← Beranda
Jika Anda Ingin Mengurangi Kekhawatiran, Lakukan 7 Perilaku Ini Menurut Psikologi, Apa Sajakah Itu?
Irfan FerdiansyahSabtu, 1 Agustus 2026 | 22.48 WIB
seseorang yang berusaha mengurangi kekhawatiran./Magnific/benzoix

JawaPos.com - Kekhawatiran adalah bagian alami dari kehidupan manusia. Hampir setiap orang pernah merasa cemas memikirkan pekerjaan, kondisi keuangan, kesehatan, hubungan, maupun masa depan.

Dalam kadar tertentu, rasa khawatir dapat membantu seseorang lebih waspada dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan. Namun, ketika kekhawatiran muncul terus-menerus dan sulit dikendalikan, kualitas hidup dapat menurun secara signifikan.

Psikologi menjelaskan bahwa kekhawatiran sering kali muncul karena otak berusaha memprediksi kemungkinan terburuk. Sayangnya, sebagian besar hal yang kita khawatirkan tidak pernah benar-benar terjadi.

Oleh karena itu, para psikolog menyarankan sejumlah kebiasaan sederhana yang terbukti membantu menenangkan pikiran dan mengurangi kecemasan.

Dilansir dari Psychology Today pada Sabtu (1/8), terdapat tujuh perilaku yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi kekhawatiran menurut psikologi.

1. Fokus pada Hal yang Bisa Anda Kendalikan

Salah satu penyebab utama kekhawatiran adalah terlalu banyak memikirkan sesuatu yang berada di luar kendali. Misalnya, pendapat orang lain, perubahan ekonomi, cuaca, atau keputusan orang lain.

Psikologi kognitif mengajarkan bahwa seseorang akan merasa lebih tenang ketika mengarahkan energi pada hal-hal yang benar-benar dapat dipengaruhi. Daripada terus memikirkan kemungkinan buruk, lebih baik bertanya kepada diri sendiri:

Apa yang bisa saya lakukan hari ini?
Langkah kecil apa yang dapat saya ambil sekarang?
Bagian mana yang benar-benar berada dalam kendali saya?

Dengan mengalihkan fokus pada tindakan nyata, otak akan lebih mudah keluar dari lingkaran kekhawatiran yang tidak produktif.

2. Tantang Pikiran Negatif dengan Bukti

Saat khawatir, otak sering kali membesar-besarkan kemungkinan buruk. Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai catastrophizing, yaitu kecenderungan membayangkan skenario terburuk meskipun belum tentu terjadi.

Cobalah menantang pikiran tersebut dengan beberapa pertanyaan sederhana:

Apa buktinya bahwa hal ini pasti terjadi?
Apakah saya pernah berhasil menghadapi situasi serupa?
Adakah kemungkinan hasil yang lebih baik?

Melatih diri mempertanyakan pikiran negatif dapat membantu membangun pola pikir yang lebih realistis sehingga tingkat kecemasan berkurang.

3. Latih Pernapasan dan Kesadaran Penuh (Mindfulness)

Ketika seseorang khawatir, tubuh ikut bereaksi. Detak jantung meningkat, napas menjadi pendek, dan otot-otot terasa tegang. Karena itu, menenangkan tubuh menjadi langkah penting untuk menenangkan pikiran.

Mindfulness mengajarkan kita untuk membawa perhatian kembali pada momen saat ini tanpa menghakimi. Salah satu latihan paling sederhana adalah bernapas perlahan selama beberapa menit.

Tarik napas melalui hidung, tahan sejenak, lalu embuskan perlahan melalui mulut. Ulangi beberapa kali sambil memusatkan perhatian pada aliran napas.

Latihan sederhana ini membantu menurunkan respons stres dan membuat pikiran terasa lebih jernih.

4. Batasi Kebiasaan Overthinking

Overthinking bukan berarti memikirkan solusi, melainkan terus mengulang masalah yang sama tanpa menghasilkan tindakan.

Psikologi menyarankan untuk memberi batas waktu pada diri sendiri saat memikirkan suatu masalah. Misalnya, luangkan waktu 15–20 menit untuk mengevaluasi situasi, kemudian buat keputusan atau rencana tindakan.

Setelah itu, alihkan perhatian pada aktivitas lain seperti bekerja, membaca, berolahraga, atau berbicara dengan orang terdekat. Cara ini membantu mencegah pikiran terjebak dalam lingkaran kecemasan.

5. Bergerak dan Berolahraga Secara Teratur

Banyak penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat membantu mengurangi kecemasan. Saat berolahraga, tubuh melepaskan hormon endorfin yang berperan meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres.

Anda tidak harus melakukan olahraga berat. Jalan kaki selama 30 menit, bersepeda santai, yoga, atau peregangan ringan sudah memberikan manfaat bagi kesehatan mental.

Selain itu, olahraga membantu mengalihkan perhatian dari pikiran negatif dan meningkatkan rasa percaya diri karena tubuh terasa lebih sehat.

6. Ceritakan Kekhawatiran kepada Orang yang Dipercaya

Sebagian orang memilih memendam kekhawatiran karena takut dianggap lemah. Padahal, psikologi menunjukkan bahwa dukungan sosial merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan mental.

Berbicara dengan teman, pasangan, keluarga, atau konselor dapat membantu Anda melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda. Terkadang, hanya dengan menceritakan apa yang dirasakan, beban emosional sudah terasa jauh lebih ringan.

Pastikan Anda memilih orang yang mampu mendengarkan tanpa menghakimi dan memberikan dukungan yang positif.

7. Bangun Kebiasaan Bersyukur

Kekhawatiran membuat otak lebih fokus pada apa yang belum dimiliki atau apa yang mungkin hilang. Sebaliknya, rasa syukur membantu mengarahkan perhatian pada hal-hal positif yang sudah ada.

Cobalah setiap malam menuliskan tiga hal yang Anda syukuri, sekecil apa pun. Misalnya:

Tubuh yang masih sehat.
Dukungan keluarga.
Pekerjaan yang masih dimiliki.
Kesempatan belajar hal baru.

Latihan sederhana ini membantu melatih otak untuk lebih peka terhadap pengalaman positif sehingga keseimbangan emosional menjadi lebih baik.

Mengapa Kebiasaan Kecil Sangat Berpengaruh?

Menurut psikologi, perubahan besar sering kali berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Mengurangi kekhawatiran bukan berarti menghilangkan semua masalah, melainkan melatih cara berpikir dan bereaksi terhadap masalah tersebut.

Ketika Anda mulai fokus pada hal yang dapat dikendalikan, menantang pikiran negatif, berlatih mindfulness, mengurangi overthinking, rutin bergerak, mencari dukungan sosial, dan membiasakan rasa syukur, perlahan-lahan otak akan membentuk pola yang lebih sehat dalam menghadapi tekanan hidup.

Kesimpulan

Kekhawatiran adalah emosi yang normal, tetapi tidak seharusnya mengendalikan hidup Anda. Psikologi menunjukkan bahwa perubahan perilaku sederhana dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan mental.

Mulailah dengan satu kebiasaan yang paling mudah dilakukan hari ini. Setelah menjadi rutinitas, tambahkan kebiasaan berikutnya. 

Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten sering kali memberikan dampak yang jauh lebih besar dibandingkan usaha besar yang hanya dilakukan sesekali.

Ingatlah bahwa setiap orang memiliki tantangan hidup yang berbeda. Jika rasa khawatir berlangsung terus-menerus, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau disertai gejala kecemasan yang berat, jangan ragu untuk mencari bantuan dari psikolog atau tenaga kesehatan mental agar mendapatkan penanganan yang tepat.

EDITOR: Hanny Suwindari