← Beranda
Ingin Membuat Pasangan Merasa Diperhatikan? Lakukan 7 Perilaku Sederhana Ini Setiap Hari
Irfan FerdiansyahKamis, 13 Agustus 2026 | 05.11 WIB
seseorang yang membuat pasangannya merasa diperhatikan./Magnific/The Yuri Arcurs Collection

JawaPos.com - Dalam hubungan romantis, perhatian sering kali dianggap sebagai sesuatu yang besar: memberikan hadiah, mengajak makan malam, merencanakan liburan, atau memberikan kejutan istimewa.

Padahal, dalam kehidupan sehari-hari, perasaan "diperhatikan" justru sering terbentuk dari hal-hal yang jauh lebih sederhana.

Seseorang bisa saja menerima hadiah mahal, tetapi tetap merasa sendirian jika pasangannya tidak pernah benar-benar mendengarkan. Sebaliknya, seseorang mungkin merasa sangat dicintai hanya karena pasangannya mengingat hal kecil yang pernah ia ceritakan beberapa hari sebelumnya.

Dilansir dari Psychology Today pada Rabu (12/8), psikologi hubungan menunjukkan bahwa kualitas hubungan tidak hanya dibangun melalui momen-momen romantis yang besar. Hubungan yang sehat juga terbentuk dari pola interaksi kecil yang dilakukan secara konsisten: mendengarkan, merespons, menunjukkan penghargaan, memberikan ruang, dan hadir secara emosional.

Perhatian, dengan kata lain, bukan hanya tentang "apa yang Anda berikan", tetapi tentang bagaimana pasangan merasakan kehadiran Anda dalam kehidupan sehari-harinya.

Jika Anda ingin membuat pasangan merasa lebih diperhatikan tanpa harus melakukan sesuatu yang rumit, berikut tujuh perilaku sederhana yang bisa dilakukan hampir setiap hari.

1. Dengarkan Pasangan Tanpa Langsung Mencari Solusi

Salah satu bentuk perhatian yang sering diremehkan adalah kemampuan untuk benar-benar mendengarkan.

Ketika pasangan bercerita tentang pekerjaan yang melelahkan, konflik dengan seseorang, kekhawatiran, atau bahkan sesuatu yang tampaknya sepele, kita sering tergoda untuk langsung memberikan solusi.

"Ya sudah, jangan dipikirkan."

"Kamu seharusnya melakukan ini."

"Kalau aku jadi kamu, aku akan..."

Niatnya mungkin baik. Namun, tidak setiap cerita membutuhkan solusi.

Terkadang seseorang hanya ingin merasa bahwa emosinya diterima dan bahwa ada orang yang bersedia mendengarkannya.

Dalam psikologi hubungan, respons terhadap upaya pasangan untuk mendapatkan perhatian atau koneksi emosional merupakan bagian penting dari kualitas hubungan. Respons yang hangat dan penuh perhatian dapat membantu seseorang merasa dilihat dan dihargai.

Karena itu, ketika pasangan bercerita, cobalah berhenti sejenak dari aktivitas Anda.

Letakkan ponsel.

Tatap pasangan.

Dengarkan sampai selesai.

Kemudian, Anda bisa mengatakan sesuatu yang sederhana seperti:

"Kedengarannya hari ini memang berat buat kamu."

Atau:

"Aku bisa mengerti kenapa kamu merasa kesal."

Kalimat sederhana seperti itu menunjukkan bahwa Anda tidak hanya mendengar kata-katanya, tetapi juga berusaha memahami perasaannya.

Dan terkadang, itulah yang sebenarnya dibutuhkan pasangan.

2. Ingat Hal-Hal Kecil yang Pernah Mereka Ceritakan

Perhatian tidak selalu terlihat dari seberapa banyak Anda berbicara. Terkadang perhatian justru terlihat dari apa yang mampu Anda ingat.

Pasangan pernah mengatakan bahwa hari ini ia akan menghadapi rapat penting?

Tanyakan bagaimana hasilnya.

Ia pernah bercerita bahwa ada anggota keluarganya yang sedang menghadapi masalah?

Tanyakan kabarnya beberapa hari kemudian.

Ia pernah mengatakan bahwa ia sedang menyukai makanan tertentu?

Sesekali belikan tanpa harus menunggu hari ulang tahun.

Hal-hal kecil seperti ini memberikan pesan psikologis yang kuat:

"Aku mendengarkanmu. Ceritamu penting bagiku."

Anda tidak perlu menghafal setiap detail kehidupan pasangan. Yang penting adalah menunjukkan bahwa Anda memperhatikan hal-hal yang memang berarti bagi mereka.

Banyak orang merasa dicintai bukan karena pasangannya melakukan sesuatu yang spektakuler, melainkan karena pasangannya mengingat sesuatu yang bahkan mereka sendiri tidak menyangka akan diingat.

Misalnya:

"Bukannya minggu ini kamu ada presentasi? Semoga lancar, ya."

Kalimat tersebut mungkin hanya membutuhkan beberapa detik untuk diucapkan.

Namun bagi pasangan, dampaknya bisa jauh lebih besar.

Ia merasa bahwa hidupnya tidak berjalan sendirian.

Ada seseorang yang memperhatikan.

Ada seseorang yang mengingat.

Ada seseorang yang peduli.

3. Berikan Apresiasi untuk Hal yang Sering Dianggap Biasa

Semakin lama sebuah hubungan berjalan, semakin mudah seseorang menganggap kebaikan pasangan sebagai sesuatu yang otomatis.

Pasangan memasak.

Membersihkan rumah.

Mengantar Anda.

Mendengarkan cerita Anda.

Mengingat kebutuhan Anda.

Membantu pekerjaan.

Pada awal hubungan, hal-hal tersebut mungkin terasa istimewa.

Namun setelah bertahun-tahun, semuanya bisa berubah menjadi rutinitas yang tidak lagi mendapatkan apresiasi.

Di sinilah kebiasaan mengucapkan terima kasih menjadi sangat penting.

Jangan hanya menghargai hal-hal besar.

Hargai juga hal-hal kecil.

"Terima kasih sudah menungguku."

"Aku senang kamu mengingat hal itu."

"Makasih sudah membantu hari ini."

"Aku benar-benar menghargai kamu."

Apresiasi sederhana membantu pasangan merasa bahwa kontribusinya terlihat.

Dalam hubungan jangka panjang, rasa dihargai dapat menjadi salah satu unsur penting yang membuat seseorang merasa aman dan memiliki nilai di dalam hubungan.

Yang menarik, apresiasi tidak harus selalu berbentuk pujian besar.

Bahkan kalimat sederhana yang spesifik sering kali terasa lebih tulus.

Daripada mengatakan:

"Kamu memang pasangan terbaik."

Anda bisa mengatakan:

"Aku suka caramu tetap sabar ketika aku sedang banyak pikiran."

Pujian yang spesifik menunjukkan bahwa Anda benar-benar memperhatikan perilaku pasangan, bukan sekadar mengucapkan kata-kata romantis.

4. Tanyakan Kondisinya, Bukan Hanya Kebutuhannya

Ada perbedaan antara bertanya:

"Kamu butuh apa?"

dan:

"Hari ini kamu benar-benar baik-baik saja?"

Pertanyaan pertama berfokus pada kebutuhan praktis.

Pertanyaan kedua membuka ruang bagi kondisi emosional.

Dalam kehidupan yang sibuk, pasangan bisa saja terbiasa mengatakan:

"Aku baik-baik saja."

Padahal sebenarnya ia sedang lelah.

Sedang cemas.

Sedang kecewa.

Atau sedang membutuhkan dukungan.

Karena itu, biasakan sesekali melakukan check-in emosional.

Tidak perlu seperti wawancara.

Anda bisa bertanya ketika sedang makan bersama, dalam perjalanan, atau sebelum tidur:

"Hari ini bagian paling melelahkan buat kamu apa?"

"Ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan?"

"Belakangan ini kamu kelihatan agak capek. Kamu mau cerita?"

Pertanyaan semacam ini menunjukkan bahwa perhatian Anda tidak hanya tertuju pada apa yang pasangan lakukan, tetapi juga pada apa yang pasangan rasakan.

Namun, ada satu hal penting.

Setelah bertanya, berikan ruang untuk pasangan menjawab.

Jangan memaksa.

Jangan langsung menghakimi.

Dan jangan mengubah ceritanya menjadi cerita tentang diri Anda.

Jika ia belum ingin bercerita, hormati itu.

Perhatian bukan berarti memaksa seseorang untuk terbuka.

Perhatian berarti memberikan rasa aman bahwa ketika ia siap berbicara, Anda ada di sana.

5. Sisihkan Waktu Tanpa Gangguan untuk Benar-Benar Hadir

Kita hidup di zaman ketika seseorang bisa duduk tepat di depan pasangannya tetapi pikirannya berada di tempat lain.

Mata melihat pasangan.

Tangan memegang ponsel.

Pikiran memikirkan pekerjaan.

Notifikasi terus berbunyi.

Percakapan berlangsung setengah hati.

Secara fisik Anda hadir, tetapi secara emosional Anda tidak benar-benar berada di sana.

Padahal, perhatian membutuhkan kehadiran.

Karena itu, cobalah membuat kebiasaan sederhana setiap hari: menyediakan beberapa menit untuk benar-benar hadir bersama pasangan.

Tidak harus berjam-jam.

Bahkan 15–20 menit tanpa ponsel dapat menjadi sangat berarti jika digunakan untuk benar-benar berbicara dan mendengarkan.

Anda bisa makan bersama tanpa melihat layar.

Berjalan sebentar.

Minum kopi sambil berbicara.

Atau sekadar duduk dan bertanya bagaimana hari masing-masing.

Yang terpenting bukan aktivitasnya.

Yang penting adalah kualitas kehadiran.

Pasangan ingin merasakan bahwa ketika Anda bersama mereka, mereka bukan sekadar "orang yang kebetulan berada di ruangan yang sama".

Mereka merasa menjadi prioritas.

6. Tunjukkan Sentuhan dan Kasih Sayang dengan Cara yang Disukai Pasangan

Perhatian juga bisa disampaikan tanpa kata-kata.

Senyuman.

Pelukan.

Menggenggam tangan.

Menyentuh bahu.

Mencium pasangan sebelum berangkat.

Duduk berdekatan.

Bentuk-bentuk sentuhan sederhana dapat menjadi cara untuk menyampaikan rasa aman dan kedekatan.

Namun, ada satu prinsip penting: kenali preferensi pasangan.

Tidak semua orang memiliki kebutuhan yang sama terhadap sentuhan fisik.

Ada orang yang merasa sangat nyaman dengan pelukan.

Ada yang lebih menyukai kata-kata.

Ada yang merasa dicintai ketika dibantu.

Ada pula yang lebih menghargai waktu berkualitas.

Jadi, jangan menganggap bahwa cara Anda menunjukkan kasih sayang otomatis merupakan cara yang paling bermakna bagi pasangan.

Perhatikan respons mereka.

Tanyakan jika perlu.

"Kamu lebih suka kalau aku memelukmu saat kamu lagi sedih, atau kamu lebih nyaman kalau aku kasih ruang?"

Pertanyaan sederhana seperti ini menunjukkan kedewasaan emosional.

Anda tidak hanya ingin menunjukkan cinta.

Anda ingin memastikan cinta tersebut diterima dengan cara yang terasa nyaman bagi pasangan.

7. Akhiri Hari dengan Satu Bentuk Perhatian Kecil

Salah satu kebiasaan sederhana yang dapat membantu menjaga kedekatan emosional adalah memberikan perhatian kecil sebelum hari berakhir.

Tidak harus romantis secara berlebihan.

Tidak perlu membuat kalimat panjang.

Cukup sesuatu yang membuat pasangan merasa bahwa keberadaannya Anda hargai.

Misalnya:

"Terima kasih sudah melewati hari ini bersamaku."

"Semoga besok harimu lebih ringan."

"Istirahat yang cukup, ya."

"Aku senang bisa ngobrol sama kamu hari ini."

Atau bahkan:

"Aku sayang kamu."

Rutinitas kecil seperti ini dapat menjadi semacam "ritual hubungan".

Ritual yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan rasa stabilitas dan kedekatan.

Dan yang paling penting, jangan menunggu sampai hubungan sedang bermasalah untuk mulai menunjukkan perhatian.

Perhatian seharusnya menjadi kebiasaan ketika hubungan sedang baik-baik saja.

Sebab hubungan yang sehat tidak hanya diperbaiki ketika rusak.

Hubungan juga perlu dirawat ketika semuanya berjalan normal.

Perhatian Bukan Tentang Kesempurnaan

Pada akhirnya, membuat pasangan merasa diperhatikan bukan berarti Anda harus menjadi pasangan yang sempurna.

Anda akan tetap lupa.

Anda akan tetap sibuk.

Anda mungkin sesekali terlalu lelah untuk mendengarkan.

Anda mungkin pernah salah memahami perasaan pasangan.

Itu manusiawi.

Yang lebih penting adalah pola keseluruhannya.

Apakah pasangan Anda secara umum merasa didengarkan?

Apakah ia merasa dihargai?

Apakah ia merasa aman untuk bercerita?

Apakah ia merasa bahwa keberadaannya penting?

Apakah ia merasa Anda tertarik pada kehidupannya?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut jauh lebih penting daripada apakah Anda pernah membeli hadiah romantis atau membuat kejutan besar.

Karena pada akhirnya, perhatian bukan tentang melakukan sesuatu yang luar biasa setiap hari.

Perhatian adalah membuat seseorang merasa bahwa dirinya tidak tidak terlihat dalam kehidupan Anda.

Dan kabar baiknya, Anda tidak membutuhkan banyak uang untuk melakukannya.

Anda hanya membutuhkan beberapa menit.

Mendengarkan dengan sungguh-sungguh.

Mengingat cerita kecil.

Mengucapkan terima kasih.

Menanyakan kabarnya.

Memberikan waktu.

Menunjukkan kasih sayang.

Dan hadir ketika ia membutuhkan Anda.

Tujuh perilaku tersebut terlihat sederhana.

Namun ketika dilakukan secara konsisten, hal-hal kecil itulah yang perlahan membangun pengalaman emosional dalam sebuah hubungan.

Sebab dalam hubungan jangka panjang, cinta jarang hanya dibuktikan melalui satu momen besar.

Cinta lebih sering terasa melalui ratusan perhatian kecil yang dilakukan berulang kali.

Jadi, jika hari ini Anda ingin membuat pasangan merasa lebih diperhatikan, tidak perlu menunggu momen spesial.

Mulailah dari sesuatu yang sederhana.

Letakkan ponsel.

Tatap pasangan.

Tanyakan bagaimana harinya.

Dengarkan jawabannya.

Dan tunjukkan bahwa apa yang ia rasakan memang penting bagi Anda.

Kadang-kadang, perhatian yang paling berarti bukanlah sesuatu yang mahal atau spektakuler.

Hanya kehadiran yang tulus, diberikan pada waktu yang tepat.

EDITOR: Hanny Suwindari