← Beranda
Menurut Psikologi, Ingin Lebih Banyak Orang Senang Berada di Dekat Anda, Ucapkan Selamat Tinggal pada 8 Perilaku
Irfan FerdiansyahJumat, 31 Juli 2026 | 12.10 WIB
seseorang yang disenangi oleh orang lain (Freepik/pikisuperstar)

JawaPos.com - Tak semua orang menyadari bahwa kehadiran mereka bisa membawa energi positif atau justru membuat orang lain ingin segera menghindar. 

Dalam hubungan sosial, bukan sekadar soal penampilan atau kepintaran berbicara, tetapi lebih pada sikap dan perilaku sehari-hari yang menentukan apakah orang senang berada di dekat Anda atau tidak.

Menurut psikologi sosial, seseorang yang disenangi umumnya memancarkan rasa nyaman, aman, dan positif bagi orang di sekitarnya. 

Sebaliknya, ada sejumlah kebiasaan dan sikap yang jika tidak disadari bisa menjauhkan orang dari kita, meski tanpa niat buruk.

Dilansir dari Geediting, jika Anda ingin lebih banyak orang merasa senang, nyaman, dan betah saat bersama Anda, maka inilah saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal pada 8 perilaku berikut:

1. Terlalu Sering Mengeluh

Keluhan yang terus-menerus bisa menguras energi emosional orang di sekitar Anda. 

Meskipun wajar sesekali mengeluh, jika itu menjadi kebiasaan, orang akan merasa terbebani oleh energi negatif yang Anda pancarkan.

Menurut penelitian psikologi dari Stanford University, mendengar keluhan secara berulang dapat merusak bagian otak yang bertanggung jawab terhadap pemecahan masalah dan empati. 

Orang akan cenderung menjauh dari individu yang terlalu sering fokus pada hal buruk tanpa mencari solusi.

2. Selalu Ingin Jadi Pusat Perhatian

Ingin didengarkan adalah kebutuhan manusiawi. 

Namun, jika Anda selalu memonopoli pembicaraan, memaksakan pendapat, atau memutar arah percakapan agar kembali pada diri Anda, orang akan merasa tidak dianggap.

Psikolog sosial menyebut perilaku ini sebagai conversational narcissism—di mana seseorang secara tidak sadar mengalihkan semua topik ke dirinya sendiri. 

Perilaku ini membuat orang merasa lelah dan tidak dihargai.

3. Menghakimi atau Mengkritik Terlalu Cepat

Kritik yang konstruktif tentu dibutuhkan. 

Tapi jika Anda terbiasa menilai, mengomentari, atau meremehkan kehidupan orang lain dengan nada negatif, itu akan membuat orang merasa tidak aman di dekat Anda.

Menurut psikolog Carl Rogers, manusia berkembang dalam lingkungan yang tidak menghakimi. 

Ketika seseorang merasa dihargai tanpa syarat, mereka lebih terbuka dan nyaman berada bersama Anda.

4. Tidak Tahu Waktu untuk Mendengarkan

Mendengarkan adalah bentuk penghargaan paling mendasar dalam interaksi sosial. 

Sayangnya, banyak orang yang lebih sibuk menunggu giliran untuk berbicara daripada benar-benar menyimak.

Psikologi komunikasi menekankan pentingnya active listening—yakni mendengarkan dengan penuh perhatian, tanpa menyela, dan dengan empati. 

Ketika Anda menjadi pendengar yang baik, orang akan merasa diterima dan ingin terus dekat dengan Anda.

5. Suka Membicarakan Orang Lain (Gosip Negatif)

Membicarakan keburukan orang lain memang bisa menimbulkan kesenangan sesaat, tetapi itu menciptakan lingkungan tidak sehat. 

Orang akan berpikir, “Kalau aku tidak ada, jangan-jangan aku yang dibicarakan?”

Penelitian dari University of Michigan menunjukkan bahwa orang yang sering bergosip negatif dianggap kurang bisa dipercaya dan kurang disukai secara sosial. 

Jika ingin disenangi, jauhi gosip yang merugikan.

6. Sikap Sinis atau Pesimis Berlebihan

Seseorang yang terlalu sinis atau pesimis dalam menghadapi hidup akan menularkan aura negatif. 

Meskipun Anda mungkin hanya bersikap realistis, tapi jika berlebihan, itu akan membuat orang merasa lelah secara emosional.

Menurut psikologi positif, orang cenderung merasa tertarik pada individu yang menunjukkan harapan, semangat, dan kemampuan melihat sisi baik dari situasi—tanpa harus naif.

7. Kurang Peka terhadap Batasan Pribadi

Setiap orang memiliki batasan atau personal boundaries yang berbeda.

Terlalu sering bertanya hal pribadi, memaksa orang bercerita, atau terlalu cepat menuntut perhatian bisa membuat orang merasa tidak nyaman.

Psikolog interpersonal menekankan pentingnya kemampuan membaca situasi sosial dan menghargai privasi. 

Jika Anda peka terhadap isyarat nonverbal dan menghormati ruang pribadi orang lain, mereka akan lebih senang berada dekat Anda.

8. Tidak Konsisten dalam Perilaku dan Ucapan

Orang merasa nyaman dengan individu yang bisa diprediksi secara emosional—artinya, tidak berubah-ubah secara ekstrem.

Jika hari ini Anda ramah, besok acuh, lalu marah tanpa alasan yang jelas, orang akan merasa bingung dan enggan dekat-dekat.

Konsistensi membangun rasa aman dan kepercayaan.

Psikologi kepribadian menunjukkan bahwa orang yang stabil secara emosional lebih disukai karena menciptakan lingkungan sosial yang tenang dan menyenangkan.

Penutup: Energi yang Anda Bawa Menentukan Siapa yang Bertahan

Disukai bukan berarti harus berpura-pura menjadi orang lain. 

Justru, menjadi versi terbaik dari diri sendiri sambil menghindari perilaku yang merugikan orang lain adalah kunci agar orang betah berada di sekitar Anda.

Mulailah dengan kesadaran diri: amati pola interaksi Anda, dengarkan umpan balik dari orang terdekat, dan perbaiki secara perlahan. 

Saat Anda menyingkirkan delapan perilaku di atas, bukan hanya lebih banyak orang akan senang berada di dekat Anda, tapi hubungan yang terjalin pun akan menjadi lebih sehat dan bermakna.

EDITOR: Hanny Suwindari