisa aku bantu?"

Pertanyaan-pertanyaan tersebut memberi pasangan ruang untuk berbagi.

Hal ini juga membantu Anda memahami perubahan emosional pasangan sebelum masalah menjadi semakin besar.

Seseorang mungkin berkata, "Aku baik-baik saja," tetapi sebenarnya sedang mengalami hari yang berat. Dengan menciptakan kebiasaan komunikasi terbuka, pasangan akan lebih mudah merasa aman untuk berbicara ketika benar-benar membutuhkan dukungan.

Hubungan yang kuat bukan berarti dua orang selalu mengetahui isi pikiran satu sama lain.

Sebaliknya, hubungan yang kuat dibangun oleh dua orang yang bersedia terus mempelajari satu sama lain.

5. Jangan lupa tertawa bersama

Hubungan yang sehat tidak harus selalu serius.

Pasangan juga membutuhkan kegembiraan.

Menonton sesuatu yang lucu bersama, saling mengirim meme, bercanda tentang kejadian sehari-hari, memasak sambil bercanda, atau sekadar mengingat kejadian konyol yang pernah dialami bersama dapat menciptakan pengalaman positif.

Tertawa bersama membantu hubungan terasa lebih ringan.

Ini penting karena kehidupan sehari-hari sudah dipenuhi berbagai tekanan: pekerjaan, tanggung jawab keluarga, masalah keuangan, dan berbagai persoalan lainnya.

Jika hubungan hanya berisi pembicaraan mengenai masalah dan kewajiban, pasangan dapat perlahan kehilangan pengalaman bahwa hubungan mereka juga merupakan tempat untuk bersenang-senang.

Karena itu, jangan merasa bahwa waktu bersama harus selalu produktif.

Terkadang, melakukan sesuatu yang tidak penting tetapi menyenangkan justru sangat berharga.

Hubungan membutuhkan kenangan positif, bukan hanya kemampuan menyelesaikan masalah.

6. Belajar menyelesaikan konflik tanpa saling merendahkan

Tidak ada hubungan yang benar-benar bebas dari konflik.

Dua orang dapat saling mencintai dan tetap berbeda pendapat.

Masalahnya bukan apakah Anda pernah bertengkar, tetapi bagaimana Anda bertengkar.

Ketika emosi meningkat, sangat mudah untuk menyerang karakter pasangan.

"Kamu memang selalu seperti ini."

"Kamu tidak pernah peduli."

"Kamu egois."

Kalimat seperti itu biasanya tidak menyelesaikan masalah. Sebaliknya, pasangan dapat merasa diserang dan akhirnya masuk ke mode defensif.

Cobalah membicarakan perilaku dan perasaan Anda tanpa memberikan label terhadap kepribadian pasangan.

Misalnya, daripada mengatakan:

"Kamu tidak pernah menghargai aku."

Cobalah:

"Aku merasa sedih ketika aku sudah berusaha membantu tetapi tidak mendapatkan respons apa pun."

Perbedaannya terlihat kecil, tetapi sangat penting.

Anda sedang menyampaikan pengalaman pribadi tanpa langsung menyerang identitas pasangan.

Dan ketika suasana sudah terlalu panas, mengambil jeda juga bukan berarti melarikan diri dari masalah.

Terkadang seseorang perlu menenangkan diri sebelum mampu berdiskusi dengan rasional.

Yang penting, jeda tersebut diikuti dengan kesediaan untuk kembali membicarakan masalah.

Tujuannya bukan memenangkan pertengkaran.

Tujuannya adalah menemukan solusi tanpa menghancurkan hubungan.

7. Berikan apresiasi, bukan hanya kritik

Manusia biasanya jauh lebih cepat memperhatikan sesuatu yang salah daripada sesuatu yang benar.

Karena itu, dalam hubungan, kritik dapat dengan mudah menjadi lebih banyak daripada apresiasi.

Pasangan lupa melakukan satu hal, langsung dibicarakan.

Tetapi ketika ia melakukan sepuluh hal dengan baik, kita menganggapnya normal.

Cobalah mengubah kebiasaan tersebut.

Setiap hari, cari setidaknya satu hal yang dapat Anda hargai dari pasangan.

Bisa tentang kepribadiannya.

Bisa tentang usaha yang dilakukannya.

Bisa juga tentang sesuatu yang sangat sederhana.

"Aku suka cara kamu memperlakukan keluargaku."

"Aku bangga melihat bagaimana kamu tetap berusaha meskipun hari ini sulit."

"Aku senang punya kamu sebagai teman cerita."

Apresiasi seperti ini bukan sekadar kata-kata manis.

Ini adalah cara untuk mengingatkan pasangan bahwa Anda masih melihat sisi positif dirinya.

Dan yang tidak kalah penting, apresiasi juga membantu Anda sendiri.

Ketika seseorang secara sadar mencari hal-hal yang patut dihargai dalam pasangannya, perhatian mereka tidak hanya terfokus pada kekurangan.

8. Luangkan waktu untuk benar-benar terhubung setiap hari

Kesibukan dapat membuat dua orang tinggal di rumah yang sama tetapi menjalani kehidupan emosional yang berbeda.

Mereka bekerja.

Makan.

Bermain ponsel.

Menonton televisi.

Tidur.

Hari berikutnya mengulang hal yang sama.

Lama-kelamaan, kedekatan bisa berkurang tanpa disadari.

Karena itu, ciptakan ritual kecil untuk terhubung setiap hari.

Tidak perlu satu jam.

Sepuluh atau lima belas menit tanpa gangguan pun dapat menjadi awal yang baik.

Matikan televisi.

Jauhkan ponsel.

Duduk bersama.

Kemudian bicarakan sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar pekerjaan rumah atau tagihan.

Tanyakan:

"Apa yang sedang kamu pikirkan akhir-akhir ini?"

"Apa sesuatu yang ingin kamu lakukan bersama tahun ini?"

"Apa yang bisa aku lakukan supaya kamu merasa lebih didukung?"

Atau cukup ceritakan sesuatu yang Anda alami hari itu.

Yang penting adalah hadir sepenuhnya.

Hubungan membutuhkan waktu yang berkualitas, bukan hanya waktu yang kebetulan dihabiskan di tempat yang sama.

Mengapa Perilaku Kecil Seperti Ini Begitu Penting?

Salah satu kesalahpahaman mengenai hubungan adalah anggapan bahwa hubungan yang bahagia berarti tidak pernah memiliki masalah.

Padahal, pasangan yang sehat tetap dapat kecewa, marah, berbeda pendapat, dan mengalami masa-masa sulit.

Perbedaannya adalah mereka memiliki kebiasaan yang membantu hubungan kembali ke kondisi aman setelah menghadapi masalah.

Hubungan pada dasarnya dibangun dari pola.

Satu percakapan mungkin tidak menentukan masa depan hubungan.

Satu pelukan mungkin tidak menyelesaikan konflik.

Satu ucapan terima kasih mungkin terlihat sepele.

Tetapi ketika perilaku positif dilakukan berulang kali selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun, semuanya membentuk pengalaman emosional yang jauh lebih besar.

Pasangan mulai merasa:

"Aku didengarkan."

"Aku dihargai."

"Aku aman untuk menjadi diriku sendiri."

"Aku punya seseorang yang mendukungku."

"Kami bisa menghadapi masalah bersama."

Perasaan-perasaan tersebut jauh lebih penting daripada sekadar terlihat romantis di depan orang lain.

Hubungan Sehat Tidak Harus Sempurna

Pada akhirnya, menjaga hubungan tetap bahagia bukan tentang menjadi pasangan yang sempurna.

Tidak ada manusia yang selalu sabar.

Tidak ada pasangan yang selalu memahami satu sama lain.

Tidak ada hubungan yang setiap harinya dipenuhi percakapan romantis.

Akan ada hari ketika Anda lelah dan tidak punya energi untuk berbicara.

Akan ada kesalahpahaman.

Akan ada pertengkaran.

Akan ada hari ketika pasangan mengecewakan Anda.

Dan itu manusiawi.

Yang jauh lebih penting adalah apa yang Anda lakukan setelahnya.

Apakah Anda bersedia meminta maaf?

Apakah Anda bersedia mendengarkan?

Apakah Anda mau memperbaiki kesalahan?

Apakah Anda masih menunjukkan bahwa pasangan penting bagi Anda?

Hubungan yang sehat bukan hubungan tanpa masalah, melainkan hubungan di mana kedua orang bersedia merawat hubungan tersebut secara konsisten.

Jadi, jika Anda ingin hubungan tetap bahagia dan sehat, jangan hanya menunggu momen besar untuk menunjukkan cinta.

Mulailah dari hal-hal kecil.

Dengarkan pasangan. Hargai usahanya. Tanyakan kabarnya. Berikan kasih sayang. Tertawalah bersama. Hadapi konflik dengan dewasa. Berikan apresiasi. Dan luangkan waktu untuk benar-benar hadir.

Karena pada akhirnya, hubungan yang kuat jarang dibangun oleh satu tindakan besar.

Ia dibangun oleh ratusan perhatian kecil yang dilakukan berulang kali setiap hari.

EDITOR: Hanny Suwindari