← Beranda
Orang yang Berhenti Memakai Cincin Kawin Seiring Bertambahnya Usia? Biasanya Mengadopsi 10 Perilaku
Irfan FerdiansyahRabu, 5 Agustus 2026 | 03.06 WIB
seseorang yang berhenti memakai cincin kawin (Freepik/EyeEm)

JawaPos.com - Cincin kawin bukan sekadar perhiasan. 

Dalam psikologi simbolik, cincin pernikahan merupakan representasi dari ikatan emosional, tanggung jawab sosial, serta komitmen terhadap pasangan.

Namun, seiring bertambahnya usia, sebagian orang mulai berhenti mengenakannya. 

Bukan berarti cinta memudar, tetapi perubahan dalam sikap, kepribadian, dan dinamika hubungan seringkali turut memengaruhi keputusan ini. 

Dilansir dari Geediting, menurut psikologi, orang yang berhenti memakai cincin kawin saat usia bertambah biasanya mengadopsi 10 perilaku berikut:

1. Menjadi Lebih Fokus pada Identitas Diri Sendiri

Seiring bertambahnya usia, seseorang cenderung lebih reflektif dan ingin lebih terhubung dengan dirinya sendiri. 

Mereka mulai meninjau kembali siapa mereka di luar peran sebagai pasangan. 

Berhenti memakai cincin bisa menjadi simbol transisi ke fase di mana mereka lebih mengedepankan jati diri pribadi, bukan hanya sebagai "istri/suami dari...".

2. Mengadopsi Pandangan Baru tentang Pernikahan

Orang yang berhenti mengenakan cincin kawin kerap memiliki sudut pandang baru bahwa pernikahan tidak selalu harus ditampilkan secara fisik. 

Mereka merasa bahwa hubungan yang sehat tak harus ditunjukkan lewat simbol eksternal, melainkan lewat perilaku, rasa hormat, dan komunikasi yang tulus antar pasangan.

3. Menunjukkan Tanda Kemandirian Emosional

Berhenti mengenakan cincin juga bisa menjadi sinyal bahwa seseorang telah mencapai titik stabil secara emosional. 

Ia tidak lagi merasa perlu menunjukkan status hubungannya kepada dunia luar untuk merasa utuh. 

Ia tahu siapa dirinya dan apa posisinya dalam hubungan, tanpa memerlukan pengakuan dari simbol eksternal.

4. Lebih Tertutup dalam Menampilkan Kehidupan Pribadi

Seiring bertambahnya usia, banyak individu menjadi lebih selektif dalam membagikan kehidupan pribadi mereka ke orang lain. 

Tidak memakai cincin kawin bisa menjadi cerminan dari kebutuhan untuk menjaga privasi. 

Mereka mungkin merasa kehidupan rumah tangga adalah urusan yang tak harus diketahui publik.

5. Menghindari Ketergantungan pada Simbol Fisik

Dalam psikologi eksistensial, ada dorongan untuk membebaskan diri dari simbol-simbol yang dianggap membatasi ekspresi diri. 

Orang yang berhenti memakai cincin bisa jadi sedang melepaskan keterikatan pada simbol fisik dan lebih fokus pada esensi hubungan itu sendiri.

6. Menunjukkan Perubahan dalam Gaya Hidup atau Kenyamanan Fisik

Faktor praktis juga tidak bisa diabaikan. 

Cincin bisa terasa sempit seiring bertambahnya usia, atau tidak lagi cocok dengan aktivitas sehari-hari seperti berkebun, memasak, atau pekerjaan manual. 

Orang-orang ini biasanya mengutamakan kenyamanan dan kebebasan bergerak, menunjukkan bahwa mereka mulai lebih peduli pada kesejahteraan tubuh dan kehidupan praktis.

7. Mengalami Perubahan Dinamika dalam Hubungan

Berhenti memakai cincin bisa menjadi refleksi dari dinamika baru dalam hubungan. 

Entah karena pasangan juga tidak lagi memakainya, atau karena ada fase transisi seperti jarak emosional, perubahan peran dalam rumah tangga, hingga konflik batin yang belum terselesaikan. 

Ini tidak selalu berarti hubungan memburuk, tetapi bisa menandakan adanya perubahan besar yang sedang diolah secara internal.

8. Menyampaikan Pesan Tertentu secara Tersirat

Dalam beberapa kasus, tidak mengenakan cincin bisa menjadi cara nonverbal untuk menyampaikan pesan bahwa seseorang sedang "berdiri sendiri" atau tidak ingin diasosiasikan dengan status pernikahan dalam konteks sosial tertentu.

Misalnya dalam dunia kerja atau relasi sosial yang menuntut fleksibilitas interaksi.

9. Meningkatnya Kecenderungan Introspektif dan Minimalis

Psikologi menyebut bahwa bertambahnya usia kerap memicu kecenderungan minimalis — menyederhanakan kehidupan, melepaskan hal-hal yang tidak lagi bermakna personal. 

Cincin kawin yang dulunya penting, bisa jadi kini hanya dianggap benda biasa. 

Orang yang berhenti memakainya biasanya juga mulai mengurangi aksesori lain dan lebih memilih hidup yang simpel namun bermakna.

10. Menyimpan Cinta dan Komitmen di Tempat yang Lebih Dalam

Terakhir, orang yang tidak lagi mengenakan cincin kawin bisa jadi justru menyimpan perasaan cinta dan kesetiaan pada tempat yang lebih dalam: di hati, dalam tindakan, atau melalui cara memperlakukan pasangannya sehari-hari.

Mereka tidak perlu lagi membuktikan komitmen lewat perhiasan — karena hubungan telah bertumbuh melewati simbol dan formalitas.

Penutup: Simbol Tidak Selalu Menunjukkan Isi

Dalam dunia yang dipenuhi simbol dan penanda status, berhenti memakai cincin kawin bisa dianggap sebagai penyimpangan. 

Namun dalam kacamata psikologi, perilaku ini justru bisa menjadi sinyal pertumbuhan individu, refleksi emosional, dan pencarian makna yang lebih mendalam dalam hubungan.

Yang terpenting bukan apakah seseorang mengenakan cincin atau tidak, melainkan bagaimana mereka tetap hadir, mencintai, dan menjaga relasi dengan pasangan seiring waktu berjalan.

EDITOR: Hanny Suwindari