← Beranda
Saat Suami Merasa Tak Dianggap, 11 Perilaku Ini Bisa Muncul dalam Rumah Tangga
Leni Setya WatiRabu, 12 Agustus 2026 | 22.07 WIB
Ilustrasi seorang suami yang tidak dihargai dalam pernikahannya (freepik/jcomp)

JawaPos.com - Dalam sebuah pernikahan, rasa cinta saja belum tentu cukup. Hubungan yang sehat juga membutuhkan penghargaan, perhatian, komunikasi, dan usaha dari kedua pasangan.

Ketika salah satu pihak merasa upayanya terus-menerus diabaikan, perubahan sikap bisa muncul secara perlahan. Pada sebagian suami, rasa kecewa tidak selalu disampaikan secara langsung. Mereka justru menunjukkannya melalui perubahan kebiasaan sehari-hari.

Mulai dari berkurangnya sentuhan dan komunikasi hingga lebih sering mencari waktu sendiri, perubahan tersebut dapat menjadi sinyal bahwa ada kebutuhan emosional yang belum tersampaikan.

Meski demikian, perilaku berikut tidak otomatis berarti seorang suami sudah tidak mencintai pasangannya. Setiap hubungan memiliki dinamika berbeda, sehingga komunikasi terbuka tetap menjadi cara terbaik untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Sibuk, 7 Perilaku Ini Bisa Menandakan Anda Sedang Menghindari Masalah

Dilansir dari YourTango melalui JawaPos.com, berikut beberapa perilaku yang dapat muncul ketika seorang suami merasa kurang dihargai dalam pernikahannya.

1. Kasih sayang mulai berkurang

Perubahan bisa terlihat dari hal-hal sederhana yang sebelumnya menjadi kebiasaan.

Suami yang dahulu sering memeluk, menggandeng tangan, mencium, atau memberikan sentuhan hangat mungkin mulai jarang melakukannya. Berkurangnya ekspresi kasih sayang dapat menjadi tanda bahwa ia sedang menarik diri secara emosional.

2. Tidak lagi antusias menghabiskan waktu bersama

Waktu berdua yang dahulu menyenangkan bisa mulai terasa kurang menarik baginya.

Ia mungkin lebih sering memilih melakukan aktivitas sendiri daripada menghabiskan waktu untuk berkencan, menonton film bersama, atau sekadar berbincang di rumah.

Hal tersebut dapat terjadi ketika kebersamaan tidak lagi memberikan rasa nyaman atau kedekatan seperti sebelumnya.

3. Tidak banyak menawarkan bantuan

Suami yang merasa segala usahanya tidak diperhatikan dapat berhenti memberikan dukungan secara aktif.

Bukan selalu karena ingin menghukum pasangan, melainkan karena merasa lelah jika terus menjadi pihak yang berusaha sementara kontribusinya tidak mendapat apresiasi.

4. Lebih mudah tersulut emosi

Perasaan kecewa yang terus dipendam dapat memengaruhi cara seseorang merespons situasi sehari-hari.

Hal kecil yang sebelumnya dapat diselesaikan dengan santai mungkin tiba-tiba memicu rasa kesal. Jika perubahan tersebut berlangsung terus-menerus, bisa jadi ada persoalan yang lebih dalam yang belum dibicarakan.

5. Jarang memulai percakapan

Jika sebelumnya suami aktif bertanya tentang kegiatan pasangan atau bercerita mengenai berbagai hal, kebiasaan tersebut mungkin berkurang.

Ia masih menjawab ketika diajak berbicara, tetapi tidak lagi berinisiatif membuka obrolan. Sikap diam terkadang menjadi cara seseorang melindungi diri ketika merasa pendapat atau perasaannya tidak mendapatkan tempat.

6. Menutup diri secara emosional

Seseorang bisa tetap berada di rumah dan menjalankan rutinitas seperti biasa, tetapi secara emosional terasa semakin jauh.

Suami mungkin tidak lagi menceritakan masalah, kekhawatiran, atau hal-hal yang sedang dipikirkannya. Jika komunikasi emosional semakin minim, kedekatan dalam hubungan pun dapat ikut berkurang.

7. Mulai mengambil keputusan tanpa berdiskusi

Dalam pernikahan, keputusan penting umumnya dibicarakan bersama. Namun, suami yang merasa tidak dilibatkan atau tidak didengarkan bisa mulai mengambil keputusan sendiri.

Perubahan tersebut dapat menjadi tanda bahwa ia merasa perlu mengambil kembali kendali atas kehidupan pribadinya.

8. Lebih menyukai suasana sepi

Keinginan untuk menghabiskan waktu sendirian juga dapat meningkat.

Ia mungkin lebih sering berada di kamar, memilih aktivitas pribadi, atau memberikan jawaban singkat ketika diajak berbicara. Jika berlangsung lama, kebiasaan ini justru dapat memperbesar jarak emosional pasangan.

9. Pujian semakin jarang terdengar

Suami yang sebelumnya mudah memberikan apresiasi kepada pasangan mungkin tiba-tiba menjadi lebih pendiam.

Pujian mengenai penampilan, pekerjaan, maupun hal-hal yang dilakukan pasangan bisa semakin jarang diberikan. Perubahan ini tidak selalu menunjukkan bahwa rasa sayang telah hilang, tetapi bisa menjadi tanda adanya kekecewaan yang belum terselesaikan.

10. Sering mencari alasan untuk tidak segera pulang

Rumah seharusnya menjadi tempat untuk beristirahat dan merasa aman. Namun, ketika hubungan di dalamnya dipenuhi ketegangan, seseorang bisa mulai enggan segera pulang.

Ia mungkin memperpanjang waktu di luar rumah, mencari aktivitas tambahan, atau sengaja menyibukkan diri sebelum kembali.

Jika kebiasaan tersebut muncul bersamaan dengan perubahan komunikasi dan kedekatan emosional, pasangan sebaiknya tidak langsung mengambil kesimpulan, tetapi mencoba membicarakannya dengan tenang.

11. Membayangkan kehidupan yang berbeda

Tanda lainnya adalah munculnya keinginan untuk mengubah kehidupan secara besar-besaran.

Misalnya, membayangkan pindah tempat tinggal, berganti pekerjaan, mengubah penampilan, atau memulai rutinitas baru. Fantasi semacam ini tidak selalu berarti seseorang ingin meninggalkan pasangannya.

Bisa saja keinginan tersebut muncul karena ia merasa membutuhkan perubahan dan ingin menemukan kembali dirinya yang selama ini terasa hilang.

 

EDITOR: Setyo Adi Nugroho